Jaga Kondisi Janin, 7 Tips Aman Berpuasa saat Hamil Trimester Kedua

Jika berencana puasa, Mama perlu perhatikan hal-hal berikut ini

13 April 2021

Jaga Kondisi Janin, 7 Tips Aman Berpuasa saat Hamil Trimester Kedua
Freepik/shurkin-son

Berpuasa saat kehamilan merupakan sebuah pilihan, tetapi tak sedikit juga ibu hamil yang ingin berpuasa mengingat bulan Ramadan hanya datang setahun sekali. Ketika memutuskan untuk berpuasa, tentu Mama perlu memerhatikan usia kehamilan juga. Lalu, apakah boleh puasa saat hamil trimester kedua? Jawabannya adalah diperbolehkan.

Pada trimester kedua, morning sickness sudah berkurang, sehingga ibu hamil juga sudah mulai nyaman dengan kehamilan dan keberadaan janinnya. Nah, meski boleh berpuasa, ibu hamil tetap harus memerhatikan kondisi tubuh dan asupan gizi harian, baik secara kuantitas dan kualitas.

Jika Mama berencana menjalani puasa di bulan Ramadan tahun ini, berikut ini Popmama.com telah merangkum tips aman puasa saat hamil di trimester kedua. Simak yuk, Ma!

1. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter

1. Konsultasikan terlebih dahulu dokter
Pexels/amina-filkins

Untuk memastikan kondisi kehamilan sebelum berpuasa, ibu hamil disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sehingga ibu hamil bisa menjalani puasa dengan nyaman sesuai anjuran.

Namun, ketika tengah berpuasa muncul gejala mual, muntah, sakit kepala, dehidrasi, atau penurunan berat badan, Mama perlu membatalkan puasa dan segera berkonsultasi pada doker.

2. Membuat agenda makanan

2. Membuat agenda makanan
Pexels/katerina-holmes

Pada masa kehamilan tentu ibu hamil perlu mengonsumsi makanan kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan janinnya. Nah, selama berpuasa Ibu hamil juga perlu memerhatikan asupan nutrisinya lho, Ma.

Guna memeriksa kecukupan asupan nutrisi harian, Ibu hamil disarankan untuk membuat agenda makanan. Agenda ini berisi menu dan makanan apa saja yang akan dikonsumsi Ibu hamil setiap harinya. Agenda makanan ini juga membantu dokter, terutama bagi ibu hamil yang menderita diabetes gestasional.

Editors' Picks

3. Mencukupi kebutuhan cairan

3. Mencukupi kebutuhan cairan
Pexels/daria

Meski tidak sedang berpuasa, ibu hamil diharuskan memastikan kebutuhan cairan tercukupi dengan baik. Nah, apalagi ketika berpuasa, tentu cairan sangat dibutuhkan guna mencegah dehidrasi.

Ibu hamil harus mengonsumsi air putih minimal 2,3 liter atau sekitar 10 gelas setiap harinya yang bisa diminum ketika sahur, berbuka, dan sebelum tidur.

4. Memenuhi asupan nutrisi yang sehat

4. Memenuhi asupan nutrisi sehat
Pexels/marketingtuig

Ketika berpuasa, ibu hamil harus memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Selain itu, ibu hamil juga perlu memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayur, dan buah saat berbuka puasa guna mencegah terjadinya sembelit.

Mama juga bisa menanyakan pada dokter terkait pola makan yang baik saat berpuasa.

5. Memerhatikan asupan saat berbuka dan sahur

5. Memerhatikan asupan saat berbuka sahur
Pexels/mentatdgt-330508

Nah, setelah memastikan makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sehat, ibu hamil juga harus lebih selektif dalam memilih makanan saat berbuka dan sahur lho, Ma. Perlu diperhatikan bahwa ibu hamil harus membatasi makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula.

Makanan dan minuman yang mengandung gula terlalu tinggi, dapat meningkatkan dan menurunkan kadar gula darah dengan cepat yang akan membuat ibu hamil cepat lelah.

Saat berbuka puasa, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi air putih, jus tanpa gula, sup hangat, atau buah guna mengambalikan energi. Nah, setelah itu barulah konsumsi makanan utama yang bergizi lengkap. Sementara ketika sahur, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh dan makanan kaya akan serat seperti sayuran yang dapat melepaskan energi secara perlahan.

6. Mencukupi istirahat

6. Mencukupi istirahat
Pexels/ketut-subiyanto

Saat berpuasa, ibu hamil harus pastikan waktu istirahat tecukupi dengan baik.

Bagi ibu hamil yang bekerja, gunakan jam istirahat di kantor untuk tidur siang sejenak sekitar 15-20 menit supaya dapat membantu tubuh terasa lebih segar.

Oleh sebab itu, komunikasikan hal ini secara baik-baik dengan atasan, terutama jika ibu hamil membutuhkan waktu lebih untuk beristirahat.

7. Membatasi aktivitas

7. Membatasi aktivitas
Pexels/gabby-k

Ibu hamil cenderung mudah lelah, apalagi saat menjalankan puasa. Nah, jika sudah merasa lelah, segera beristirahat demi kelancaran puasa dan kesehatan janin.

Untuk itu, pastikan Mama membatasi aktivitas. Mama bisa meminta bantuan ART atau suami untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin puasa saat hamil trimester kedua. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.