Fakta Seputar Spa untuk Ibu Hamil? Amankah untuk Kesehatan?

Spa untuk ibu hamil aman untuk dilakukan selama Mama tahu aturannya

18 Juni 2019

Fakta Seputar Spa Ibu Hamil Amankah Kesehatan
Freepik/Pressfoto

Saat hamil, perubahan tubuh yang Mama alami  memang bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Keluhan seperti pegal-pegal misalnya, kerap dialami perempuan hamil karena tubuh harus menanggung beban berat tambahan di perut dan punggung.

Tak heran, untuk mengatasi keluhan tersebut, banyak perempuan hamil yang memilih untuk melakukan pijat, termasuk melakukan spa saat hamil. Lalu, apakah spa saat hamil aman?

Mama ingin tahu faktanya? Dilansir dari Parenting First Cry, berikut faktanya:

Lakukan saat kehamilan menginjak trimester kedua

Lakukan saat kehamilan menginjak trimester kedua
Freepik/Wavebreakmedia

Spa saat hamil sebenarnya aman-aman saja, namun disarankan untuk tidak melakukan spa saat kehamilan Mama masih mengijak trimester pertama.  

Beberapa spa ada yang memperbolehkan perempuan hamil melakukan perawatan di spa dengan catatan kehamilan sudah menginjak usia 12 minggu. Bahkan ada pula yang baru mengizinkan setelah usia kehamilan menginjak 32 minggu.

Editors' Picks

Hal yang harus Mama perhatikan

Hal harus Mama perhatikan
Freepik/Wavebreakmedia

Sebelum melakukan perawatan, berikut adalah beberapa hal yang perlu Mama perhatikan:

  • Pilih spa bersertifikat dengan tenaga kerja dibidangnya
    Pastikan bahwa spa yang Mama pilih merupakan tempat perawatan spa yang berada di bawah pengawasan seorang ahli yang terlatih dalam memberikan perawatan spa untuk perempuan hamil.
  • Lakukan jika kehamilan Mama normal
    Perawatan spa hanya diperbolehkan untuk perempuan hamil yang kesehatannya dan kehamilannya terjaga dengan baik. Jika Mama mengalami komplikasi atau diklasifikasikan sebagai kehamilan berisiko tinggi, tidak disarankan untuk pergi ke spa.
  • Jangan melakukan sauna
    Segala perawatan yang melibatkan kolam air panas seperti sauna, ruang mandi uap atau Jacuzzi harus dihindari karena ada risiko yang signifikan untuk kesehatan janin.

Perawatan Spa yang boleh dilakukan

Perawatan Spa boleh dilakukan
Freepik/nikitabuida

Ada beberapa perawatan spa yang diyakini aman untuk dilakukan perempuan hamil. Berikut di antaranya:

  1. Lulur tubuh
    Lulur tubuh aman untuk dilakukan asalkan Mama memerhatikan beberapa hal. Mama disarankan untuk menghidari bahan scrub yang rentan mengiritasi kulit karena kulit perempuan hamil cenderung lebih sensitif.
    Hindari pula penggunaan minyak esensial seperti tarragon, rosemary, sage, wintergreen, dan mugwort karena minyak esensial jenis ini dapat memiliki efek detoksifikasi yang dapat menyebabkan keguguran.
    Adapun manfaat lulur yang dilakukan saat hamil adalah mampu melancarkan sirkulasi darah dan merangsang produksi kolagen sehingga dapat membuat kulit terlihat lebih bercahaya.
  2. Pijat
    Perawatan berupa pijat yang bertujuan untuk meredakan pegal-pegal atau mengurangi stres sebenarnya aman untuk dilakukan. Namun pastikan bahwa terapis yang melakukannya merupakan tenaga professional yang terlatih untuk memijat perempuan hamil.
    Juga lakukan setelah usia kehamilan menginjak lebih dari 12 minggu. Atau, Mama bisa menanyakan terlebih dahulu ke dokter karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda.
  3. Facial
    Melakukan facial sebenarnya aman-aman saja. Namun hindari perawatan yang menggunakan bahan kimia atau sebaiknya gunakan perawatan yang memang dikhususkan untuk perempuan hamil.
  4. Manikur dan Pedikur
    Perawatan berupa manikur dan pedikur juga aman untuk dilakukan. Namun Mama disarankan untuk membawa perlengkapan sendiri untuk menghindari risiko tertular infeksi tertentu akibat penggunaan alat manikur dan pedikur bersamaan. Atau jika tidak memilikinya, pastikan bahwa perlengkapan yang digunakan benar-benar dalam kondisi steril agar risiko untuk tertular infeksi bisa diminimalisir.
    Selain penggunaan alat, Mama juga sebaiknya memerhatikan cat kuku yang digunakan. Jika Mama memutuskan untuk mempercantik kuku dengan cat kuku, hindari cat kuku yang mengandung toluene DBP dan formaldehyde. Selain itu, hindari tindak refleksiologi kaki selama perawatan menikur dan pedikur dilakukan. Hal ini karena pijat refleksi tidak aman untuk wanita hamil.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!