Sindrom Pita Ketuban, Kondisi Langka yang Sebabkan Bayi Lahir Cacat

Apa penyebab dari komplikasi ini?

10 Februari 2021

Sindrom Pita Ketuban, Kondisi Langka Sebabkan Bayi Lahir Cacat
Pexels/Amina Filkins

Kehamilan adalah fase paling menakjubkan dalam hidup seorang perempuan. Fase ini indah sekaligus menantang.

Agar kehamilan dan janin berkembang dengan baik, banyak hal yang harus Mama lakukan dan tidak boleh dilakukan. Bahkan setelah Mama sudah mengikuti semua aturan, bayi dapat terlahir dengan beberapa masalah karena komplikasi kehamilan yang tidak terduga.

Salah satu kondisi langka yang menyebabkan bayi lahir cacat adalah sindrom pita ketuban atau amniotic band syndrome. Sindrom ini merupakan kondisi langka. Penyebabnya adalah rangkaian kantung ketuban yang memisahkan dan membelit jari, anggota badan, atau bagian lain dari janin.

Pada kasus ini, perkembangan dan pertumbuhan janin terhambat sehingga suplai darah terbatas ke beberapa bagian tubuh yang mengakibatkan kelainan bentuk lahir, terutama di jari kaki, jari tangan, wajah, kepala, dan lengan.

Di bawah ini Popmama.com mengulas mengenai penyebab, komplikasi, serta penanganan sindrom pita ketuban ini. Seperti apa ya?

Apa Penyebab Sindrom Pita Ketuban?

Apa Penyebab Sindrom Pita Ketuban
Pixabay/WenPhotos

Ada banyak teori tentang penyebab sindrom pita ketuban. Menurut teori ekstrinsik, penyebab sindrom ini karena faktor eksternal pada janin. Di sisi lain, teori intrinsik menyatakan bahwa sindrom terjadi karena faktor yang terdapat di dalam janin.

Teori menunjukkan bahwa kantong ketuban memiliki dua lapisan, yang satu dikenal sebagai amnion sedangkan yang lainnya adalah korion.

Kedua lapisan tersebut sangat tipis dan saling menempel tetapi masih terpisah. Sindrom ini terjadi ketika beberapa bagian amnion yang robek dan menyebabkan terhambatnya suplai darah, pertumbuhan yang menyebabkan kelainan bentuk lahir dan kelainan lainnya.

Ketika amnion robek tetapi tak sampai mengganggu korion, lapisan dalam yang berdekatan dengan janin tersebut akhirnya ikut mengambang, seperti pita, dan membelit janin.

Meski penyebab sindrom ini tidak begitu jelas, namun para ahli medis percaya bahwa hal itu dimulai dengan robeknya amnion pada tahap awal kehamilan:

  • Ketika benang amnion membelit janin, ini menyebabkan terjadinya sindrom pita ketuban.
  • Keausan amnion tidak disengaja dan tidak ada hubungannya dengan ibu atau bahkan fase kehamilan.

Sindrom ini menyerang 1 dari 1.200 hingga 1 dari 15.000 kelahiran hidup. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab lapisan kantung ketuban robek dan akhirnya membelit bagian tertentu pada janin. Para ahli mengatakan, penyebab sindrom ini bukanlah karena faktor genetik.

Editors' Picks

Komplikasi Sindrom Pita Ketuban

Komplikasi Sindrom Pita Ketuban
Freepik/Praisaeng

Sindrom ini adalah sekelompok cacat lahir yang disebabkan ketika organ janin, terutama tungkai dan tangan terjalin tali ketuban saat janin masih dalam kandungan.

Sindrom ini dapat menimbulkan kecacatan, meskipun bayi lahir dengan selamat. Beberapa risiko cacat tersebut antara lain:

  • Bibir sumbing
  • Wajah asimetris
  • Constriction ring syndrome (CSR), yaitu lengan dan kaki seperti hampir terputus
  • Jari, lengan, atau kaki yang teramputasi (putus)
  • Clubfoot dan clubhand, kondisi di mana kaki dan tangan bengkok
  • Encephalocele, yaitu tengkorak bayi tidak menutup sempurna sehingga otak muncul lewat celah di tengkorak
  • Limfedema atau pembengkakan di kaki atau lengan akibat sumbatan
  • Deformitas tulang belakang
  • Anensefali, yaitu lahir tanpa tulang tengkorak dan beberapa bagian otak

Semua orangtua tentu mengharapkan bayi lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Tetapi sayangnya sindrom ini sulit dideteksi saat Mama hamil.

Penanganan Sindrom Pita Ketuban

Penanganan Sindrom Pita Ketuban
Pexabay/PublicDomainPictures

Karena sindrom ini sulit untuk dideteksi saat kehamilan, sebagian besar kasus bayi lahir cacat ditangani setelah ibu melahirkan.

Pada umumnya prosedur amputasi untuk mengangkat jaringan tubuh yang mati dilakukan ketika janin masih dalam kandungan. Namun bisa juga dilakukan ketika ia lahir. Hal ini tergantung dengan kondisi tiap janin.

Apa yang akan Terjadi dengan Bayi?

Apa akan Terjadi Bayi
Pixabay/Sasin Tipchai

Sindrom pita ketuban menyebabkan bayi lahir cacat fisik. Bagian tubuh yang cacat tergantung dari bagian tubuh mana yang tidak terlapisi selaput amnion ketika ia masih di dalam kandungan.

Karena itu, untuk pengobatannya pun akan tergantung dengan kondisi bayi masing-masing. Tetapi, karena kondisi ini tak disebabkan oleh kelainan genetik, maka cacat fisik ini dapat ditangani dengan pembedahan.

Bayi perlu dirawat setelah lahir dan kompleksitas yang timbul akibat sindrom pita ketuban biasanya tidak berakibat fatal. Pembedahan dapat meningkatkan fungsi tangan, kaki, dan fitur dangkal.

Nah itu penjelasan mengenai sindrom pita ketuban yang langka ini, Ma. Semoga kehamilan dan janin sehat selalu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.