7 Hal yang Sebaiknya Tak Dilakukan Saat Hamil Trimester Kedua

Hindari dulu demi kesehatan si Kecil ya, Ma!

25 Januari 2019

7 Hal Sebaik Tak Dilakukan Saat Hamil Trimester Kedua
Pexels/Ambar Simpang

Memasuki trimester kedua, kehamilan Mama tentu sudah semakin membesar. Pertumbuhan dan perkembangan janin pun sudah menjadi makin pesat.

Oleh sebab itu, Mama perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari mulai pada periode waktu ini.

Semua demi kesehatan kehamilan serta kondisi si Kecil dalam kandungan Mama, lho. Nah, apa saja yang sebaiknya dihindari saat kehamilan trimester kedua? Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Memakai pakaian terlalu ketat

1. Memakai pakaian terlalu ketat
Pixabay/Tasha

Saat usia kehamilan Mama sudah memasuki trimester kedua, baby bump dan ukuran payudara biasanya sudah akan lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Mama pun sebaiknya mulai menggunakan pakaian longgar atau lebih baik lagi jika menggunakan pakaian khusus ibu hamil. Ukuran dan model pakaian ini biasanya sudah disesuaikan dengan bentuk tubuh ibu hamil.

Jika Mama tetap memaksakan diri menggunakan pakaian yang ukurannya sudah terlalu ketat, yang terjadi justru Mama akan merasa sesak di area perut, dada dan pinggang.

Tekanan dan rasa sesak akibat pakaian yang ketat ini pun bisa mengganggu kenyamanan janin di dalam rahim, Ma. Jadi jangan lupa siapkan pakaian ukuran longgar di waktu ini, ya.

2. Merokok

2. Merokok
Pexels/Pixabay

Racun dan bahan kimia dalam rokok diketahui dapat berbahaya bagi kesehatan, tak terkecuali bagi ibu hamil dan juga janin. Sebisa mungkin jauhi paparan asap rokok dan merokok saat hamil.

Menghindari secara penuh asap rokok dapat meningkatkan peluang Mama memiliki kehamilan dan persalinan yang sehat.

Salah satu komponen berbahaya yang ada pada asap rokok adalah karbon monoksida dan gas berbahaya lainnya.

Kandungan ini dapat masuk ke tubuh janin melalui Mama, efeknya pun bisa memicu masalah pernapasan akibat perkembangan paru yang terhambat.

National Health Services bahkan menuturkan bahwa bayi yang ibunya saat hamil tetap merokok atau banyak menghirup asap rokok, lebih berisiko memiliki berat badan kurang atau lahir prematur.

Baca juga: Ini Cara Menghentikan Kebiasaan Merokok Sebelum dan Selama Kehamilan

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Merokok saat Hamil!

3. Jarang cek ke dokter

3. Jarang cek ke dokter
Freepik/Pressfoto

Pemeriksaan secara rutin ke dokter atau bidan adalah salah satu hal penting yang perlu dilakukan oleh ibu hamil. Selain mengecek kondisi Mama, saat ke dokter biasanya pemeriksaan menyeluruh juga akan dilakukan terhadap janin.

Dengan begitu, kondisi perkembangan dan kesehatan janin pun bisa diketahui sejak awal, terutama jika ternyata diketahui ada masalah.

Beberapa masalah kesehatan saat hamil diketahui bisa berbahaya jika tidak segera diatasi secepat mungkin. Beberapa bahkan bisa menghambat proses persalinan Mama nantinya.

Selain itu, bisa melihat janin melalui ultrasound (USG) juga bisa menjadi penyemangat bagi Mama dan Papa untuk kembali melakukan pemeriksaan di bulan berikutnya, bukan?

Editors' Picks

4. Tidak mengganti bra khusus ibu hamil

4. Tidak mengganti bra khusus ibu hamil
Pexels/Pixabay

Seiring dengan proses adaptasi tubuh jelang masa persalinan dan menyusui, payudara pun akan melakukan penyesuaian dan memulai produksi air susu ibu. Dengan begitu, ukurannya pun akan membesar.

Proses ini biasanya akan mulai terjadi di trimester kedua, Ma. Oleh sebab itu, untuk menghindari pembengkakkan dan rasa tidak nyaman, sebaiknya mulai ganti dengan bra yang ukurannya lebih besar dan sesuai, ya.

Memaksakan diri tetap menggunakan bra yang sama, atau bahkan yang berkawat, justru bisa membuat payudara menjadi tidak nyaman. Ini terutama saat Mama beristirahat di malam hari.

5. Makan dan minum tidak teratur

5. Makan minum tidak teratur
Pexels/Vincenzo Giove

Tubuh memproduksi lebih banyak cairan tubuh selama kehamilan. Oleh sebab itu, penting bagi Mama untuk rutin minum air putih secara teratur.

Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, cukup minum air putih juga dapat  membantu masalah pencernaan yang disebabkan oleh perubahan hormon.

Tak cuma kebutuhan cairan, kebutuhan nutrisi juga perlu Mama perhatikan di kehamilan trimester kedua. Terutama untuk memastikan tumbuh kembang janin berjalan dengan optimal.

Memiliki pola makan sehat dapat menurunkan risiko komplikasi pada ibu hamil, seperti preeklampsia dan diabetes gestasional.

Demi memenuhi kebutuhan nutrisi Mama, perbanyak konsumsi buah, sayuran dan protein tanpa lemak. Hindari berlebihan mengonsumsi kalori tak terkontrol, karena justru membuat Mama sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan.

6. Jarang olahraga

6. Jarang olahraga
Pexels/Freestocks.org

Trimester pertama bisa menjadi momen yang menguras tenaga bagi tubuh ibu hamil. Perubahan hormon membuat tubuh memproduksi lebih sedikit energi dan dapat mengurangi nafsu makan.

Nah, menjelang trimester kedua, hormon-hormon biasanya sudah menjadi lebih stabil. Namun demikian, tetap perbaiki pola hidup dengan makan makanan bergizi seimbang, banyak minum air putih dan rutin olahraga.

Baca juga: 7 Hal Ini Bisa Terjadi Kalau Kamu Malas Olahraga

7. Tidur dengan posisi terlentang

7. Tidur posisi terlentang
Freepik/Dragana_Gordic

Seiring dengan pertumbuhan janin dan ukuran Mama yang semakin besar, di trimester kedua sebaiknya mulai hindari kebiasaan tidur berbaring terlentang ya, Ma.

Posisi yang bisa Mama terapkan saat hendak beristirahat adalah berbaring ke samping. Jika perlu, gunakan bantal untuk membantu menopang kaki dan kepala Mama.

Perubahan posisi tidur ini bisa Mama mulai lakukan setelah usia kehamilan mencapai 16 minggu. Posisi ini dianggap lebih nyaman saat pertumbuhan janin yang semakin besar menekan pembuluh darah di punggung Mama.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!