Aturan Konsumsi Kepiting bagi Ibu Hamil dan Mengetahui Risikonya

Ada hal-hal yang harus Mama perhatikan mengonsumsi kepiting selama kehamilan.

13 Agustus 2019

Aturan Konsumsi Kepiting bagi Ibu Hamil Mengetahui Risikonya
Pexels/Terje Sollie

Saat hamil, biasanya para Mama akan mengalami ngidam terhadap makanan tertentu. Makanan yang diidam-idamkan beragam, salah satunya yang mungkin Mama inginkan adalah kepiting.

Konsumsi kepiting saat hamil sebenarnya boleh-boleh saja Ma, namun menurut Food and Drug Administration Amerika Serikat, kepiting termasuk ke dalam jenis makanan laut yang mengandung merkuri cukup tinggi, sehingga konsumsi kepiting saat hamil harus dibatasi dengan bijak.

Konsumsi kepiting dalam batas yang wajar, aman dan membawa manfaat bagi kesehatan karena kepiting termasuk makanan yang mengandung berbagai macam nutrisi.

Nah, agar Mama tahu manfaat dan aturan dari konsumsi kepiting saat hamil, yuk simak ulasan Popmama.com berikut ini.

Manfaat konsumsi kepiting saat hamil

Manfaat konsumsi kepiting saat hamil
Pixabay/Mirlidera

Konsumsi kepiting dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebih selama kehamilan mungkin membawa manfaat bagi kesehatan. Dilansir dari laman Parenting First Cry, berikut manfaatnya:

  • Kandungan omega 3 yang terkandung pada kepiting, baik untuk kesehatan mental. Hal ini karena omega 3 memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan memerangi gejala depresi.
  • Kandungan kalsium yang tinggi pada kepiting tidak hanya baik untuk perkembangan tulang janin dalam kandungan, tetapi juga bermanfaat dalam memperkuat struktur tulang ibu semasa hamil.
  • Konsumsi kepiting saat hamil juga dapat membantu memenuhi asupan zat besi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. Zat besi, merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dalam menunjang tumbuh kembang janin dalam kandungan.
  • Asam lemak omega 3 tidak hanya bertanggung jawab untuk perkembangan otak anak. Dengan mengonsumsi kepiting saat hamil, perkembangan otak anak dapat tersokong dengan baik.

Editors' Picks

Cara aman mengonsumsi kepiting

Cara aman mengonsumsi kepiting
Pexels/Kittisak Kunalittipon

Agar manfaat konsumsi kepiting diperoleh dan efek samping dari konsumsi kepiting bisa diminimalisir, berikut cara aman mengonsumsi kepiting dilansir dari Mom Junction dan beberapa sumber lainnya:

  • Pilih kepiting raja
    Mama sebaiknya memilih kepiting dengan kadar merkuri yang rendah. Kepiting yang masuk ke dalam golongan kepiting rendah merkuri adalah kepiting raja.
  • Jangan konsumsi kepiting mentah
    Sama halnya saat mengonsumsi daging, Mama harus memastikan bahwa kepiting yang dikonsumsi benar-benar matang. Konsumsi kepiting mentah atau setengah matang tidak disarankan karena bisa saja kepiting tersebut telah terinfeksi bakteri atau parasit berbahaya yang mungkin menyebabkan keracunan. Hal ini tentu tidak hanya memengaruhi kesehatan Mama, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan.
  • Hindari yang telah dibekukan
    Hindari pula kepiting yang telah dibekukan. Hal ini karena kepting beku rentan untuk terkontaminasi bakteri sehingga konsumsi selama kehamilan mungkin bisa membahayakan kesehatan. Mama lebih disarankan untuk membeli kepiting fresh atau kepiting kalengan. Atau tanyakan kepada dokter terkait mana yang lebih aman.
  • Olah sendiri di rumah
    Memang merepotkan, namun Mama disarankan untuk mengonsumsi kepiting yang diolah sendiri karena kebersihan dan keamanannya lebih terjaga. Jadi, hindari membeli hidangan kepiting di pinggir jalan ya Ma!
  • Perhatikan higienitasnya
    Nah, saat membuat olahan kepiting di rumah, perhatikan pula higienitasnya. Sebelum dimasak, Mama harus memastikan bahwa kepiting telah benar-benar dicuci hingga bersih. Begitupun dengan alat-alat yang digunakan untuk memasak dan mengonsumsi kepiting.

Pahami risikonya

Pahami risikonya
thebabylover.com

Meski telah memerhatikan aturan konsumsi kepiting saat hamil, Mama memang harus benar-benar memerhatikan batasan konsumsi kepiting agar tidak membahayakan kesehatan.

Apalagi Mama juga harus tahu bahwa kepiting termasuk makanan laut yang berisiko untuk terkontaminasi logam berat. Menurut Food and Drug Administration, AS, kepiting dan udang disinyalir memiliki kandungan merkuri lebih tinggi dibandingkan kerang.

Jadi jika Mama memang ngidam kepiting, konsumsi sedikit saja ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!