Masalah Pencernaan di Trimester Kedua Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Perubahan pada tubuh mama di trimester kedua kehamilan dapat menimbulkan masalah pencernaan

14 Januari 2022

Masalah Pencernaan Trimester Kedua Kehamilan Cara Mengatasinya
Freepik.com/dragana_gordic

Selama trimester kedua kehamilan, banyak perubahan akan yang terjadi. Perubahan-perubahan itu bisa menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah masalah pencernaan, Ma.

Ya, perubahan pada tubuh mama dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti sembelit, sering buang gas, atau rasa perih dan panas yang menyerang dada.

Agar Mama bisa menikmati kembali masa kehamilan, berikut Popmama.com rangkum masalah pencernaan di trimester kedua kehamilan dan cara mengatasinya. Yuk, Simak!

Hubungan Saluran Pencernaan dengan Kehamilan

Hubungan Saluran Pencernaan Kehamilan
Jeanhailes.org.au

Sebelum mengetahui jenis dari masalah pencernaan di trimester kedua, Mama harus mengetahui bahwa sistem pencernaan memiliki jaringan yang kompleks.

Organ akan saling bekerja sama untuk membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi. Organ yang ikut serta dalam sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, perut, hati, usus halus dan anus.

Penyerapan nutrisi berguna untuk memberikan energi pada tubuh. Penyerapan nutrisi menjadi bagian yang paling krusial di masa kehamilan karena dapat membantu janin untuk berkembang.

Masalah pencernaan terjadi pada kehamilan disebabkan oleh gelombang hormon yang  berfungsi untuk melemaskan otot. 

Pertambahan berat badan alami yang didapat dari perkembangan Bayi juga dapat memberi tekanan ekstra pada saluran pencernaan, yang menyebabkan Mama akan merasa sakit di area perut.

Nah, setelah Mama mengetahui informasi dasar di atas, berikut ini 3 masalah pencernaan yang dapat terjadi di masa trimester kedua.

Editors' Picks

1. Sembelit

1. Sembelit
babycenter.com

Sembelit merupakan penyakit umum yang dapat terjadi selama masa kehamilan dan lazimnya terjadi pada trimester kedua.

Hormon yang tidak teratur dapat memperlambat gerakan usus. Gerakan usus yang tidak teratur ini akan menyebabkan rasa sakit, dan perut Mama mungkin akan membengkak.

Untuk terhindar dari hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa Mama lakukan nih! Di antaranya ada:

  • Hindari menahan buang air besar. Kalau bisa Mama upayakan untuk tetap buang air besar, namun hindari memaksa perut agar tidak terjadi kontraksi.
  • Minum banyak air putih. Disarankan minum air putih sebanyak 8-12 gelas per hari.
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat memperlancar sistem pencernaan lho, Ma!

Dokter mama bisa jadi akan memberikan rekomendasi berupa obat pencahar atau suplemen serat seperti Psyllium untuk mengencerkan feses.

Perlu diingat Ma, diare merupakan efek samping yang umum terjadi akibat mengonsumsi obat pencahar. Jadi jangan sembarangan mengonsumsi obat pencahar ya!

Gunakan resep dokter agar Mama dan calon Bayi terhindar dari komplikasi serius selama masa kehamilan.

2. Penumpukan gas

2. Penumpukan gas
Freepik.com/senivpetro

Sistem pencernaan yang lambat selama trimester kedua dapat menyebabkan penumpukan gas yang dapat menyebabkan:

  • Sakit perut,
  • Keram,
  • Sendawa,
  • Perut buncit atau membesar

Untuk menghindari masalah tersebut, beberapa makanan dan minuman yang perlu Mama hindari, yaitu:

  • Minuman bersoda,
  • Bawang putih,
  • Kacang-kacangan dan makanan berserat tinggi lainnya (jika Mama tidak memiliki masalah dengan sembelit),,
  • sayuran seperti kembang kol, brokoli, dan kubis,
  • Bayam,
  • Kentang.

Mama perlu mencoba untuk mengunyah makan lebih perlahan demi menghindari udara yang masuk terlalu banyak. Jika cara ini tidak berhasil, Mama dapat selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Jangan sembarang mengonsumsi suplemen herbal tanpa petunjung dokter ya, Ma!

3. Heartburn atau rasa perih dan panas yang menyerang bagian dada

3. Heartburn atau rasa perih panas menyerang bagian dada
Freepik.com/jcomp

Gejala heartburn cenderung lebih berisiko muncul terhadap ibu hamil. Hal ini diakibatkan karena pembesaran rahim atau uterus yang menekan lambung.

Mama akan merasakan sensasi seperti terbakar pada tenggorokan dan dada tidak lama setelah makan, saat sedang berbaring, ataupun saat sedang menunduk.

Beberapa jenis makanan juga dapat mempengaruhi heartburn. Walaupun Mama sebelum kehamilan tidak pernah memiliki riwayat asam lambung, sebaiknya Mama dapat mempertimbangkan untuk menghindari:

  • Bawang bombai,
  • Makanan pedas,
  • Makanan yang digoreng dan makanan berlemak,
  • Kafein.

Jika Mama sering mengalami gejala heartburn, ada baiknya Mama melakukan hal-hal berikut:

  • Tinggikan bantal mama saat malam hari untuk membantu mengurangi gejala heartburn,
  • Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat dan cara menangani heartburn secara profesional.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bertemu Dokter?

Kapan Waktu Tepat Bertemu Dokter
Freepik.com/pressfoto

Selama trimester kedua berlangsung, gangguan pencernaan ringan merupakan hal normal yang dirasakan oleh Ibu hamil. Walau begitu, beberapa gejala bisa menjadi pertanda yang lebih berbahaya.

Segera pergi ke dokter jika Mama mengalami gejala:

  • Diare parah, di antaranya selalu merasa haus walaupun sudah minum, pusing, mulut kering, urine berwarna kuning kecokelatan,
  • Diare lebih dari 2 hari,
  • Feses terdapat darah ataupun berwarna hitam,
  • Rasa sakit berkaitan dengan penumpukan gas yang selalu datang setiap beberapa menit.

Tubuh mama akan mengalami banyak perubahan dan rasa sakit selama janin terus berkembang.

Perubahan ini bisa terasa tidak nyaman, dan akan bertahan lama sampai proses persalinan berakhir.

Walaupun begitu, tetap semangat ya Ma! Rasa sakit yang Mama alami tidak sebanding dengan penantian si Kecil.

Pastikan Mama mendiskusikan masalah dan gejala jika mengalami masalah pencernaan dengan dokter kandungan.

Itulah tadi masalah pencernaan di trimester kedua kehamilan dan cara mengatasinya. Semoga membantu, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.