6 Keluhan Ini Biasa Dialami Ibu Hamil di Usia Kehamilan 6 Bulan

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, bumil masih merasakan ketidaknyamanan kehamilan

28 Juli 2021

6 Keluhan Ini Biasa Dialami Ibu Hamil Usia Kehamilan 6 Bulan
Unsplash/Kelly Sikkema

Kehamilan memang menjadi momen membahagiakan yang ditunggu sebagain besar perempuan. Namun meski membahagiakan, berbagai macam “cobaan” nyatanya harus dihadapi ibu hamil, termasuk ketidaknyaman dan keluhan kehamilan.

Ketidaknyamanan ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon, perubahan tubuh seperti penambahan berat badan, atau kurangnya aktivitas.

Meski sering dialami oleh ibu hamil, keluhan ini membuat Mama merasa tidak nyaman. Apa saja keluhan ibu hamil enam bulan yang sering dialami oleh para Mama? Yuk, simak jawabannya di ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Heartburn atau sensasi terbakar di dada

1. Heartburn atau sensasi terbakar dada
Pexels/Engin Akyurt

Memasuki usia kehamilan enam bulan, ukuran janin makin besar sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Salah satunya adalah sensasi terbakar di dada atau yang dikenal juga dengan sebutan heartburn.

Heartburn atau dikenal juga dengan refluks asam adalah gejala umum kehamilan, kata Nirmala Chandrasekaran, seorang OB / GYN di Rumah Sakit St. Michael di Toronto. Kondisi ini terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan menjadi lebih kendur karena hormon. Sehingga memungkinkan asam mengalir kembali.

Tekanan janin yang sedang tumbuh di rahim dan ketidaknyamanan juga dapat menjadi penyebabnya.

Untuk menghindarinya, makanlah dalam porsi kecil namun sering sepanjang hari. Juga hindari makanan berminyak, pedas, dan asam yang menjadi pemicu asam lambung.

2. Munculnya strech mark

2. Muncul strech mark
Freepik/pch.vector

Seiring pertambahan berat badan, kemunculan stretch mark akan mulai terlihat. Strech mark muncul karena saat hamil, kulit mama meregang lebih cepat dan lebih lebar dari biasanya. Selain itu, tingginya kadar hormon juga dapat menggangu keseimbangan protein pada kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih tipis.

Perubahan kulit saat hamil ini ditandai dengan munculnya guratan berwarna kemerahan pada paha. Namun bisa pula muncul di area tubuh lain seperti perut, bokong, payudara, dan lengan bagian atas.

Ini dapat diatasi dengan mengaplikasikan krim khusus untuk strech mark.

Editors' Picks

3. Kram dan kesemutan di kaki

3. Kram kesemutan kaki
Pexels/Kindel Media

Memasuki trimester kedua, salah satu hal yang sering terjadi pada Mama adalah kram kaki dan kesemutan. Meski terkesan sepele, kondisi ini juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Mama.

Diduga kuat kram kaki saat hamil terjadi karena penumpukan asam laktat, namun sampai saat ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Teori lain menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi karena bertambahnya beban tubuh mama, sehingga kaki harus bekerja lebih keras untuk menopang.

Penyebab lainnya yang banyak disebutkan adalah perubahan pada struktur pembuluh darah saat hamil. Dikatakan bahwa aliran darah menjadi lebih lambat, sehingga beberapa bagian tubuh pun menjadi lebih rentan mengalami kram.

Pakar kesehatan kandungan dari Neighbourhood Midwives, Tina Perridge, menyebutkan teori yang paling mungkin menjadi penyebab munculnya kram kaki saat hamil adalah perubahan kadar mineral dalam tubuh mama.

Tubuh akan memprioritaskan perkembangan bayi di trimester kedua dan ketiga, akibatnya Mama pun mengalami defisit kalsium, magnesium dan kalium, yang kemudian memicu kram.

Cara mengatasinya antara lain dengan meningkatkan asupan zat besi, mengurangi kafein, aktif bergerak, serta mengompres bagian kram jika tidak nyaman.

4. Sakit perut bagian bawah

4. Sakit perut bagian bawah
Pexels/Daniel Reche

Keluhan ibu hamil enam bulan lainnya Mama mungkin akan mengalami kram atau nyeri di perut bagian bawah. Ini disebabkan oleh rahim yang membesar selama kehamilan memberi tekanan pada otot dan ligamen di sekitarnya.

Otot ligamen bundar juga akan sering mengalami kram saat meregang. Saat hal itu terjadi, Mama akan merasakan nyeri tumpul di perut bagian bawah atau nyeri yang tajam seperti ditusuk. 

Untuk mengatasinya, Mama dapat mandi air hangat, melakukan latihan relaksasi, atau menempelkan botol air panas yang dibungkus handuk di perut bagian bawah.

5. Kontraksi Braxton-Hicks

5. Kontraksi Braxton-Hicks
Pexels/Daryl Wilkerson Jr

Dalam dunia medis, Braxton Hicks adalah istilah yang merujuk pada kontraksi palsu. Ternyata, kondisi ini normal dialami ibu hamil. Lewat kontraksi tersebut, rahim tengah mempersiapkan diri guna menghadapi persalinan.

Sebetulnya, kontraksi rahim terjadi sepanjang usia kehamilan. Bahkan, sejak usia kehamilan 7 minggu. Hanya saja karena ukuran rahim belum membesar, Mama nggak terlalu merasakan kontraksi tersebut.

Kontraksi palsu biasa dialami ibu hamil pada trimester ke-3, atau secepatnya pada trimester ke-2 di usia kehamilan 16 minggu. Beberapa tanda kontraksi palsu yang bisa Mama rasakan adalah:

  • Otot-otot rahim mengencang, Mama bisa menempelkan tangan di atas perut dan otot perut terasa tegang
  • Durasi kontraksi palsu sekitar 30 detik, tetapi tidak lebih dari dua kali per jam
  • Kontraksi palsu bisa terjadi beberapa kali dalam sehari
  • Frekuensi dan pola kontraksi acak, tetapi tidak bertambah parah, tidak juga semakin sering
  • Begitu Mama mengubah posisi atau berganti aktivitas, kontraksi cenderung berhenti
  • Tidak ada flek atau bercak darah
  • Air ketuban tidak pecah

Bila ini terjadi pada Mama, ubah posisi tidur, makan dan minum untuk mengurangi rasa tidak nyaman, serta mandi air hangat.

6. Sakit punggung bagian bawah

6. Sakit punggung bagian bawah
Pexels/Media

Salah satu keluhan yang kerap dirasakan ibu hamil selain morning sickness adalah sakit punggung saat hamil. Ketidaknyamanan yang terjadi selama kehamilan ini  hampir  dialami 80 persen perempuan dan umumnya bukan hal yang harus dikhawatirkan karena ini memang umum terjadi.

Sakit punggung bagian bawah ini disebabkan oleh:

  • Perubahan hormon,
  • penambahan berat badan,
  • postur tubuh yang buruk,
  • stres selama kehamilan,
  • serta kurang gerak.

Itu semua keluhan ibu hamil 6 bulan yang banyak dialami. Jika Mama mengalami keluhan atau ketidaknyamanan yang mencurigakan, segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan.

Semua ketidaknyamanan yang dialami saat hamil biasanya akan hilang setelah Mama melahirkan. Selain itu, ketidaknyamanan ini juga merupakan tanda bahwa tubuh bekerja untuk merawat janin. Meski rasanya tidak enak, percayalah Mama mampu menjalaninya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.