Efek Suara Bising pada Janin yang Ada dalam Kandungan Mama

Salah satunya adalah dapat menyebabkan kelahiran prematur.

4 Desember 2018

Efek Suara Bising Janin Ada dalam Kandungan Mama
Pixabay/InspiredImages

Apakah mama bekerja dalam lingkungan yang berisik? Misalnya di lingkungan yang terdapat suara mesin-mesin. Atau apakah di waktu libur panjang nanti, mama berencana untuk menghadiri konser musik?

Dalam kondisi hamil, bekerja atau beraktivitas di lingkungan yang terdapat suara-suara bising ternyata dapat mempengaruhi mama dan juga janin, lho! Waduh!

Maka dari itu, ada baiknya mama cari tahu lebih dalam lagi tentang keterkaitan suara bising tersebut dengan kehamilan mama, ya!

Berikut Popmama.com berikan informasinya.

Janin dapat mulai mendengar pada trimester kedua

Janin dapat mulai mendengar trimester kedua
Flickr.com/socialmediasl444

Janin mulai mendeteksi suara—biarpun terbatas—pada sekitar minggu 16 kehamilan. Kemudian sekitar minggu 22 atau memasuki bulan kelima kehamilan, koklea atau telinga akan terbentuk sepenuhnya pada janin.

Meskipun tidak pada level yang sama, di bulan kelima kehamilan mama tersebut, bayi dapat mendengar apa yang mama dengar.

Jadi, suara-suara bising yang ada di sekitar mama secara otomatis dapat memicu reaksi dari janin.

Suara keras dapat berbahaya bagi janin

Suara keras dapat berbahaya bagi janin
Pixabay/Sbtlneet

Memang benar telinga janin terlindung dengan baik oleh otot perut, plasenta, dan cairan ketuban mama. Sehingga, suara yang didengar janin mungkin akan teredam atau lebih lembut,

Namun, setiap kehamilan dan janin itu berbeda, jadi mama tidak bisa langsung tahu jenis atau intensitas kebisingan yang dapat berakibat fatal bagi telinga janin mama.

Namun, untuk mama ketahui, dalam halaman parenting.firstcry.com, suara keras dapat membahayakan janin dengan cara-cara berikut:

1. Membuat janin mama terkejut

1. Membuat janin mama terkejut
Unsplash/freestocks.org

Saat hamil, suara keras atau musik keras dapat mengejutkan janin mama. Suara keras dapat menyebabkan janin bergerak cepat  atau melakukan pergerakan yang intens di dalam rahim mama.

Editors' Picks

2. Mempengaruhi pendengaran janin

2. Mempengaruhi pendengaran janin
Pixabay/boristrost

Suara atau musik keras dapat mempengaruhi kemampuan pendengaran janin. Karena untuk mama ketahui, manusia dapat menahan suara hingga 80 desibel dan suara di atas tingkat ini dapat menimbulkan ancaman kuat terhadap kemampuan pendengaran.

3. Menyebabkan perubahan struktur otak

3. Menyebabkan perubahan struktur otak
Pixabay/TheDigitalArtist

Dalam berbagai penelitian yang dilakukan pada hewan yang berbeda, musik keras atau suara keras apa pun dapat mempengaruhi atau menyebabkan perubahan dalam struktur otak janin. Hasil tersebut juga diduga akan berdampak pada janin mama. Maka itu, cobalah untuk menghindari suara keras selama kehamilan.

4. Meningkatkan risiko lahir prematur

4. Meningkatkan risiko lahir prematur
Unsplash/Patricia Prudente

Ada banyak alasan yang dapat menyebabkan mama melahirkan prematur. Salah satunya adalah karena paparan suara keras. Dalam beberapa penelitian, diamati bahwa paparan suara keras dapat mengurangi periode kehamilan dari 40 minggu menjadi 37 minggu.

5. Menyebabkan abnormalitas/kelainan

5. Menyebabkan abnormalitas/kelainan
Unsplash/Aditya Romansa

Paparan suara keras yang didengar terus-menerus dapat menjadi ancaman besar bagi janin karena dapat menyebabkan kelainan. Suara keras dapat menyebabkan hipertensi atau stres pada mama. Kondisi inilah yang memiliki dampak langsung pada perkembangan janin dan dapat menyebabkan berbagai kelainan bawaan. Hal ini juga dapat mempengaruhi kemampuan motorik dan dalam beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah.

Oleh karena itu, untuk melindungi diri mama dan juga janin, mama harus menjauhi jenis-jenis suara yang dinilai dapat membahayakan, ya! Misalnya suara tembakan, suara keras pesawat jet, dan musik keras di konser.  Intinya, jauhi suara-suara yang melebihi 80 desibel, ya!