Penting untuk Lindungi Organ, Simak Tips Menjaga Abdomen saat Hamil

Abdomen sangat penting untuk pernapasan, melindungi organ-organ dalam, dan menyangga tubuh

11 Juni 2021

Penting Lindungi Organ, Simak Tips Menjaga Abdomen saat Hamil
Pexels/Leah Kelley

Selain mengonsumsi makanan bernutrisi selama kehamilan, Mama harus memastikan agar dapat kembali bugar setelah melahirkan.

Pemulihan setelah melahirkan tidak sama bagi setiap perempuan. Meskipun berat badan sudah kembali normal, abdomen atau perut Mama mungkin masih lemah sehingga mengganggu aktivitas. Apakah ini normal?

Abdomen (perut) adalah bagian tubuh antara dada dan pinggul yang berisi pankreas, lambung, usus, hati, kandung empedu, dan organ lainnya. Perut dan bagian-bagiannya memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:

  • Organ abdominal bertanggung jawab dalam pencernaan dan penyerapan makanan.
  • Otot abdominal membantu proses pernafasan.
  • Otot abdominal melindungi organ-organ dalam.
  • Otot punggung mengatur dan menyangga postur dan bentuk tubuh.

Perut yang lemah dan menonjol adalah gejala pemisahan otot perut yang dikenal sebagai diastasis recti. Diastasis recti terjadi ketika jaringan ikat yang menyatukan otot rectus abdominis. Pemisahan ini tidak menyakitkan, tetapi dapat menyebabkan banyak efek samping yang tidak diinginkan, termasuk perut lemah, perut buncit, sakit punggung (terutama di punggung bawah) dan inkontinensia urin.

Ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan saat hamil agar abdomen kembali normal setelah melahirkan. Ulasan Popmama.com kali ini akan membahas soal abdomen dan apa yang bisa dilakukan saat hamil untuk melindunginya.

Perut Buncit setelah Memiliki Bayi adalah Tidak Normal, Ma

Perut Buncit setelah Memiliki Bayi adalah Tidak Normal, Ma
Pixabay/Alicia_Harper

Menurut Becca Sanders Fung, DPT, yang bersertifikat dalam terapi fisik prenatal dan postpartum, “Banyak perempuan merasa memiliki perut buncit setelah menjadi ibu adalah hal yang normal. Meskipun hal-hal ini biasa terjadi, ini tidak normal dan merupakan tanda-tanda disfungsi yang mendasarinya.”

Studi menunjukkan diastasis recti mempengaruhi hingga 80 persen perempuan pascapersalinan, tetapi mayoritas tidak pernah tahu mereka memilikinya.

Karena diastasis recti itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan perempuan menganggap perut buncit dan lemah adalah bagian normal dari tubuh setelah melahirkan.

Kurangnya informasi, bagaimanapun, dapat menyebabkan mereka secara tidak sadar membuat perpisahan menjadi lebih buruk daripada lebih baik. “Latihan perut tradisional, seperti sit-up dan sit-up, biasanya tidak akan membuat perut rata jika Mama memiliki diastasis recti,” jelas Fung.

Berikut adalah lima hal yang dapat Mama lakukan untuk melindungi perut agar dapat kembali seperti semua setelah melahirkan:

1. Hindari melakukan crunch saat berolahraga

1. Hindari melakukan crunch saat berolahraga
Freepik/yanalya

Crunch adalah salah satu latihan perut yang paling populer, tetapi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Crunch memberi tekanan pada linea alba—jaringan ikat yang menyatukan otot-otot perut. Jaringan ini sudah di bawah tekanan dari 40 minggu pertumbuhan bayi dan tekanan ekstra dapat meningkatkan kemungkinan merobek jaringan dan menyebabkan diastasis recti.

Editors' Picks

2. Perkuat otot inti dan gluteal

2. Perkuat otot inti gluteal
Freepik/Mego-studio

Meski Mama menghindari crunch tidak berarti Mama akan sepenuhnya mengabaikan otot inti. Mama dapat  fokus pada otot-otot inti dalam, seperti abdominis transversal dan dasar panggul.

Abdominis transversal bertindak sebagai korset dengan mendukung inti dan mengurangi tekanan pada sambungan perut.

Penguatan otot gluteal juga menambah dukungan di luar panggul. Melatih otot ini telah terbukti membantu persalinan dan melahirkan.

3. Berguling dari tempat tidur saat hendak bangun

3. Berguling dari tempat tidur saat hendak bangun
Freepik

Saat akan bangun dari tempat tidur, Mama akan duduk dulu baru berdiri. Ini cenderung menyebabkan pemisahan perut atau diastasis recti

Mama dapat berguling ke samping, lalu mendorong tubuh dengan tangan untuk bangun dari tempat tidur. Meskipun tampak seperti perubahan kecil, modifikasi ini sangat membantu mengurangi stres pada perut.

4. Gunakan postur aktif

4. Gunakan postur aktif
Freepik/yanalya

Postur hamil dengan tangan di belakang dan pusar menonjol ke depan memberi tekanan ekstra pada perut dengan mendorong perut ke depan.

Cara yang lebih baik untuk berdiri adalah dengan postur aktif, pastikan bahu ke belakang dan kepala, tulang belakang, dan panggul sejajar.

5. Berkomitmen pada program rehabilitasi tubuh setelah melahirkan

5. Berkomitmen program rehabilitasi tubuh setelah melahirkan
Freepik/javi_indi

Meskipun kita tidak suka mengakuinya, persalinan dan melahirkan menyebabkan trauma pada tubuh, dan kita perlu memulihkan diri dengan cara yang terfokus dan terarah. Sama seperti yang kita lakukan dengan cedera lain di bawah perawatan ahli terapi fisik.

Mama dapat mengikuti latihan untuk memperkuat otot perut pascapersalinan. Temukan program latihan serupa yang berspesialisasi dalam pemulihan pascapersalinan yang dapat Mama percayai dan berkomitmenlah untuk itu.

Saat hamil, tubuh bekerja sangat keras, jadi tidak heran jika banyak terjadi perubahan. Sebelum terlambat, yuk, mulai jaga area perut agar tubuh kembali normal setelah melahirkan, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.