Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Perawatan Gigi saat Hamil: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Freepik/press
  • Perawatan gigi selama kehamilan aman dan penting dilakukan untuk mencegah gingivitis serta infeksi yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
  • Ibu hamil disarankan rutin menyikat gigi dengan pasta ber-fluoride, menggunakan benang gigi, menjaga hidrasi, serta berkumur setelah muntah untuk melindungi enamel gigi.
  • Hindari rontgen kecuali darurat, batasi konsumsi gula, jangan tunda perawatan gigi bermasalah, dan tunda prosedur kosmetik seperti pemutihan hingga setelah melahirkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Begitu Mama mengetahui bahwa Mama hamil, setiap bagian dari kehidupan sehari-hari Mama menjadi pertanyaan. Berapa banyak kopi yang boleh saya minum? Apakah boleh berhubungan seks? Dan bagaimana dengan janji temu dokter gigi?

Intinya: Ya, aman (dan bijaksana) untuk mengunjungi dokter gigi selama kehamilan. Perawatan kesehatan mulut – termasuk pembersihan gigi, rontgen, obat pereda nyeri, dan anestesi lokal – aman selama kehamilan.

Namun, agar Mama dan janin selalu sehat, Mama tentu ingin memastikan agar perawatan gigi aman untuk kehamilan dan janin.

Agar Mama tidak bingung, Popmama sudah merangkum tips perawatan gigi saat hamil, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Mengapa Merawat Gigi saat Hamil sangat Penting?

Pexels/Andrea Piacquadio

Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin, pembersihan, dan perawatan yang diperlukan selama kehamilan. Sekitar setengah dari wanita mengalami gingivitis kehamilan, bentuk ringan dari penyakit gusi yang biasanya hilang setelah melahirkan.

Mama dapat menyalahkan hormon; hormon membuat gusi lebih mudah teriritasi oleh plak dan dapat menjadi merah, lunak, dan sakit (dan mungkin berdarah). Jika gingivitis tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius hingga dapat kehilangan gigi.

Dalam kasus yang parah, ibu hamil yang mengalami pertumbuhan bakteri berlebihan di mulutnya (seperti pada penyakit periodontitis, infeksi gusi yang serius) dapat berdampak pada janin. Penelitian menemukan adanya korelasi antara hal tersebut dengan persalinan prematur. Terdapat pula potensi penularan bakteri ke bayi baru lahir, yang nantinya dapat menyebabkan masalah kesehatan rongga mulut seperti gigi berlubang sejak dini.

Selama kehamilan, sikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride sebanyak dua kali sehari (pagi dan malam) dan gunakan benang gigi sebanyak sekali sehari.

Jika Mama muntah karena mual, Mama dapat menyegarkan mulut dengan berkumur menggunakan obat kumur, air biasa, atau campuran secangkir air dan satu sendok teh soda kue. Kemudian sikat gigi sekitar 30 menit kemudian untuk membantu menghilangkan sisa asam lambung yang tertinggal di rongga mulut. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat kondisi asam dapat mengikis enamel gigi.

Sangat umum bagi ibu hamil untuk mengabaikan perawatan gigi karena mual atau kelelahan umum. Beberapa pasien juga melaporkan tidak menyukai rasa atau bau pasta gigi saat mual. ​​Sebaliknya, asam lambung akibat muntah yang terlalu sering dapat menyebabkan terjadinya erosi enamel. Oleh karena hal tersebut, beberapa ibu hamil akan menyikat gigi dengan lebih sering, padahal hal ini justru dapat memperburuk keadaan.

Refleks muntah juga meningkat selama masa kehamilan dan aktivitas menyikat gigi dapat merangsang rekleks tersebut. Menyikat gigilah dengan lembut dan perlahan. Jika Mama muntah saat menyikat gigi, cukup bilas mulut Mama dengan air setelahnya.

Perawatan Gigi saat Hamil: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Pexels/andreapiacquadio

Meski sedang hamil, Mama harus tetap rutin untuk merawat gigi, ya.

Berikut tips perawatan gigi saat hamil yang bisa Mama terapkan:

  • Tetaplah menyikat gigi dan menggunakan benang gigi setiap hari

Gusi Mama mungkin terasa lebih sensitif atau lebih mudah berdarah selama kehamilan, tetapi itu tidak menjadi alasan untuk melewatkan menyikat gigi. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride. Gunakan benang gigi sekali sehari untuk menghilangkan sisa makanan dan plak di sela gigi.

  • Kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan

Aman untuk mengunjungi dokter gigi selama kehamilan, terutama pada trimester kedua. Pembersihan dan pemeriksaan profesional dapat membantu mencegah terjadinya penyakit.

  • Atasi mual dengan cara yang tepat

Mual saat hamil adalah hal yang umum, tetapi asam dari muntah dapat mengikis enamel gigi. Setelah muntah, jangan langsung menyikat gigi, karena ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Sebagai gantinya, bilas mulut dengan air atau campuran air dan sedikit soda kue untuk membantu menetralkan asam. Tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi.

  • Tetap terhidrasi untuk menghindari mulut kering

Hormon terkadang dapat mengurangi aliran air liur, yang menyebabkan mulut kering, sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang. Minumlah air yang banyak setiap hari dan kunyah permen karet tanpa gula untuk menstimulasi produksi air liur sehingga mulut Mama dapat tetap lembap dan segar.

  • Pengobatan rumahan untuk kenyamanan gusi dan mulut

Jika gusi Mama terasa sedikit bengkak, cobalah berkumur dengan air garam dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat. Untuk mulut kering atau bau mulut, seringlah berkumur dengan air biasa dan sediakan botol di dekat Mama untuk diminum sepanjang hari. Secangkir teh chamomile hangat juga dapat membantu menenangkan peradangan dan mengurangi ketegangan rahang jika Mama merasa stres.

  • Beri tahu dokter gigi bahwa Mama sedang hamil

Selalu beri tahu dokter gigi bahwa Mama hamil. Beri tahu berapa usia kehamilan, obat-obatan apa pun yang Mama minum, dan jika Mama mengalami komplikasi kehamilan. Ini membantu mereka menyesuaikan perawatan Mama untuk menjaga keselamatan Mama dan janin.

Dilansir dari laman Affinity Dental, berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam perawatan gigi saat hamil:

  • Mengabaikan gusi berdarah

Gusi berdarah dapat menandakan gingivitis (radang gusi) kehamilan, yaitu penyakit gusi ringan yang disebabkan oleh perubahan hormonal saat kehamilan. Jika Mama melihat gusi merah, bengkak, atau berdarah, konsultasikan dengan dokter gigi. Perawatan dini dapat mencegah gingivitis memburuk, sehingga tidak akan memengaruhi kondisi gigi Mama atau kesehatan janin.

  • Melakukan rontgen gigi kecuali dalam keadaan darurat

Rontgen gigi biasanya dihindari selama kehamilan kecuali jika diperlukan. Jika Mama memiliki masalah serius seperti infeksi atau cedera, dokter gigi mungkin tetap merekomendasikan perawatan dengan pelindung khusus. Selalu pastikan dokter gigi mengetahui kondisi kehamilan.

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis atau gula

Cobalah untuk membatasi camilan dan minuman manis, yang memberi makan bakteri penyebab gigi berlubang. Pilih camilan seperti keju, yogurt, kacang-kacangan, buah, dan sayuran jika memungkinkan. Jika Mama menikmati sesuatu yang manis, bilas mulut dengan air setelahnya.

  • Menunda perawatan jika ibu hamil mengalami keadaan darurat gigi

Kondisi sakit gigi, infeksi, atau gusi bengkak tidak boleh diabaikan selama kehamilan. Sakit gigi dan infeksi dapat membahayakan ibu hamil dan janin jika dibiarkan tanpa perawatan.

Jangan menunda prosedur seperti penambalan gigi berlubang, perawatan saluran akar (tanpa rontgen), dan pemasangan mahkota gigi, karena dapat mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut.

Mama juga tidak perlu khawatir tentang keamanan obat bius yang digunakan dokter gigi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Dental Association menemukan bahwa, suntikan lidokain aman selama kehamilan dan tidak menyebabkan perbedaan dalam tingkat keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah.

  • Melakukan prosedur kosmetik seperti memutihkan gigi

Prosedur kosmetik untuk gigi, baik di dokter gigi atau menggunakan produk yang dijual bebas di rumah sebaiknya dilakukan pasca kelahiran. Efek paparan bahan kimia yang digunakan dalam prosedur pemutihan gigi terhadap janin memang belum banyak diteliti, namun sebaiknya Mama perlu berhati-hati.

Cara Membuat Kunjungan ke Dokter Gigi Jadi Lebih Mudah

Pexels/andreapiacquadio

Jika sebelumnya pergi ke dokter gigi sudah membuat cemas, kondisi kehamilan mungkin dapat meningkatkan rasa cemas tersebut. Beri tahu tim dokter gigi terkait perasaan Mama, sehingga dapat dijelaskan perawatan yang aman untuk dilakukan dan membuat kunjungan menjadi lebih santai.

Saat menjadwalkan janji temu, beri tahu dokter bahwa Mama sedang hamil beserta tanggal perkiraan kelahiran. Ini akan membantu tim dokter gigi memberikan perawatan terbaik untuk Mama.

Jika kunjungan dokter gigi terakhir Mama lebih dari enam bulan yang lalu atau jika Mama memiliki masalah atau kekhawatiran terkait kesehatan mulut, jadwalkan janji temu sesegera mungkin.

Jika Mama merasa tidak nyaman di kursi dokter gigi, dokter gigi dapat melakukan beberapa penyesuaian untuk membantu Mama merasa lebih baik dan mencegah pusing.

Beberapa hal di atas adalah tips perawatan gigi saat hamil, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Perawatan gigi sangat penting untuk terus dilakukan saat hamil, termasuk kunjungan rutin ke dokter gigi, ya, Ma.

Apakah Mama rutin merawat gigi dan melakukan pemeriksaan gigi di dokter juga?

Editorial Team