Ternyata Ini Fakta Tentang Epilepsi Saat Hamil

Kejang epilepsi saat hamil tidak bisa disepelekan Ma!

11 Mei 2019

Ternyata Ini Fakta Tentang Epilepsi Saat Hamil
Freepik/Javier Sánchez Mingorance

Mengalami epilepsi saat hamil tentu menjadi kekhawatiran dan tantangan tersendiri bagi perempuan hamil. Sebab tak hanya menyangkut keselamatan Mama saja yang dikhawatirkan, kondisi janin dalam kandungan juga turut menjadi perhatian.

Sebab meski sebagian besar perempuan hamil yang menderita epilepsi dapat melahirkan bayi dengan kondisi sehat, nyatanya epilepsi saat hamil tetap harus diwaspadai karena bisa pula menyebabkan komplikasi serius.

Belum lagi penggunaan obat untuk epilepsi juga dianggap dapat menyebabkan risiko bayi terlahir cacat sehingga banyak perempuan hamil dengan epilepsi mengalami kekhawatiran yang berlebih.

Dilansir dari Mayo Clinic dan beberapa sumber lainnya, berikut yang harus Mama ketahui tentang epilepsi saat hamil:

1. Komplikasi pada perempuan hamil  

1. Komplikasi perempuan hamil  
Freepik/Pressfoto

Beberapa komplikasi kejang epilepsi saat hamil yang mengintai Mama di antaranya

  • Melambatnya denyut jantung
  • Menurunnya pasokan oksigen untuk janin
  • Melahirkan bayi cacat
  • Risiko melahirkan bayi prematur
  • Meningkatkan risiko alami keguguran akibat trauma atau kejang yang menyebabkan Mama terjatuh

Editors' Picks

2. Komplikasi pada janin dalam kandungan

2. Komplikasi janin dalam kandungan
Freepik/Pressfoto

Dilansir dari American Pregnancy, lebih dari 90% bayi yang terlahir dari perempuan hamil dengan epilepsi terlahir sehat. Namun bukan berarti risiko untuk alami komplikasi pada janin tidak mungkin terjadi.

Peluangnya tetap ada, karena konsumsi obat epilepsi dan obat lainnya akan memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Untuk itu, konsumsi obat epilepsi dan obat lainnya tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus berada di bawah pengawasan dokter.

Adapun risiko komplikasi pada janin dari perempuan hamil dengan epilepsi yaitu:

  • Cacat saluran kencing
  • Terlahir prematur
  • Kelainan skeletal
  • Kemampuan intelektual yang rendah
  • Gangguan spektrum autism
  • Memiliki masalah memori
  • Kemampuan kognitif yang buruk, terutama dalam hal berbicara dan memahami

3. Cara mencegah kejang epilepsi saat hamil

3. Cara mencegah kejang epilepsi saat hamil
Freepik/Onlyyouqj

Untuk mencegah kejang epilepsi saat hamil, konsumsi obat epilepsi bisa menjadi solusi. Namun perlu dicatat kembali, konsumsi obat epilepsi tidak bisa dilakukan sembarangan karena berefek kepada perkembangan janin dalam kandungan.

Dilansir dari NHS, penelitian telah menunjukkan bahwa ada sedikit peningkatan risiko anak tidak berkembang secara normal jika Mama mengonsumsi beberapa jenis obar epilepsy selama kehamilan. Ini dapat menyebabkan masalah seperti spina bifida, bibir sumbing, atau kelainan jantung.

Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan bayi Mama berpeluang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pada  perkembangan otak, seperti keterlambatan dalam berbicara, masalah pada memori dan perhatian.

Untuk itu, agar risikonya dapat berkurang, tanyaan kepada dokter mengenai obat-obatan epilepsi dari  sebelum Mama hamil atau jika Mama sedang berencana untuk hamil. Sebab perubahan apa pun pada pengobatan yang Mama lakukan sebelum hamil cenderung lebih baik daripada selama kehamilan.

Selain bijak dalam mengonsumsi obat epilepsi, Mama juga disarankan untuk merubah gaya hidup dengan mengonsumsi makanan sehat, mengonsumsi vitamin prenatal, tidur dan istirahat yang cukup, dan berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol ataupun mengandung kafein.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!