Kehamilan memang membawa banyak efek samping akibat kompleksnya perubahan yang terjadi dalam tubuh mama. Tidak heran jika dokter kadang meresepkan beberapa obat untuk meringankan gejala yang muncul.
Salah satu yang cukup umum adalah NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drugs) atau dikenal dengan istilah obat pereda nyeri. Jika Mama adalah salah satu yang rutin mengonsumsi jenis obat ini, maka waspadalah.
FDA, lembaga pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat, memperingatkan bahaya konsumsi NSAID setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. Pasalnya, obat ini bisa berdampak pada disfungsi ginjal janin atau penurunan kadar air ketuban.
Kandungan zat apa yang menyebabkan obat pereda nyeri tidak direkomendasikan untuk ibu hamil di atas 20 minggu? Siapa saja dan kapan boleh menggunakannya? Adakah alternatif lain untuk meringankan efek samping selama kehamilan? Simak informasi yang dirangkum Popmama.com berikut ini.
