8 Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil yang Bahayakan Kehamilan

Apabila tidak segera diberikan pengobatan, preeklampsia bisa membahayakan kesehatan mama dan janin

15 Oktober 2021

8 Ciri Preeklampsia Ibu Hamil Bahayakan Kehamilan
Pexels/Georgia Maciel

Salah satu penyakit yang patut diwaspadai saat hamil adalah preeklampsia. Dilansir dari What to Expect, preeklampsia adalah kelainan kehamilan yang biasanya muncul ketika usia kehamilan menginjak 20 minggu. 

Apabila tidak segera diberikan pengobatan, preeklampsia bisa membahayakan kesehatan mama dan janin dalam kandungan. Preeklampsia pasalnya bisa menyebabkan janin kekurangan darah dan oksigen, sedangkan ibu hamil bisa mengalami gangguan liver dan ginjal. 

Preeklampsia biasanya menyerang ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit diabetes, penyakit ginjal, obesitas, dan penyakit autoimun. 

Agar Mama bisa lebih waspada, berikut Popmama.com rangkum delapan gejala preeklampsia dilansir dari Preeclampsia Foundation. 

1. Tekanan darah tinggi

1. Tekanan darah tinggi
Pexels/mikoto.raw

Tekanan darah tinggi adalah salah satu gejala preeklampsia yang sering dialami oleh ibu hamil. Mama perlu waspada ketika tensi menunjukkan lebih dari 149/90 mmHg. Selain tensi, Mama juga perlu memantau tensi diastolik dan tensi sistolik. 

Apabila tensi diastolik naik lebih dari 15 mmHG dan tensi sistolik naik lebih dari 30 mmHG, maka Mama perlu waspada karena itu bisa menjadi tanda preeklampsia. Untuk mengukur tensi, tentu saja Mama harus rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan. 

2. Protein urine tinggi

2. Protein urine tinggi
Freepik

Gejala lainnya dari preeklampsia adalah kandungan protein yang tinggi pada urine. Untuk mengetahui kandungan protein di urine, Mama perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan. 

Kandungan protein yang tinggi itu disebabkan oleh gangguan fungsi penyaringan pada ginjal. Artinya, preeklampsia telah menyerang ginjal mama hingga merusak sistem kerja ginjal. 

3. Wajah dan kaki bengkak

3. Wajah kaki bengkak
Freepik/Yanalya

Saat hamil, tubuh mama memang mengalami perubahan. Mama akan merasa sejumlah bagian tubuh membengkak terutama bagian kaki. Namun, Mama perlu waspada karena gejala lain dari preeklampsia adalah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. 

Penderita preeklampsia umumnya akan mengalami bengkak pada kaki, wajah, sekitar mata, dan tangan yang disebabkan penumpukan cairan di bagian tubuh tersebut. 

Editors' Picks

4. Sakit kepala kronis

4. Sakit kepala kronis
Freepik

Sakit kepala kronis juga menjadi tanda preeklampsia yang perlu diwaspadai. Apabila Mama merasakan sakit kepala parah sampai berdenyut-denyut dan tak kunjung sembuh selama berhari-hari, segeralah periksakan diri ke dokter. 

Jangan konsumsi sembarangan obat sakit kepala tanpa resep dokter karena kandungan kimia dalam obat dikhawatirkan bisa memperparah gejala preeklampsia. 

Sakit kepala kronis umumnya juga disertai mual dan muntah. Gejala ini tiba-tiba muncul saat usia kehamilan menginjak trimester kedua. Padahal, Mama seharusnya sudah tidak merasakan sakit kepala, mual, ataupun muntah.

5. Berat badan naik signifikan

5. Berat badan naik signifikan
Pixabay/mvorocha-1656750

Kenaikan berat badan secara signifikan sampai tiga kilogram dalam waktu seminggu bukanlah kabar baik bagi ibu hamil. Itu bisa menjadi tanda Mama sedang terserang preeklampsia. 

Kenaikan berat badan secara drastis iu menunjukkan pembuluh darah rusak yang mengakibatkan banyak air terperangkap di jaringan tubuh dan tidak dapat disaring oleh ginjal. 

6. Gangguan penglihatan

6. Gangguan penglihatan
Freepik/lookstudio

Gangguan penglihatan juga gejala lain dari preeklampsia. Gangguan penglihatan kronis ini disebabkan oleh sistem saraf pusat yang mengalami iritasi. 

Apabila tidak segera diobati, gangguan penglihatan akibat preeklampsia bisa memicu pembengkakan pada otak. Apabila Mama mengalami gangguan penglihatan akibat preeklampsia, Mama akan melihat kilatan cahaya, tidak tahan silau, hingga pandangan kabur. 

7. Hiperefleksia

7. Hiperefleksia
Freepik
Ilustrasi

Hiperefleksia adalah gangguan refleks tubuh sehingga kaki bisa memantul sangat kencang ketika lutut ditepuk dengan palu karet. Hiperefleksia terjadi karena komplikasi penyakit akibat preeklampsia mulai menyerang sistem saraf tak sadar. 

Hiperefleksia tak jarang juga menyebabkan kejang pada ibu hamil bila tak segera diobati ke dokter kandungan. 

8. Sesak napas dan mudah cemas

8. Sesak napas mudah cemas
Freepik/yanalya

Gejala preeklampsia yang terakhir adalah sesak napas dan mudah cemas. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan darah mama yang mulai naik. Selain sesak napas, Mama juga merasakan jantung berdetak lebih cepat hingga mudah bingung. 

Itulah sejumlah ciri-ciri preeklampsia yang patut diwaspadai. Bila Mama mulai mengalami sejumlah gejala di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Komplikasi akibat preeklampsia bisa diantisipasi bila Mama mendapatkan penanganan medis lebih cepat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.