Mengikuti diet keto selama kehamilan dapat menimbulkan beberapa risiko bagi ibu dan janin yang sedang berkembang, termasuk:
1. Kurang Gizi
Diet keto menyebabkan kebutuhan nutrisi mama dan janin tidak tercukupi, contohnya seperti nutrisi asam folat, zat besi, dan kalsium, yang penting untuk kehamilan yang sehat.
2. Peningkatan Risiko Ketosis
Diet ketogenik dapat meningkatkan risiko pengembangan ketosis, suatu kondisi di mana tubuh memproduksi keton dalam jumlah tinggi dalam darah. Kadar keton yang tinggi dapat berbahaya bagi janin yang sedang berkembang, karena dapat mengganggu perkembangan otak janin.
3. Lambatnya Pertumbuhan Janin
Karbohidrat merupakan sumber energi penting bagi ibu dan janin. Memotong karbohidrat karena diet dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan janin dan bayi bisa saja memiliki berat tubuh yang rendah.
4. Peningkatan Risiko Cacat Lahir
Asam folat merupakan nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan janin. Kadar asam folat yang rendah selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida.
Diet keto saat hamil memiliki risiko besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Ini dapat menyebabkan penyakit bawaan, malfungsi, dan perkembangan organ yang tidak tepat. Dianjurkan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukan perubahan signifikan pada diet selama kehamilan.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai keamanan dan risiko diet keto pada ibu hamil. Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa sebaiknya Mama menghindari diet ini karena lebih banyak menimbulkan efek negatif bagi mama dan janin.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.