TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perlu Diwaspadai, Inilah Tanda Air Ketuban akan Pecah

Jika Mama masih belum bisa menyadari air ketuban akan pecah, cek tanda-tandanya yuk, Ma!

22 April 2021

Perlu Diwaspadai, Inilah Tanda Air Ketuban akan Pecah
Pixabay/vidallari-2865162

Banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa air ketuban sudah pecah lantaran di masa kehamilan ibu hamil memang mengeluarkan lebih banyak cairan yang berbeda-beda dari vagina. Padahal, ketika kantung ketuban sudah pecah dan air ketuban ke luar melalui vagina, berarti sudah waktunya untuk bayi segera lahir ke dunia.

Dilansir dari Parents, hanya sekitar 15-20 persen ibu hamil mengalami pecah air ketuban saat sebelum persalinan.Saat mengalami pecah air ketuban, setiap ibu hamil akan merasakan hal yang berbeda-beda.

Tetapi pada dasarnya, ketika air ketuban pecah akan memberikan sensasi basah pada vagina atau perineum, yakni area yang berada di antara liang vagina dan anus. Bayi harus segera dilahirkan saat air ketuban pecah agar bayi tidak mengalami infeksi. Untuk itu, Mama juga perlu mengetahui tanda-tanda air ketuban akan pecah.

Jika Mama ingin mengetahui, kali ini Popmama.com telah merangkumnya yang dilansir dari beberapa sumber. Simak yuk, Ma!

1. Bocor yang tidak terkendali

1. Bocor tidak terkendali
Pixabay/stocksnap-894430

Saat ibu hamil mengalami pecah ketuban, ia akan merasakan semburan atau hanya tetesan air ketuban. Untuk banyaknya air ketuban yang pecah tergantung dari apakah ibu hamil mengalami robekan atau tingkat keparahan pada pecah ketuban.

Menurut Asley Bitcher, salah seorang CEO dari Birth Smarter yang merupakan kelas persalinan secara virtual dan tatap muka untuk calon orangtua, mengatakan bahwa jika kantung ketuban pecah di bawah kepala bayi, maka cairan telah menumpuk dan akan keluar.

Dalam setiap kasus ini, aliran air ketuban tidak bisa dikontrol dan sekitar 2 ½ hingga 3 cangkir cairan keluar dari kantung ketuban. Nah, untuk mencegah kekacauan yang akan terjadi, ibu hamil bisa mengenakan panty liner, pembalut, atau duduk di atas handuk bersih, tapi perlu diperhatikan untuk tidak menggunakan tampon.

Editors' Picks

2. Cairan berwarna bening dan tidak berbau

2. Cairan berwarna bening tidak berbau
Pixabay/mvorocha-1656750

Pada umumnya, air ketuban tidak berbau meski beberapa ibu hamil mendeteksi wangi yang manis, seperti air mani atau klorin.

Selain itu, biasanya cairan ini berwarna bening atau sedikit berwarna merah muda dengan garis-garis darah.

3. Merasakan tekanan yang tidak sakit dan letupan

3. Merasakan tekanan tidak sakit letupan
Freepik/drobotdean

Sebagian ibu hamil mendeteksi tekanan ketika air ketuban akan pecah, dan ibu hamil lainnya mendengar ada suara letupan yang diikuti dengan kebocoran.

Menurut Dr. Ressler tidak ada situasi yang menyakitkan, lalu ia juga mengatakan bahwa frekuensi dan intensitas kontraksi dapat meningkat setelah air ketuban pecah.

4. Terasa seperti urine yang merembes

4. Terasa seperti urine merembes
Pexels/georgia-maciel-1033378

Pecah air ketuban terkadang terasa seperti urine yang ke luar tanpa bisa ditahan, di mana hal ini biasa terjadi pada masa kehamilan. Seorang dokter bernama Dr. Gottesfield mengungkapkan, ibu hamil terkadang mengatakan ketika ia pergi ke kamar mandi, air terus mengalir di celananya.

Nah, kemudian Britcher menjelaskan perbedaannya, yakni urine memiliki warna kekuningan dan baunya seperti amonia, sedangkan air ketuban biasanya tidak berbau.

Jika Mama masih belum bisa membedakan air ketuban dan urine, mungkin bisa lakukan trik berikut ini: Duduk beberapa menit, lalu berdirilah kembali. Jika masih ada air yang menetes keluar, kemungkinan air ketuban telah pecah.

5. Tidak lengket dan kental

5. Tidak lengket kental
Pexels/jonathanborba

Sebagian ibu hamil mungkin salah mengira bahwa pecahnya ketuban sebagai penyebab keluarnya cairan, terutama jika cairan menetes ke luar secara perlahan.

Sementara, air ketuban dan keputihan (leukorea) cenderung tidak berbau, tetapi di akhir akan lengket, kental, dan terlihat seperti lendir yang bening atau berwarna putih susu.

Selain itu, Mama perlu berhati-hati agar tidak bingung ketika air ketuban pecah dengan kehilangan mucus plug yang merupakan tanda persalinan.

Mucus plug tampak lebih besar dari cairan agar-agar, kental, dan putih kekuningan dengan konsistensi seperti ingus, serta terkadang diwarnai dengan darah.

Nah, itulah tanda-tanda air ketuban akan pecah yang perlu Mama ketahui. Jadi, pastikan Mama waspada dan segera hubungi dokter, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk