Ringgo Ngidam Setiap Sabai Morscheck Hamil, Ini Dia Penyebabnya!

Para suami ada yang ikutan ngidam juga nggak nih, Ma?

14 Juli 2020

Ringgo Ngidam Setiap Sabai Morscheck Hamil, Ini Dia Penyebabnya
Instagram.com/sabaidieter

Sabai Dieter Morscheck dan Ringgo Agus Rahman termasuk salah satu pasangan artis yang sedang menanti kelahiran anak kedua di keluarga kecil mereka. Bjorka sebentar lagi akan menjadi seorang kakak karena usia kehamilan sang Mama udah masuk minggu ke-24. 

Di trimester kedua kehamilan kali ini, Sabai dan Ringgo saling menjaga kesehatan satu sama lain apalagi sekarang masih dalam situasi pandemi Covid-19. 

Melalui unggahan Instagram pribadinya, Sabai sempat menceritakan keseruan saat hamil anak kedua. Ia menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan ngidam, bahkan kondisi tersebut sempat juga terjadi ketika hamil Bjorka. 

"Entah ya aku nggak tau rasanya ngidam itu kayak gimana. Dari hamil Bjorka yang ngidam si Baba terus," tulis Sabai dalam unggahannya di Instagram pada Senin (13/7/2020). 

Menurut cerita Sabai, fase ngidam justru terjadi pada sang Suami. Tak hanya ngidam makanan saja, namun Ringgo bisa membeli beberapa barang seperti kamera hingga drum. 

Dari hamil Bjorka yang ngidam si Baba terus dari doi pengen makan makanan sunda, makan di Bogor malam-malam lah, beli kamera lah. Eh hamil kedua juga gitu, Baba pengin hair dryer lah, drum lah, tanah di Jogja lah (amin kalau ini mah). Apalagi kalau ngidamnya liburan, amin keras #YangHamilSiapa #YangNgidamSiapa #Sabai20Weeks. 

Perlu diketahui bahwa suami pun juga bisa mengalami gejala kehamilan seperti ibu hamil, termasuk ngidam. Fase ngidam yang dialami oleh para suami termasuk Ringgo disebut sebagai couvade syndrome atau symphatetic pregnancy.

Sebuah penelitian dari St. George University membuktikan bahwa hormon tubuh suami akan meningkat seiring bertambahnya usia kandungan sang Istri. 

"Baba suami idaman = idam-an = alias tukang ngidam. Tiap hamil bukan istrinya yang ngidam, tetapi doi dengan nggak tau dirinya," tulis Sabai. 

Jika ingin mengetahui beberapa informasi terkait fase ngidam yang dialami oleh suami ketika istri sedang hamil, kali ini Popmama.com akan membahasnya. 

Yuk, disimak untuk mendapatkan wawasan baru!

Editors' Picks

1. Suami bisa mengalami perasaan dan gejala kehamilan layaknya ibu hamil

1. Suami bisa mengalami perasaan gejala kehamilan layak ibu hamil
Freepik/prostooleh

Suami yang mulai merasakan gejala-gejala serupa dengan ibu hamil, menjadi tanda bahwa dirinya sedang mengalami couvade syndrome atau symphatetic pregnancy.

Bukan tanpa alasan, kehamilan simpatik bisa dialami oleh sebagian suami karena memiliki simpati yang tinggi terhadap kehamilan istrinya. Gejala ini menjadi bukti bahwa ada kedekatan emosional suami dalam menyambut kelahiran anak mereka.

Kondisi kehamilan simpatik yang terjadi bisa dikarenakan perubahan hormon. Perubahan dan peningkatan hormon ini bisa terjadi karena kedekatan pasangan yang begitu kuat selama masa-masa kehamilan. 

Peningkatan hormon prolaktin dan kortisol pada laki-laki dapat memungkinkan dirinya mengalami gejala kehamilan serupa seperti yang dirasakan oleh sang Istri. 

2. Suami harus belajar menerima berbagai gejala couvade syndrome, termasuk fase ngidam

2. Suami harus belajar menerima berbagai gejala couvade syndrome, termasuk fase ngidam
Freepik/katemangostar

Dorongan kehamilan simpatik yang terjadi pada sebagian suami bisa disebabkan karena terlalu memikirkan kondisi kandungan, bahkan ikut merasakan ketidaknyamanan yang dialami oleh istri selama proses kehamilan.

Ada beberapa gejala yang bisa muncul ketika suami mengalami couvade syndrome, antara lain: 

  • Sakit punggung,
  • sakit perut atau kram,
  • mual yang berujung muntah,
  • mengalami gangguan pernapasan,
  • perut kembung dan nyeri ulu hati,
  • adanya iritasi pada saluran kencing,
  • badan merasa lemas dan pegal-pegal,
  • selera makan menurun dan mengalami perubahan pada berat badan. 

Selain gejala tersebut, para suami juga bisa ikutan ngidam yang seharusnya dirasakan oleh ibu hamil. Walau terdengar aneh, namun suami perlu belajar menerima fase ngidam tersebut. 

Tak jarang kondisi ini membuat laki-laki merasa tidak nyaman. Ketika couvade syndrome tidak bisa ditangani dengan baik, maka dapat berpengaruh terhadap psikologisnya. 

Kehamilan simpatik ini dapat memicu rasa cemas, depresi, gangguan pola tidur, perubahan suasana hati, hingga menurunkan gairah seks. 

3. Bagaimana solusi saat suami mengalami couvade syndrome dan mulai ngidam?

3. Bagaimana solusi saat suami mengalami couvade syndrome mulai ngidam
Freepik

Suami yang mengalami couvade syndrome dan mulai ngidam pasti akan merasa aneh dengan dirinya sendiri. Fase yang terjadi di dalam hidupnya tersebut akan membuat suami kebingungan apalagi ketika baru pertama kali mengalami ngidam. 

Saat suami merasa tidak menerima couvade syndrome, istri perlu mendampingi dan mengajaknya berdiskusi. 

Berdiskusilah bersama untuk sekadar membicarakan masalah ini. Berikan juga pengertian kepada pasangan agar bisa mengakui dan menerima fase couvade syndrome yang sedang terjadi padanya. 

Selain itu, carilah informasi mengenai kehamilan simpatik yang bisa terjadi pada para suami ketika istrinya hamil. Dengan komunikasi serta saling menenangkan, maka fase ini bisa dilewati dapat dilewati.

Ketika kondisi couvade syndrome terasa menganggu dan tidak nyaman, coba untuk mencari bantuan ke orang-orang yang lebih profesional agar masalah ini bisa cepat teratasi.

Semoga beberapa informasi di atas bisa menjadi ilmu baru ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.