7 Zat Berbahaya Penyebab Autisme pada Janin

Ibu hamil harus waspada terhadap paparan zat-zat ini!

13 Oktober 2019

7 Zat Berbahaya Penyebab Autisme Janin
Freepik/yanalya

Baik atau tidaknya kondisi kehamilan bukan hanya dipengaruhi dari faktor genetik atau seberapa besar nutrisi yang terpenuhi. Tetapi, faktor lingkungan yang buruk, termasuk paparan zat beracun tertentu  juga mempunyai dampak bagi kehamilan, salah satunya adalah meningkatnya risiko autisme pada bayi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tahun 2009, diperkirakan di Amerika Serikat saja tercatat 1 dari 70 anak laki-laki dan 1 dari 315 anak perempuan saat ini memiliki gangguan spektrum autisme.

Sedangkan di Indonesia belum ada data yang pasti.

Diperkirankan, penyandang gangguan spektrum autisme di Indonesia yaitu 2,4 juta orang dengan peningkatan 500 orang per tahun.

Para ahli memaparkan, peningkatan kasus autisme tiap tahunnya bisa disebabkan karena belum adanya kesadaran tentang faktor risiko yang ditimbulkan dari lingkungan dalam beberapa dekade terakhir, serta pentingnya untuk melakukan deteksi dini.

Autisme Akibat Paparan Lingkungan

Autisme Akibat Paparan Lingkungan
Freepik/whatwolf

Seorang dokter anak asal California, Harvey Karp, MD memaparkan, janin tidak memiliki sistem untuk mendetoksifikasi bahan berbahaya dan memperbaiki kerusakan sel, seperti layaknya orang dewasa. Karena itulah paparan bahan kimia atau zat berbahaya pada janin, bahkan dalam jumlah kecil saja bisa mengganggu perkembangannya.

Itulah alasan mengapa perempuan yang sedang hamil harus menghindari bahan kimia dan racun jenis tertentu, terutama pada trimester awal dan kedua untuk meminimalisir risiko berkembangnya autisme.

Sayangnya, beberapa jenis kimia tersebut sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa jenis kandungan bahan kimia dan racun yang berkontribusi dalam berkembangnya risiko autisme.

1. Arsenik melalui pencemaran udara

1. Arsenik melalui pencemaran udara
autismspeaks.org

Arsen atau sering disebut arsenik adalah suatu zat kimia yang biasanya digunakan dalam pembuatan insektisida atau obat pembunuh serangga, obat pemberantas gulma, dan berbagai senyawa lain.

Arsenik juga bisa ditemukan di industri dalam bentuk gas yang sangat beracun bila terhirup. Paparan arsenik dari udara tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme.

Dalam laporan The Science of the Total Environment tahun 2015, para peneliti melihat adanya keterkaitan antara paparan polusi udara pada janin, termasuk arsenik dengan tingkat gangguan spektrum autisme. Mereka menemukan bahwa prevalensi autisme lebih tinggi berada di daerah yang paling dekat dengan kawasan industri.

Dalam penelitian lain, tim internasional juga mengamati kadar arsenik pada urine 261 anak yang tinggal di kawasan industri dan pertambangan. Mereka menemukan bahwa kadar arsenik dalamurin telah memicu terjadinya gangguan perhatian atau fungsi kognitif, bahkan pada tingkat yang dianggap aman.

2. Paparan fluoride yang berlebihan dalam air kemasan

2. Paparan fluoride berlebihan dalam air kemasan
Freepik/topntp26

Selain dalam pasta gigi, kandungan fluoride bisa ditemukan dalam air yang kita konsumsi sehari-hari. Hal itu terjadi karena adanya proses mineralisasi alami pada air tanah yang melewati pegunungan. Tinggi rendahnya kandungan fluoride dalam air tergantung dari batuan dan mineral yang dilewatinya.

Namun, beberapa produsen juga menambahkan kandungan fluoride pada air kemasan atau pasta gigi karena zat ini bisa mencegah timbulnya karang gigi, gigi berlubang, serta bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Namun, dosis fluoride tetap ada aturan khususnya. SNI menetapkan kandungan fluoride dalam air kemasan harus kurang dari 0,5 mg/L.

Penambahan fluoride yang berlebihan disebut dapat menyebabkan kematian pada sel saraf dan perubahan biokimia pada otak yang sedang berkembang, seperti kasus autisme.

Penelitian juga menunjukkan, anak-anak yang terpapar kandungan fluoride yang tinggi mengalami penurunan IQ rata-rata sebesar 7 poin. Jadi, pastikan memilih air kemasan yang sudah memenuhi standar ya, Ma!

3. Kandungan methylmercury dari makanan

3. Kandungan methylmercury dari makanan
freepik

Methylmercury adalah bentuk organik dari merkuri yang banyak ditemukan pada ikan dan kerang. The Environmental Protection Agency menjelaskan bahwa paparan kandungan ini sangat membawa dampak pada bayi maupun anak-anak, seperti mengganggu perkembangan neurologis, masalah memori, mengganggu keterampilan motorik halus, perhatian, bahasa, pola pikir kognitif, dan keterampilan spasial visual.

Kerusakan tersebut dapat di mulai di dalam rahim, ketika ibu hamil mengonsumsi ikan dan kerang yang mengandung methylmercury.

Batasi konsumsi seafood saat hamil yang kemungkinan sudah terpapar bahan berbahaya ini. Pilihlah makanan laut yang berkualitas baik dan diolah matang dengan benar.

Editors' Picks

4. Distruptor endokrin

4. Distruptor endokrin
freepik

Distruptor endokrin adalah senyawa kimia yang dapat mengganggu sistem endokrin, atau sistem tubuh yang bertugas mengatur hormon. Bahan kimia ini juga berpotensi mengganggu perkembangan kehamilan.

Ada ratusan jenis distruptor endokrin, salah satu yang paling terkenal adalah bisphenol-A, atau BPA yang banyak terdapat pada botol atau perlengkapan makan yang terbuat dari plastik. Karena itu, pilih perlengkapan makan yang berlabel BPA Free ya, Ma!

Baca juga: Bukan Vaksin tetapi BPA yang Diduga Menyebabkan Autisme

5. Toluena

5. Toluena
freepik

Bahan kimia tak berwarna yang larut di dalam air. Pelarut yang memiliki bau yang kuat dank has ini umumnya ditemukan dalam cat kuku, perekat atau lem, bensin, thinner, wewangian sintetis dan asap rokok.

Ibu hamil yang terpapar zat ini dapat menyebabkan masalah perkembangan pada otak dan defisit perhatian pada anaknya kelak.

Itu sebabnya ibu hamil disarankan untuk hindari asap rokok, produk yang beraroma, termasuk lilin, dupa, penyegar udara, dan produk perawatan pribadi yang mengandung bahan wewangian.

6. Asap knalpot

6. Asap knalpot
freepik

Racun yang terdapat di dalam asap knalpot kendaraan bermotor, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida dan sulfur dioksida dapat meningkatkan risiko autisme pada janin. Sebaiknya Mama memakai masker saat keluar rumah.

7. Pestisida

7. Pestisida
freepik

Buah-buahan dan sayuran yang terpapar pestisida bisa meningkatkan risiko berkembangnya spektrum autisme pada bayi jika termakan oleh ibu hamil.

Jika memungkinkan, beli produk dan makanan organik, serta bersihkan semua buah dan sayuran secara menyeluruh.

Memang tidak selalu memungkinkan untuk menghindari paparan racun-racun ini di lingkungan kita. Tetapi, mengetahui mana yang berbahaya bagi kesehatan janin dapat membantu meringankan dampaknya. Mama bisa melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi risikonya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!