4 Dampak Buruk Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Tak hanya tekanan darah tinggi saja, tekanan darah rendah saat hamil juga membawa dampak buruk Ma.

11 Maret 2019

4 Dampak Buruk Tekanan Darah Rendah Saat Hamil
Pinterest/Emma’s Diary

Tekanan darah rendah saat hamil memang umum terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi pada trimester pertama dan kedua merupakan salah satu penyebab tekanan darah rendah saat hamil.

Meski tekanan darah rendah saat hamil merupakan hal yang normal dan tidak menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan, Mama tetap harus mengontrol tekanan darah dengan baik, terlebih jika memiliki riwayat tekanan darah rendah sebelumnya.

Sebab tekanan darah yang sangat rendah dapat menjadi kekehawatiran sendiri, bahkan juga dapat berdampak buruk terhadap kehamilan.

Mama ingin tahu apa saja dampak buruk dari tekanan darah rendah saat hamil jika Mama tidak mengontrolnya dengan baik? Dilansir dari Mother How, berikut dampak buruknya:

1. Menimbulkan ketidaknyamanan

1. Menimbulkan ketidaknyamanan
Freepik

Tekanan darah rendah selama kehamilan menyebabkan ketidaknyamanan. Mama mungkin akan mengalami pusing, sakit kepala, badan lemas, mata berkunang-kunang, mual, muntah, bahkan keringat dingin jika mengalami tekanan darah rendah selama kehamilan.

Ketidaknyamanan yang Mama rasakan ini bisa muncul kapan saja, namun biasanya akan dirasakan saat Mama posisi secara cepat seperti langsung berdiri saat sedang duduk. Jadi, ubah posisi secara perlahan ya Ma agar ketidaknyamanan yang muncul dapat sedikit berkurang.

Baca juga:

2. Pingsan dan jatuh

2. Pingsan jatuh
Freepik/Yanalya

Dilansir dari Medical News Today, salah satu risiko utama yang ditakutkan terjadi pada Mama yang menderita tekanan darah rendah selama kehamilan adalah terjatuh karena pingsan.

Kekhawatiran ini beralasan sebab beberapa perempuan dengan tensi yang rendah mengalami kliyengan atau pusing saat berdiri terlalu cepat setelah lama duduk. Beberapa perempuan hamil bahkan ada yang hingga pingsan saat ini dialami.

Nah, pingsan akibat tekanan darah rendah inilah yang dianggap bisa membahayakan perempuan hamil Ma. Sebab selain dapat melukai dirinya sendiri, saat terjatuh Mama hamil juga berisiko untuk mengalami perdarahan yang mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan. 

Editors' Picks

3. Membuat morning sickness menjadi lebih parah

3. Membuat morning sickness menjadi lebih parah
clevelandclinic.org

Mama harus tahu, tekanan darah rendah saat hamil dapat membuat morning sickness yang Mama alami menjadi lebih buruk. Mama mungkin akan mengalami mual dan muntah yang lebih parah dibanding Mama lainnya yang tidak memiliki tekanan darah yang normal.

Apabila Mama termasuk yang mengalami morning sickness yang parah selama kehamilan, pastikan bahwa Mama mendapatkan istirahat yang cukup. pastikan pula asupan makanan yang Mama konsumsi bernutrisi dan minum air putih yang cukup agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Jika Mama merasa morning sickness yang Mama alami benar-benar menimbulkan ketidaknyamanan yang parah, bahkan mengganggu aktivitas, konsultasikan ke dokter.

4. Memengaruhi perkembangan janin

4. Memengaruhi perkembangan janin
Freepik/Pressfoto

Tekanan darah rendah yang terjadi selama kehamilan dapat membuat sirkulasi darah melambat, dan hal ini dapat menyebabkan janin dalam kandungan kekurangan oksigen.

Selain itu, pasokan darah yang rendah ke rahim juga dapat membuat perkembangan janin dalam kandungan terhambat, bahkan bisa menyebabkan komplikasi kehamilan.

Itulah dampak buruk tekanan darah rendah saat hamil yang perlu Mama ketahui. Bagi Mama yang memiliki riwayat darah rendah, pastikan untuk mengontrol tekanan darah dengan baik agar kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!