Penyebab Perdarahan setelah Berhubungan di Trimester Kedua Kehamilan

Kenali dulu penyebabnya, Ma!

8 September 2021

Penyebab Perdarahan setelah Berhubungan Trimester Kedua Kehamilan
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Melakukan hubungan intim di masa kehamilan memang seringkali menjadi problematika. Walau dipercaya bisa menurunkan tingkat stres ibu hamil, namun banyak yang mempertanyakan apakah hal ini aman untuk janin. Pasalnya, dalam beberapa kasus, ibu hamil bisa saja mengalami perdarahan walau hubungan intim dilakukan saat usia kehamilan sudah mencapai trimester kedua.

Perlu Mama ketahui, perdarahan yang dimaksud di sini tidak selalu dalam jumlah besar. Beberapa tetes darah yang kemudian terlihat dalam bentuk flek pada pakaian dalam juga bisa menjadi indikasi bahwa Mama mungkin sedang mengalami masalah tertentu. Lalu apa penyebab perdarahan setelah berhubungan di trimester kedua kehamilan? Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya.

1. Plasenta previa

1. Plasenta previa
Unsplash/Dexswaggerbo

Plasenta previa adalah kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Salah satu tandanya adalah munculnya perdarahan dengan warna merah terang setelah Mama melakukan hubungan.

Munculnya darah berwarna merah terang memang tidak selamanya mengarah pada plasenta previa. Meski demikian, untuk memastikan kondisi mama dan janin baik-baik saja, segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

2. Plasenta abruption

2. Plasenta abruption
Unsplash/Camila Cordeiro

Jika setelah hubungan intim Mama mengalami perdarahan hebat, baik dengan maupun tanpa gumpalan, maka waspada terjadinya plasenta abruption. Ini adalah kondisi di mana plasenta mengalami pemisahan dari rahim.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa berbahaya untuk Mama dan janin. Biasanya Mama akan diminta untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena dikhawatirkan akan berakhir dengan keguguran atau persalinan prematur jika plasenta terpisah sepenuhnya dari rahim.

Editors' Picks

3. Pecahnya pembuluh darah

3. Pecah pembuluh darah
Pixabay/Narupon Promvichai

Selama masa kehamilan, kapiler darah akan muncul lebih banyak di area vagina dan leher rahim. Hal ini terjadi demi memenuhi kebutuhan oksigen untuk ibu dan janin. Umumnya kapiler darah ini muncul seiring tingginya kadar estrogen dalam tubuh mama.

Meski demikian, pembuluh darah ini juga sangat rentan dan mudah pecah oleh gesekan, termasuk saat berhubung intim. Namun kondisi ini terbilang tidak berbahaya dan tidak perlu penanganan khusus, kecuali jika perdarahan terjadi sangat hebat dan tak kunjung berhenti.

4. Luka pada dinding vagina

4. Luka dinding vagina
Unsplash/Timothy Meinberg

Di masa kehamilan, vagina memang lebih sensitif dari biasanya sehingga gesekan sekecil apapun bisa saja menimbulkan luka. Interaksi seksual, misalnya gesekan alat kelamin atau fingering juga bisa membuat dinding vagina terluka sehingga memicu perdarahan.

Meski demikian, lecet pada organ intim tidak selalu menimbulkan perdarahan. Meski demikian, jika Mama mulai merasakan nyeri yang tidak wajar di area tersebut usai berhubungan, sebaiknya Mama lebih waspada dan mulai melakukan tindakan pencegahan.

5. Peningkatan suplai darah

5. Peningkatan suplai darah
Pexels/Polina Kovaleva

Kehamilan memang mengubah banyak hal dalam tubuh mama. Salah satunya adalah aliran darah yang sangat cepat dari vagina ke leher rahim, seiring dengan semakin pesatnya jumlah kapiler darah yang muncul. Hal ini memang penting untuk memastikan bahwa ibu dan janin mendapat suplai oksigen yang cukup.

Meski demikian, hal ini membuat rahim menjadi lebih sensitif. Hubungan intim akan berimbas pada otot-otot rahim dan memicu kontraksi. Hal inilah yang membuat Mama kadang mengalami perdarahan usai berhubungan, terutama di trimester kedua dan ketiga.

6. Radang panggul

6. Radang panggul
Pexels/ Sora Shimazaki

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah pelvic inflamatory disease (PID), dan merupakan jenis infeksi yang menyerang organ reproduksi perempuan. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh bakteri dan berpotensi menular.

Salah satu gejala radang panggul adalah rasa nyeri pada panggul atau ketika sedang buang air kecil. Selain itu, gangguan ini juga ditandai dengan munculnya perdarahan setelah melakukan hubungan intim. Kondisi ini harus segera diatasi karena bisa menyebabkan kehamilan di luar rahim (ektopik).

7. Tanda-tanda keguguran

7. Tanda-tanda keguguran
Pixabay/LJNovaScotia

Perdarahan yang Mama alami setelah melakukan hubungan intim bisa saja menjadi pertanda hal yang lebih serius, misalnya keguguran. Jika perdarahan terjadi terus-menerus dalam jumlah banyak, lalu disertai gumpalan, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Itulah beberapa penyebab perdarahan setelah berhubungan di trimester kedua kehamilan, yang sudah Popmama.comrangkum. Walaupun tidak selalu berbahaya, namun tidak ada salahnya jika Mama melakukan tindakan pencegahan dengan rutin memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.