Bagaimana Janin Bernapas di Dalam Kandungan? Cek Faktanya, Ma

Apakah janin sudah bisa menggunakan paru-parunya, walau masih berada di dalam kandungan?

16 Oktober 2021

Bagaimana Janin Bernapas Dalam Kandungan Cek Faktanya, Ma
Flickr/Biles

Sesaat setelah melahirkan, Mama menanti-nanti tangisan dan tarikan napas pertama bayi. Napas pertama si Kecil menandakan bahwa ia sudah siap untuk hidup di luar rahim Mama.

Namun, tahukah Mama ternyata napas janin selama di dalam rahim ternyata jauh berbeda dengan saat ia lahir? Meski ia memiliki paru-paru yang sedang berkembang ketika masih di dalam kandungan, namun organ ini baru akan digunakan sepenuhnya setelah lahir nanti.

Lantas, bagaimana caranya janin bernapas selama di dalam kandungan? Jika ingin mengetahui jawabannya, kali ini Popmama.com telah merangkum ulasannya secara detail. 

Apakah Janin Bernapas di Dalam Rahim?

Apakah Janin Bernapas Dalam Rahim
Pixabay/Gerd Altmann

Janin tidak "bernapas" dalam pengertian ketika sedang berada di dalam rahim. Udara yang berada di dalam rahim dengan di luar tidaklah sama. Konon, janin benar-benar berlatih pernapasan jauh sebelum mereka meninggalkan rahim yang terasa begitu nyaman. Ini dikenal dengan sebutan gerakan pernapasan janin.

Kontraksi otot membawa cairan ketuban masuk dan keluar dari paru-paru. Aktivitas ini membantu memperkuat otot-otot yang terlibat dalam persiapan untuk kehidupan di luar rahim. Bahkan mungkin mendukung perkembangan alveoli, kantung udara kecil di paru-paru yang menukar oksigen dan karbon dioksida dengan darah.

Meskipun gerakan pernapasan janin dimulai pada minggu ke-10 kehamilan, namun gerakan ini baru benar-benar dimulai sekitar minggu ke-20. Dikarenakan tidak diperlukan untuk bertahan hidup, maka latihan pernapasan tidak terjadi terus-menerus.

Faktanya, janin dapat bertahan selama beberapa jam tanpa melakukan gerakan pernapasan sama sekali. Pada minggu ke 24 hingga 28, latihan pernapasan terjadi sekitar 10 hingga 20 persen, lalu meningkat menjadi 30 hingga 40 persen setelah minggu ke-30.

Editors' Picks

Bagaimana Cara Janin Bernapas?

Bagaimana Cara Janin Bernapas
Freepik/bristekjegor

Meskipun janin berlatih gerakan pernapasan, ia tidak benar-benar menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida seperti yang Mama lakukan. Sebaliknya, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui tali pusat serta plasenta.

Molekul oksigen merembes melalui plasenta yang kemudian beredar dalam darah dan meneruskannya di sepanjang tali pusat ke janin. Produk limbah janin - termasuk karbon dioksida - melewati tali pusat dan plasenta ke aliran darah Mama untuk dibuang.

Di luar rahim, tentu saja segala sesuatunya berfungsi sangat berbeda. Paru-paru mendistribusikan oksigen ke aliran darah saat menarik napas. Kemudian mengeluarkan karbon dioksida dari aliran darah saat menghembuskan napas.

Bagaimana Bayi Bernapas Selama dan Setelah Dilahirkan?

Bagaimana Bayi Bernapas Selama Setelah Dilahirkan
Freepik/Jonathan Borba

Selama kelahiran, bayi memenuhi kebutuhan oksigennya melalui tali pusat dan plasenta. Saat bayi lahir, paru-parunya masih berisi cairan ketuban kerena semua latihan pernapasan dalam rahim.

Dalam waktu sekitar 10 detik setelah melahirkan, bayi akan mengambil napas. Saat itu, ia merespons perubahan drastis lingkungannya. Cairan kemudian mulai mengalir dari paru-parunya dan digantikan oleh oksigen. Momen itulah paru-paru mulai bekerja dengan sendirinya.

Kapan Paru-Paru Janin Berkembang dengan Sempurna?

Kapan Paru-Paru Janin Berkembang Sempurna
Pixabay/blankita_ua

Sekitar minggu ke-28 kehamilan, paru-paru telah cukup berkembang sehingga bayi prematur dapat bernapas sendiri. Meski begitu, paru-paru dan sistem peredaran darah masih membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

Sekitar minggu 37, paru-paru telah berkembang lebih sempurna. Organ ini akan terus tumbuh dan menyesuaikan diri sampai si Kecil berusia setidaknya 8 tahun.

Paru-paru akan mulai melakukan satu pekerjaan yang sangat penting sekitar bulan ke-6 kehamilan, yaitu membuat surfaktan. Ini yang memungkinkan paru-paru untuk mengembang dan mengempis. Zat ini dan alveoli (kantung udara kecil di ujung saluran udara) terus berkembang sampai saatnya Mama melahirkan.

Demi paru-paru janin dapat berkembang dengan sempurna, maka hindari rokok dan asapnya. Usahakan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi juga dapat mendukung perkembangan organ ini.

Nah, itu penjelasan mengenai cara janin bernapas selama berada di dalam kandungan. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.