Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ibu Hamil Bisa Dapat Keutamaan Malam Lailatur Qadar dengan Amalan Ini!
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Malam Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan.

  • Ibu hamil tetap bisa meraih keutamaan malam ini lewat amalan.

  • Waktu pasti Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu malam yang paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar. Malam ini dikenal penuh berkah dan disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, nilai ibadah pada malam ini sangat besar bagi umat muslim.

Karena keistimewaannya, banyak umat Islam berlomba-lomba meraih keutamaan malam Lailatul Qadar melalui berbagai bentuk ibadah. Bagi ibu hamil yang tidak berpuasa karena alasan kesehatan atau merasa kesulitan menjalankan shalat tarawih, keutamaan malam ini tetap bisa diraih melalui amalan lain yang sesuai kondisi ibu hamil.

Berikut Popmama.com siapkan rangkuman ibu hamil bisa dapat keutamaan malam Lailatur Qadar dengan amalan ini!

1. Zikir

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Zikir artinya mengingat dan menyebut nama Allah. Bagi ibu hamil, zikir bisa menjadi “pengisi tenaga rohani” karena setiap kata membawa kekuatan dan ketenangan. Pada malam Lailatul Qadar, zikir  termasuk amalan yang ringan dilakukan tetapi pahalanya besar.

Beberapa zikir yang bisa rutin dibaca antara lain adalah:

  • Subhanallah (Mahasuci Allah)

  • Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)

  • Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)

  • Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

2. Membaca selawat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bagi ibu hamil, membaca selawat termasuk ibadah yang ringan namun sangat dianjurkan, terutama pada malam Lailatul Qadar. Amalan ini dapat membawa berkah serta ketenangan bagi ibu dan calon anak dalam kandungan.

Dalam Islam, selawat menjadi wujud penghormatan sekaligus permohonan agar Allah senantiasa melimpahkan rahmat, kemuliaan, dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain menunjukkan kecintaan kepada Nabi, membaca selawat juga menjadi sarana membuka pintu rahmat. Ada banyak bacaan selawat yang bisa dilakukan.

Salah satu yang paling sering dibaca adalah, “Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad." Artinya, "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad." Bacaan ini termasuk selawat ringkas yang bisa digunakan dalam zikir atau sebagai pembuka doa.

Selain itu, ibu hamil juga bisa membaca selawat seperti “Allahumma shalli ‘alaa Muhammadinin ‘abdika wa rasulika nabiyyil ummi wa ‘alaa aalihii wa sallim.” Artinya, "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, hamba-Mu, Nabi-Mu, dan utusan-Mu yang ummi, serta limpahkan rahmat kepada keluarganya dan para sahabatnya."

3. Bersedekah dan berbagi kebaikan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bersedekah tidak hanya terbatas pada uang, tetapi bisa berupa senyuman, waktu, atau tenaga. Bagi ibu hamil, menebar kebaikan bisa dimulai dari diri sendiri dengan menjaga kesehatan dan asupan makanan agar janin mendapat nutrisi yang optimal. Langkah sederhana ini sekaligus menjadi bentuk sedekah karena menjaga diri sendiri adalah bagian dari merawat amanah Allah SWT.

Ibu hamil juga bisa berbagi kebaikan dengan orang lain secara ringan. Misalnya, mengirim makanan sehat atau takjil kepada tetangga, keluarga atau orang yang membutuhkan. Tindakan ini tidak hanya menebar kebaikan, tetapi juga memberikan rasa kepedulian sosial.

Selain itu, berbagi kebaikan bisa dilakukan melalui doa bagi orang lain. Ibu hamil dapat mendoakan kebaikan untuk keluarga, teman, atau masyarakat sekitar. Semua amalan ini, bisa menjadi sarana meraih berkah malam Lailatul Qadar.

4. Memperbanyak doa dan memohon ampunan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam penuh ampunan, di mana pahala ibadah dilipatgandakan dan doa dikabulkan. Bagi ibu hamil, memperbanyak doa dan istighfar pada malam ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena bisa dilakukan meski tidak berpuasa karena alasan kesehatan.

Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memohon ampun atas kesalahan di masa lalu, sekaligus memohon petunjuk, keselamatan, dan perlindungan untuk masa depan, baik bagi diri sendiri maupun calon anak yang akan lahir ke dunia.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu keutamaan malam Lailatul Qadar adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa beribadah di malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, ia akan diampuni dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu Malam Lailatul Qadar merupakan waktu diturunkannya Al-Qur’an secara utuh, sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (langit dunia). Pada malam ini juga, para malaikat turun ke bumi untuk mendoakan dan memberi salam kepada hamba yang beribadah.

Allah juga menetapkan berbagai takdir setahun ke depan, termasuk rezeki, kehidupan, dan kematian. Bagi ibu hamil, mengetahui keistimewaan malam ini dapat menambah motivasi untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amalan lainnya demi ketenangan batin dan keberkahan bagi dirinya serta janin di dalam kandungan.

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Waktu pasti malam Lailatul Qadar tidak diketahui. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Beliau bersabda:

"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan" (HR. Bukhari).

Beberapa malam yang paling sering disebut sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar antara lain malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.

Itulah informasi seputar cara ibu hamil bisa mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar melalui amalan. Yuk kita perbanyak ibadah di bulan suci ini, Ma!

Editorial Team