Apakah Janin Dapat Menangis di Dalam Kandungan? Ini Faktanya

Meski sederhana, menangis merupakan tonggak perkembangan penting bagi janin, Ma

28 September 2020

Apakah Janin Dapat Menangis Dalam Kandungan Ini Faktanya
newsweek.com

Janin tumbuh dan berkembang selama berada di dalam rahim. Mulai dari pertumbuhan organ-organ penting hingga perkembangan inderanya. Mama dapat melihat pertumbuhannya melalui pemindaian ultrasound atau USG.

Di luar itu, Mama mungkin membayangkan apa saja yang dilakukan oleh janin, bagaimana ia merasakan makanan atau apakah ia menangis.

Seperti yang Mama ketahui, sebelum berbicara, bayi berkomunikasi dengan cara menangis. Jadi, apakah mereka juga mulai dapat menangis sejak awal perkembangannya di dalam rahim?

Menangis adalah tonggak perkembangan penting bagi janin dan mewakili upaya terkoordinasi antara banyak sistem dalam tubuh. Janin belajar tentang dunia yang akan mereka tempati di luar rahim dari dunia pertama mereka di dalam. Ini melibatkan reaksi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.

Janin mungkin tidak dapat menangis dalam arti yang sama seperti sesudah lahir nanti, terutama karena rahimnya berisi cairan ketuban, yang mungkin akan memperlambat air mata. Namun janin dalam kandungan sudah pasti bereaksi dan memproses rangsangan, termasuk perilaku menangis.

Bagaimana dan sejak kapan janin menangis di dalam kandungan? Rangsangan apa saja yang membuatnya menangis. Yuk, simak ulasannya di Popmama.com, Ma.

Apakah Janin Bisa Menangis?

Apakah Janin Bisa Menangis
Babycenter.uk

Jawaban singkatnya adalah ya, janin menangis di dalam rahim.

Para peneliti mencatat bahwa janin tersebut menunjukkan perilaku yang berkorelasi seperti menangis di luar rahim:

  • Janin itu menghirup dan membuka mulutnya saat lidahnya turun.
  • Janin itu kemudian menampilkan tiga napas tambahan
  • Napas ketiga dan terakhir menampilkan jeda saat menarik napas dan napas panjang ke luar dengan "menenangkan".

Para peneliti menyebutnya sebagai "tangisan neonatal".  Tangisan neonatal memiliki sejumlah kemiripan dengan tangisan di luar rahim, seperti:

  • Gerakan tubuh,
  • cemberut,
  • meringis,
  • membuang napas.

Jadi apa yang membuat kedua jenis tangisan itu berbeda? Perbedaan utamanya adalah janin belum bisa mengeluarkan suara.

Editors' Picks

Menangis Merupakan Tonggak Perkembangan Penting

Menangis Merupakan Tonggak Perkembangan Penting
Pexels/Garon Piceli

Bagi Mama, menangis mungkin hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan, lain halnya bagi janin. Agar bisa menangis, dibutuhkan koordinasi antara berbagai sistem dalam tubuh, termasuk otot wajah, pengaturan saluran napas, dan pernapasan.

Selain itu, suara juga sangat dibutuhkan agar janin dapat menangis. Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa ada komponen non-vokal dan vokal untuk menangis. Jadi, ketika janin mulai belajar bagaimana menangis di dalam rahim, mereka menunjukkan sisi non-vokal dari tangisan.

Tangisan merupakan tonggak perkembangan yang penting bagi janin. Janin yang menangis menunjukkan bahwa otak, sistem saraf, dan tubuhnya bekerja dengan benar untuk melakukan tangisan.

Apa yang Menyebabkan Janin Menangis?

Apa Menyebabkan Janin Menangis
freepik.com

Berikut beberapa penyebab janin menangis:

  • Mengenali rangsangan yang terjadi di luar rahim,
  • Memproses bahwa rangsangan adalah sesuatu yang berpotensi berbahaya atau mengancam dan dengan demikian menjadi rangsangan negatif,
  • Bereaksi terhadap rangsangan melalui serangkaian jalur ganda, dari bergerak secara fisik hingga mencoba bersuara hingga kesadaran sensorik otak.

Menangis secara harfiah adalah mekanisme bertahan hidup. Ini memastikan janin dapat memberi tanda kepada Mama bahwa mereka membutuhkan bantuan, dalam kesusahan atau perlu dibantu dari situasi yang mengancam.

Kapan Bayi Mulai Menangis di Dalam Rahim?

Kapan Bayi Mulai Menangis Dalam Rahim
debate.org

Dokter tahu bahwa janin mengembangkan semua prasyarat yang diperlukan untuk menangis pada usia kehamilan 20 minggu. Pada titik ini, janin telah mengoordinasikan gerakan pernapasan, dapat membuka rahang, menggetarkan dagu, dan menjulurkan lidah serta menelan.

Itulah perkembangan bayi menangis di dalam kandungan. Meski terlihat sederhana, ini merupakan tonggak perkembangan yang penting bagi si Kecil selama di dalam rahim, Ma. Menarik bukan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.