Mama Alami Insomnia, Apa Dampaknya bagi Kehamilan dan Janin?

Ibu hamil umumnya mengalami insomnia ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua

30 November 2020

Mama Alami Insomnia, Apa Dampak bagi Kehamilan Janin
Freepik/Amenic181

Banyak mama merasakan perubahan besar saat hamil. Ada rasa campur aduk selama momen kehamilan seperti rasa bahagia, rasa takut, bahkan rasa khawatir menghadapi proses persalinan. Kondisi tersebut terkadang membuat Mama mengalami insomnia atau susah tidur. 

Ibu hamil umumnya mengalami insomnia ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua hingga jelang persalinan. Sebenarnya, insomnia memang normal terjadi pada ibu hamil. Namun, jika terus menerus dilakukan, insomnia akan berbahaya bagi kesehatan mama dan janin dalam kandungan. 

Apa dampak insomnia pada kehamilan? Mengapa ibu hamil bisa mengalami insomnia? Berikut penjelasan yang dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber. 

Penyebab Insomnia saat Hamil

Penyebab Insomnia saat Hamil
Freepik/Rawpixel.com

Selama masa kehamilan, Mama mengalami perubahan hormon secara drastis yakni meningkatnya hormon progesteron. Perubahan hormonal juga bisa berupa pembentukan hormon kehamilan yang baru. 

Perubahan hormon itulah yang menyebabkan adanya perubahan siklus tidur. Misalnya, produksi hormon progesteron yang meningkat menyebabkan perubahan pernapasan sehingga mengganggu kualitas tidur di malam hari. Mama akan sering mengantuk di siang hari dan terbangun di malam hari. 

Penyebab insomnia lainnya adalah perubahan fisik pada tubuh mama yang mengakibatkan rasa nyeri, kaki kram, dan ketidaknyamanan fisik saat tidur. Rasa gelisah menyambut persalinan bayi juga bisa menjadi penyebab insomnia. 

Selama masa kehamilan, Mama mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini disebabkan pertumbuhan janin yang menekan kandung kemih. Hal inilah yang mengakibatkan Mama sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil. 

Editors' Picks

Dampak Insomnia pada Mama

Dampak Insomnia Mama
Freepik/bearfotos

Sama seperti pada kondisi normal, insomnia juga bisa berisiko bagi kesehatan ibu hamil. Pertama, Mama bisa mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi karena adanya protein di dalam urine. Apabila tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut, preeklampsia bisa menyebabkan komplikasi kehamilan. 

Insomnia juga meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini membuat nafsu makan mama meningkat pada malam hari sehingga berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes gestasional. Mama yang menderita diabetes gestasional berisiko menurunkan penyakit serupa pada janin dalam kandungan. 

Kurang tidur juga dapat memengaruhi suasana hati mama di siang hari. Mama jadi mudah gelisah, lelah, dan mengalami depresi. Tentu saja ini memengaruhi aktivitas mama di siang hari. 

Dampak Insomnia pada Kesehatan Bayi

Dampak Insomnia Kesehatan Bayi
Freepik

Tak hanya berbahaya bagi Mama, insomnia dapat berisiko bagi janin dalam kandungan. Berbagai masalah yang terjadi pada Mama akibat insomnia tentu bisa membahayakan bayi, misalnya risiko berat badan lahir rendah.

Terakhir, insomnia saat hamil meningkatkan risiko persalinan prematur. Kelahiran prematur akan memengaruhi perkembangan bayi karena bayi akan lahir dengan berat badan rendah serta perkembangan otak dan organ tubuh yang belum normal. 

Cara Mengatasi Insomnia saat Hamil

Cara Mengatasi Insomnia saat Hamil
Freepik/jofreepik

Mengingat insomnia memiliki banyak risiko bagi kesehatan mama dan si Kecil, maka Mama bisa mulai melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa mengatasi insomnia. 

Dilansir dari What to Expect, apabila Mama tidak dapat tidur setelah 20 sampai 30 menit, Mama bisa memikirkan menu makanan untuk esok hari atau membaca buku. Kemudian cobalah tidur kembali. Rasa lelah umumnya bisa memudahkan Mama untuk tidur. 

Asupan makanan sebelum tidur juga mampu mengatasi insomnia. Mama sebaiknya memperbanyak minum air putih setelah jam tujuh malam agar mudah mengantuk. Hindari konsumsi kafein setelah jam tujuh malam. 

Cara lainnya untuk mengatasi insomnia adalah membuat suasana kamar menjadi nyaman, matikan gadget sebelum tidur, dan tidur menghadap sebelah kiri. Sebaiknya hindari tidur siang dan lakukan senam hamil. Kondisi itu biasanya mampu membuat kualitas tidur mama lebih baik saat malam hari. Apabila keluhan insomnia terus mengganggu Mama, maka sebaiknya segera konsultasi ke dokter kandungan. 

Itulah dampak insomnia saat hamil bagi kesehatan mama dan janin. Semoga informasi ini bermanfaat, ya..

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.