Baby Bump Terlalu Besar, Apakah Ini Normal?

Ukuran baby bump tiap ibu hamil berbeda-beda, namun bagaimana jika baby bump mama terlalu besar?

26 Juli 2021

Baby Bump Terlalu Besar, Apakah Ini Normal
Pexels/mikoto.raw

Ukuran baby bump setiap ibu hamil berbeda-beda, Ma. Meski usia kehamilan sama, Mama mungkin memiliki ukuran babybump yang lebih besar atau lebih kecil.

Ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya atau bahkan khawatir, jangan-jangan si Kecil kurang berat badan. Atau jika ukuran perut mama lebih besar jika dibandingkan dengan ibu hamil lain dengan usia kehamilan yang sama. Apakah ini normal?

Agar Mama tidak terlalu stres dengan ukuran baby bump yang besar, yuk, simak dulu penjelasan Popmama.com berikut ini.

Kapan Baby Bump Mulai Terlihat?

Kapan Baby Bump Mulai Terlihat
Pexels/Olha Ruskykh

Biasanya, babybump mulai terlihat di usia kehamilan 10 sampai 12 minggu. Pada saat itu Mama biasanya mulai merasa perut mulai membuncit karena tidak bersembunyi lagi di belakang tulang panggul. Jadi jangan khawatir bila di awal-awal kehamilan perut mama masih terlihat normal.

Editors' Picks

Apakah Baby Bump yang Besar Menandakan Adanya Komplikasi Kehamilan?

Apakah Baby Bump Besar Menandakan Ada Komplikasi Kehamilan
Pexels/MART PRODUCTION

Tidak, belum tentu. Seberapa besar babybump tergantung pada banyak hal seperti:

  • Jika ini adalah kehamilan pertama, babybump mungkin tampak lebih besar untuk tahap yang sama jika sudah pernah hamil sebelumnya . Ini disebabkan karena otot perut kurang kencang.
  • Posisi janin dapat mengubah bentuk tonjolan perut sehingga terkadang terlihat lebih bulat dan lebih datar di waktu tertentu.
  • Ibu hamil yang badannya lebih tinggi dengan perut yang lebih panjang mungkin terlihat memiliki tonjolan yang lebih kecil untuk tahap yang sama daripada ibu hamil yang lebih pendek.
  • Kehamilan kembar, babybump akan terlihat lebih besar daripada kehamilan tunggal.
  • Jika ibu hamil mengalami kelebihan berat badan, babybump mungkin tampak lebih besar untuk tahap yang sama dibandingkan pada ibu hamil dengan BMI dalam kisaran normal.
  • Faktor medis seperti ukuran janin, jumlah cairan ketuban yang dimiliki, atau apakah ibu hamil memiliki fibroid rahim.

Jadi, jika Mama mendapatkan komentar dari orang-orang tentang seberapa besar babybump, cobalah untuk tidak khawatir. Sebagian besar alasan yang tercantum di atas tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi untuk memastikan tidak ada kondisi yang memerlukan perhatian medis, dokter akan memeriksa ukuran rahim setiap Mama melakukan pemeriksaan kehamilan.

Bagaimana Dokter Mengukur Baby Bump?

Bagaimana Dokter Mengukur Baby Bump
Pexels/MART PRODUCTION

Istilah medis untuk ukuran rahim ibu hamil adalah tinggi fundus. Dokter akan mengukur seberapa besar rahim dari tepi atas tulang kemaluan ke bagian atas rahim ibu hamil.

Dokter mungkin mengukur tinggi fundus menggunakan pita pengukur, atau lebih sering, hanya akan menemukan bagian atas rahim dengan merasakannya dengan tangannya dan memeriksa apakah itu memenuhi titik referensi yang diharapkan. Ini dikenal sebagai pemeriksaan klinis tinggi fundus.

Pada 12 minggu, rahim akan mencapai tepi atas tulang kemaluan. Dari sana, rahim akan makin membesar kira-kira selebar dua jari setiap dua minggu kehamilan.

Ini akan mencapai tepat di bawah pusar pada 22 minggu dan tepat di atas pusar pada 24 minggu.

Pada 36 minggu, rahim akan mencapai titik tertinggi, tepat di bawah tulang dada. Ini akan tetap pada ketinggian ini sampai kepala janin bergerak dan rahim turun ke perut. Ini bisa terjadi hingga satu bulan sebelum melahirkan kehamilan pertama, atau tidak sampai persalinan dengan ibu yang sudah melahirkan.

Bagaimana jika Tinggi Fundus Tidak Sesuai dengan yang Diharapkan?

Bagaimana jika Tinggi Fundus Tidak Sesuai Diharapkan
Pexels/MART PRODUCTION

Jika tinggi fundus lebih dari yang diharapkan untuk tahap kehamilan, dokter akan meminta ibu hamil untuk melakukan USG.

USG akan mengukur janin dan cairan ketuban di sekitanya. Ini juga akan menunjukkan apakah ibu hamil memiliki fibroid rahim atau penyebab medis lainnya untuk rahim yang lebih besar dari yang diharapkan.

Jika menurut hasil USG, janin berukuran lebih besar dari tahapnya selama lebih dari dua minggu, atau ibu hamil memiliki fibroid, atau lebih banyak cairan ketuban daripada yang seharusnya, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah atau tes lebih lanjut untuk menjaga ibu hamil dan janin tetap sehat.

Memiliki bayi besar, yang secara medis dikenal sebagai makrosomia, dapat disebabkan oleh diabetes gestasional, atau diabetes tipe I atau tipe II.

Untuk salah satu penyebab medis untuk rahim yang lebih besar dari yang diharapkan, dokter akan merekomendasikan perawatan yang tepat, dan akan mengawasi lebih dekat selama sisa kehamilan.

Itulah penyebab baby bump terlalu besar.  Ukuran baby bump selama kehamilan untuk tiap perempuan berbeda-beda ya, Ma. Mama jangan berkecil hati jika tonjolan perut ini lebih besar atau bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan ibu hamil lain. Selama kehamilan baik-baik saja dan si Kecil sehat, Mama tidak perlu khawatir.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.