Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Dirasakan Tubuh saat Janin Tidak Berkembang?
Pexels/MART PRODUCTION
  • Janin tidak berkembang dapat ditandai gerakan janin tak terasa, USG tidak normal, hCG menurun, atau detak jantung tidak terdeteksi pada pemeriksaan lanjutan.

  • Tubuh ibu hamil mungkin mengalami payudara tidak lagi sensitif atau mengecil, serta morning sickness berkurang sebelum trimester pertama berakhir.

  • Tanda lain yang perlu diperhatikan meliputi demam, kram berlebihan yang makin kuat, dan keluarnya cairan ketuban sebelum waktunya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Janin yang tidak berkembang dapat ditandai dengan beberapa kondisi selama kehamilan. Ciri-cirinya bisa diketahui melalui gerakan janin yang tidak terasa, hasil pemeriksaan USG yang tidak normal, kadar hormon hCG yang menurun, hingga detak jantung bayi yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan berikutnya.

Selain tanda-tanda tersebut, tubuh ibu hamil juga dapat mengalami beberapa perubahan yang perlu diperhatikan. Lantas, apa saja yang mungkin dirasakan tubuh saat janin tidak berkembang?

Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasan lengkapnya di bawah ini. Yuk, disimak!

1. Payudara tidak lagi sensitif

Magnific

Perubahan pada payudara menjadi salah satu kondisi yang dapat dirasakan selama kehamilan. Payudara biasanya menjadi bagian tubuh yang lebih sensitif ketika seorang perempuan sedang mengandung.

Namun, pada kondisi janin yang tidak mengalami perkembangan, payudara dapat menjadi tidak sensitif. Ukurannya juga dapat mengecil karena hormon yang mendukung pertumbuhan bayi sudah terhenti.

Perubahan ini menjadi salah satu kondisi yang dapat dirasakan oleh ibu hamil ketika terjadi perubahan pada kehamilan.

2. Morning sickness berkurang

Magnific

Morning sickness atau mual dan muntah di pagi hari merupakan kondisi yang umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama.

Ketika gejala tersebut berkurang sebelum trimester pertama berakhir, ibu hamil perlu memperhatikan perubahan tersebut. Berkurangnya morning sickness dapat menjadi salah satu ciri yang berkaitan dengan janin tidak berkembang karena kadar hormon hCG yang berkurang.

Hormon hCG sendiri diproduksi selama kehamilan dan dalam kondisi normal akan terus meningkat pada usia kehamilan 9 hingga 16 minggu. Sementara itu, pada kondisi yang tidak normal, kadar hCG dapat lebih rendah dari sebelumnya.

3. Mengalami demam

Magnific

Demam juga termasuk kondisi yang dapat dirasakan oleh ibu hamil. Kondisi ini merupakan reaksi tubuh ketika sedang melawan infeksi.

Oleh karena itu, demam dapat muncul sebagai salah satu kondisi yang menyertai masalah selama kehamilan. Perubahan kondisi tubuh seperti ini perlu diperhatikan bersamaan dengan tanda lain yang dirasakan selama kehamilan.

4. Mengalami kram

Magnific

Kram merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami ibu hamil. Namun, rasa kram yang berlebihan perlu diperhatikan, terutama ketika rasa tersebut cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.

Kondisi kram yang semakin kuat dapat menjadi salah satu tanda yang berkaitan dengan janin tidak berkembang.

5. Keluar cairan ketuban

Magnific

Keluarnya air ketuban sebelum waktunya atau sebelum waktu melahirkan juga dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.

Pada kondisi normal, janin berada di dalam kandungan dan dikelilingi oleh air ketuban. Air ketuban tersebut berada di dalam kantung yang menahan cairan selama kehamilan.

Ketika air ketuban keluar sebelum waktunya, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa kantung yang menahannya telah pecah. Keluarnya cairan ketuban menjadi salah satu perubahan yang dapat dirasakan ibu hamil selama kehamilan.

Nah, itu dia beberapa hal yang dirasakan tubuh saat janin tidak berkembang, mulai dari perubahan pada payudara, berkurangnya morning sickness, demam, kram, hingga keluarnya cairan ketuban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article