Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bahaya Menahan Kencing saat Hamil yang Jarang Disadari
Magnific.com/DC Studio

  • Menahan kencing saat hamil dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, sehingga ibu hamil disarankan untuk tidak menahannya terlalu lama.
  • Sering buang air kecil selama kehamilan merupakan hal normal akibat perubahan hormon dan tekanan rahim pada kandung kemih.
  • Ibu hamil perlu segera berkonsultasi ke dokter bila mengalami nyeri, rasa terbakar, atau cairan berwarna tidak biasa saat buang air kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hamil, Mama biasanya lebih sering buang air kecil atau kencing. Meski normal, terus menerus ke toilet untuk buang air kecil tentu melelahkan.

Sering buang air kecil pun membuat Mama tidak nyaman ketika harus bepergian dengan kendaraan. Misalnya ketika sedang melakukan perjalanan dengan mobil. Bila tidak menemukan toilet, Mama mungkin harus menahan kencing.

Bila ini terjadi, adakah bahaya menahan kencing saat hamil?

Nah, untuk mencegah mengalami masalah kesehatan saat hamil, Popmama sudah merangkum jawabannya khusus untuk Mama pada ulasan berikut ini.

Bahaya Menahan Kencing saat Hamil yang Jarang Disadari

Magnific.com/senivpetro

Mama mungkin kerap melakukan perjalanan dengan kendaraan. Saat berada di bus, mobil, atau kendaraan umum, Mama yang sedang hamil kesulitan untuk menemukan toilet agar bisa buang air kecil.

Oleh karena itu, Mama pun terpaksa harus menahan kencing sampai menemukan toilet. Tapi adakah bahaya menahan kencing saat hamil?

Dikutip dari unggahan dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG di laman Instagram pribadinya @dokterkeven, ibu hamil tidak boleh terlalu sering menahan kencing. Pasalnya, semakin sering ibu hamil menahan buang air kecil, maka risiko terkena infeksi saluran kemih pun semakin tinggi, Ma.

Namun bukan berarti Mama harus mengurangi minum agar tidak sering buang air kecil, ya, Ma. Ibu hamil harus tetap terhidrasi dan minum air setidaknya 2 liter dalam sehari. Jangan khawatir bila ibu hamil sering buang air kecil. Dengan sering buang air kecil, bakteri yang ada di saluran kencing pun bisa ikut keluar lewat urine.

Mengapa Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil?

Pexels/Miriam Alonso

Buang air kecil lebih sering selama kehamilan adalah hal yang normal.

Otot dasar panggul yang lemah merupakan salah satu penyebab sering buang air kecil selama kehamilan. Otot dasar panggul Mama menopang organ-organ berikut ini di panggul:

  • kandung kemih

  • rahim

  • usus

Selama kehamilan, perubahan hormonal dan berat badan ekstra dari janin yang sedang berkembang dapat melemahkan otot dasar panggul ibu hamil.

Kapan Mama Harus Menemui Dokter?

Unsplash/Felipe Queiroz Alves

Meskipun sering buang air kecil selama kehamilan cukup normal, dalam beberapa situasi sebaiknya ibu hamil menemui dokter. Ibu hamil harus segera mencari perawatan dari dokter atau bidan jika ibu hamil melihat sesuatu yang berwarna hijau atau cokelat dalam cairan yang keluar selama kehamilan. Ini mungkin cairan ketuban yang terkontaminasi, bukan urine.

Jika Mama khawatir tentang seberapa sering Mama perlu buang air kecil selama kehamilan, bicarakan dengan dokter atau bidan.

Mama perlu berbicara dengan dokter atau bidan jika saat buang air kecil, Mama merasakan:

  • rasa perih

  • rasa terbakar

  • nyeri

Ini mungkin merupakan tanda bahwa Mama mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Mama perlu segera mendapatkan perawatan untuk infeksi saluran kemih (ISK).

Inkontinensia dan Sering Buang Air Kecil saat Hamil

Pexels/Pavel Danilyuk

Sering buang air kecil dapat berhubungan dengan inkontinensia. Ini terjadi ketika Mama mengeluarkan atau bocor urine secara tidak sengaja — tanpa dapat mengendalikannya.

Inkontinensia selama kehamilan dapat memengaruhi kemampuan Mama untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bicaralah dengan dokter jika Mama mengalami sering buang air kecil atau kebocoran urine yang memengaruhi kehidupan Mama, selama atau setelah kehamilan.

Tanyakan kepada dokter atau bidan tentang apa yang dapat Mama lakukan untuk membantu mengatasi inkontinensia.

Sering buang air kecil adalah hal yang umum terjadi di setiap tahap kehamilan.

Selama tahap awal, perubahan hormonal meningkatkan frekuensi Mama perlu menggunakan toilet.

Di akhir kehamilan, rahim membesar untuk menampung janin yang sedang tumbuh. Rahim Mama menekan kandung kemih dan usus dan membuat Mama lebih sulit untuk menunggu di antara buang air kecil.

Pada beberapa minggu terakhir kehamilan, Mama mungkin kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih Mama sepenuhnya.

Menjelang akhir kehamilan, Mama mungkin sedikit mengompol saat:

  • batuk

  • bersin

  • mengangkat barang

Ini terjadi karena tindakan-tindakan ini memberi tekanan lebih pada dasar panggul Mama. Pada banyak orang, dasar panggul menjadi lemah selama kehamilan.

Penting untuk diingat bahwa sering buang air kecil selama kehamilan adalah hal yang umum. Jika Mama menyadari hal itu memengaruhi aktivitas harian dan kualitas hidup Mama, bicarakan dengan dokter atau bidan. Mereka dapat memberi Mama saran dan informasi tentang perawatan dan dukungan apa yang tersedia.

Itu penjelasan tentang bahaya menahan kencing saat hamil. Apakah Mama juga sering menahan kencing saat hamil?

Editorial Team