Wajib Tahu! Ini 7 Hal yang Dialami Tubuh Mama Pada Trimester Kedua

Apakah Mama merasakan juga perbedaannya?

25 Desember 2018

Wajib Tahu Ini 7 Hal Dialami Tubuh Mama Trimester Kedua
Pixabay/JenniferBayers

Memasuki trimester kedua kehamilan, berbagai hal yang luar biasa akan mulai terjadi pada tubuh Mama.

Ya, organ-organ dalam tubuh Mama mulai menyesuaikan diri dengan adanya janin yang semakin bertumbuh.

Selain itu, beberapa bagian tubuh Mama juga akan mengalami perubahan fungsi.

Ada pula yang mulai bekerja dua kali lebih banyak guna menunjang tumbuh kembang janin.

Apa saja yang sebenarnya terjadi? Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Rahim mulai membesar

1. Rahim mulai membesar
Pixabay/Hioahelsefag

Saat memasuki usia kehamilan di atas 16 minggu, rahim Mama akan mulai bertumbuh dan membesar hingga 14 kali dari ukuran aslinya.

Menurut pakar kebidanan dan kandungan Sheryl Ross, MD, rahim yang tadinya hanya berukuran sebesar buah pir akan membesar sampai berukuran seperti semangka.

Rahim yang membesar ini sangat kuat dan mampu menampung beban hingga rata-rata 3 kg. Termasuk berat tubuh janin, plasenta serta cairan ketuban.

Hebatnya, nanti setelah persalinan ukuran rahim berangsur-angsur akan menyusut kembali seperti sebelumnya, Ma.

2. Jantung memompa lebih banyak

2. Jantung memompa lebih banyak
Pixabay/Greyerbaby

Kebutuhan nutrisi dan oksigen janin dipenuhi melalui tubuh Mama, dalam hal ini aliran darah ekstra yang dialirkan oleh jantung.

Tak heran jika kemudian saat hamil di trimester kedua ini lantas kerja jantung Mama akan menjadi lebih keras. Faktanya, jantung akan memompa darah 40-50 persen lebih banyak dibandingkan saat Mama tidak hamil.

Jumlah darah yang dipompa rata-rata juga meningkat 10-20 kali lebih banyak per menit dibandingkan sebelumnya.

Selain untuk memberikan nutrisi dan oksigen untuk janin melalui tali pusat dan plasenta, suplai darah yang lebih banyak ini juga penting untuk persiapan persalinan nanti.

Itu sebabnya, tak heran jika setelah memasuki trimester kedua biasanya tubuh Mama akan merasa lebih cepat lelah dibandingkan saat trimester pertama.

3. Kerja multifungsi plasenta

3. Kerja multifungsi plasenta
Freepik/V.ivash

Sering disebut juga sebagai organ ‘tree of life’ alias ‘pohon kehidupan’, plasenta memiliki tugas yang semakin penting saat kehamilan Mama sudah memasuki trimester kedua.

Ia tak hanya sekadar memberikan kehidupan pada janin melalui nutrisi dan oksigen, tapi juga membantu menyaring toksin dalam tubuh janin dan memastikan si Kecil dalam kondisi baik-baik saja selama berada dalam tubuh Mama.

Semua tugas-tugas penting tersebut dilakukan oleh plasenta lho, Ma.

Editors' Picks

4. Hormon di payudara mulai memproduksi ASI

4. Hormon payudara mulai memproduksi ASI
Freepik/rawpixel.com

Produksi air susu ibu (ASI) sebenarnya tidak hanya baru dimulai saat Mama selesai melahirkan, melainkan sudah sejak masa kehamilan.

Tepatnya, hormon pemicu produksi ASI akan mulai terproduksi segera setelah Mama hamil. Kemudian saat sudah memasuki usia 20 minggu, susu pertama bayi yang berwarna kekuningan alias kolostrum sudah mulai terproduksi.

‘Kebocoran’ ASI di payudara juga sudah mulai bisa terjadi pada periode waktu ini. Jadi, jangan kaget ya, Ma.

5. Janin mulai belajar buang air besar

5. Janin mulai belajar buang air besar
Pexels/Studio 7042

Selama berada di dalam rahim, janin belajar banyak hal. Termasuk saat usianya sudah mencapai trimester kedua, ada beberapa hal unik yang mulai dilakukan oleh si Kecil.

Salah satunya adalah latihan buang air besar, Ma. Feses yang dihasilkan pada masa awal kehidupan disebut sebagai mekonium.

6. Sistem reproduksi janin mulai aktif

6. Sistem reproduksi janin mulai aktif
Pexels/Alicia Zinn

Memasuki trimester kedua, jenis kelamin janin akan mulai terbentuk. Bukan cuma itu saja, sistem di organ reproduksinya juga sudah mulai bekerja.

Jika janin berjenis kelamin laki-laki, ada kemungkinan ia sudah mulai mengalami ereksi. Tepatnya, saat usia kehamilan Mama sudah mencapai 20-23 minggu, tubuh si Kecil bahkan sudah mulai bisa memproduksi sperma.

Sementara itu,  jika janin berjenis kelamin perempuan, di waktu ini indung telur dan rahimnya sudah mulai terbentuk. Proses produksi sel telurnya juga mulai terbentuk. Hebat ya, Ma!

7. Mulai bisa menangis dalam rahim

7. Mulai bisa menangis dalam rahim
Freepik/Pressfoto

Pada periode waktu ini, janin di dalam kandungan juga sudah mulai bisa berlatih menangis lho, Ma. Coba perhatikan foto-foto cek USG Mama, adakah yang menunjukkan ekspresi tangisan si Kecil?

Jika ada, jangan dulu khawatir ia sedang sedih di dalam sana ya, Ma. Berbagai ekspresi dan bahkan raut wajah seperti sedang menangis ini dibuat oleh janin sebagai bentuk komunikasi.

Ya, janin sedang berlatih keterampilan penting untuk berkomunikasi dengan Mama dan orang-orang di sekitarnya. Inilah kemudian yang akan menjadi refleks pertamanya kelak setelah dilahirkan: menangis keras.

Jadi, bersiap-siap ya, Ma!