Batuk saat Hamil, Bagaimana Dampaknya pada Janin?

Batuk bisa menjadi gangguan yang menyakitkan saat hamil

15 Oktober 2023

Batuk saat Hamil, Bagaimana Dampak Janin
Freepik/benzoix

Batuk bisa menjadi gangguan yang menyakitkan saat hamil. Namun, menahan batuk terus-menerus selama kehamilan mungkin terasa sangat menjengkelkan dan tidak nyaman. Di satu sisi, Mama khawatir jika batuk bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi janin.

Namun apakah benar batuk saat hamil bisa membahayakan janin? Apakah si Kecil akan merasa kesakitan saat Mama terbatuk?

Nah, untuk mengetahui jawabannya, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang batuk saat hamil. Semoga bisa menambah wawasan, Ma.

Apakah Batuk saat Hamil Menyakiti Janin?

Apakah Batuk saat Hamil Menyakiti Janin
Freepik/Jcomp

Batuk saat hamil tidak menyakiti atau membahayakan janin, karena bukan merupakan gejala yang berbahaya dan janin tidak merasakannya.

Janin dilindungi oleh otot lapisan rahim dan cairan ketuban. Keduanya berfungsi sebagai penghalang antara janin dan gerakan luar seperti batuk.

Namun, jika kondisi tubuh mama sangat buruk hingga mengalami demam, terutama pada awal kehamilan, hal ini dapat membahayakan perkembangan janin. Jika Mama sudah memeriksa suhu tubuh dan ternyata lebih tinggi dari 38 derajat celsius, sebaiknya hubungi dokter.

Beberapa penyebab batuk dapat membahayakan janin, seperti penyakit seperti asma, bronkitis, atau pneumonia.

Editors' Pick

Obat Batuk Apa yang Aman untuk Kehamilan?

Obat Batuk Apa Aman Kehamilan
Pexels/Pixabay

Sayangnya, penelitian tentang obat flu dan batuk pada kehamilan masih terbatas. Secara umum, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui kemanjuran dan keamanan obat saat hamil.

Mengutip dari laman The Bump, penelitian telah berulang kali menunjukkan bahwa obat-obatan yang dijual bebas tidak banyak membantu meredakan batuk. Namun, jika Mama ingin mencoba obat batuk yang dijual bebas, ada beberapa obat batuk tertentu yang umumnya dianggap aman untuk kehamilan, antara lain:

  • Dekstrometorfan. Obat penekan batuk ini dianggap aman selama kehamilan.
  • Duaifenesin. Bahan aktif ini bersifat ekspektoran (artinya mengencerkan lendir) dan umumnya direkomendasikan setelah trimester pertama.
  • Pseudoefedrin. Dekongestan ini umumnya direkomendasikan hanya untuk ibu hamil setelah trimester pertama dan harus dihindari pada ibu yang memiliki tekanan darah tinggi.

Sirup obat batuk yang mengandung alkohol atau kadar gula tinggi harus dihindari. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat atau suplemen baru apa pun selama kehamilan.

Secara umum, ibu hamil juga sebaiknya menghindari penggunaan obat batuk dalam jangka panjang. Jika gejalanya berlangsung lebih dari beberapa minggu, hubungi dokter untuk memeriksa kondisi Mama, ya.

Pengobatan Rumahan untuk Batuk selama Kehamilan

Pengobatan Rumahan Batuk selama Kehamilan
Freepik/pch.vector

Batuk biasanya hilang setelah sekitar 1 minggu dan sering kali hilang dengan sendirinya. Untungnya, ada pengobatan rumahan tertentu yang dapat Mama coba agar merasa lebih nyaman.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi batuk:

  • Minum banyak cairan,
  • Gunakan pelembab udara,
  • Minumlah teh atau air panas dengan lemon dan madu,
  • Berkumurlah dengan air garam hangat untuk batuk disertai sakit tenggorokan.

Bagaimana Cara Mencegah Batuk?

Bagaimana Cara Mencegah Batuk
Freepik/yanalya

Berikut beberapa hal utama yang dapat Mama lakukan untuk mencegah batuk:

  • Cuci tangan secara teratur dengan air hangat dan sabun.
  • Jika ada orang di rumah yang menderita pilek atau batuk, hindari berbagi handuk dan kontak fisik dengannya.
  • Hindari menyentuh mulut atau mata terlalu sering karena virus dapat menginfeksi tubuh kita.
  • Tetap bugar dan sehat dan usahakan untuk mengonsumsi makanan seimbang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh saat hamil.

Jika Mama menduga batuk disebabkan oleh refluks, Mama sebaiknya menghindari makan dalam jumlah besar. Sebagai sebagai gantinya, makan beberapa porsi kecil sepanjang hari. Selain itu, hindari makanan pedas dan usahakan untuk tidak berbaring setelah makan.

Jika batuk disebabkan oleh alergi, usahakan untuk menghindari pemicunya.

Itu penjelasan tentang batuk saat hamil. Apakah Mama juga pernah mengalami batuk saat hamil?

Baca juga:

The Latest