Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Minuman Isotonik?

Minum minuman isotonik memang menyegarkan, tapi apakah aman untuk ibu hamil?

12 Agustus 2020

Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Minuman Isotonik
Pxhere/CC0 Public Domain

Minuman isotonik atau minuman berenergi banyak dikonsumsi orang di seluruh dunia dan dipercaya sebagai bagian dari minuman kesehatan. Hal ini dikaitkan dengan kandungannya yang dianggap dapat meningkatkan fokus, mengembalikan energi yang hilang selepas berkegiatan, dan lain-lain. 

Tetapi, bolehkah ibu hamil minum minuman isotonik? Berikut Popmama.com merangkum penjelasannya, dilansir dari Very Well Family:

Bolehkah Ibu Hamil Minum Minuman Isotonik?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Minuman Isotonik
william-reed.com

Ketika hamil, plasenta tumbuh di dalam rahim dan memasok bayi dengan makanan dan oksigen melalui tali pusar. Nutrisi dalam makanan dan minuman yang Mama konsumsi akan diteruskan ke bayi mama, termasuk bahan-bahan dalam minuman isotonik. 

Emily Mitchell, MS, RD, CSSD, CDE, CLT, ahli diet di Center for Fetal Medicine mengatakan, "Minuman energi tidak dianjurkan selama kehamilan karena mungkin mengandung kafein tingkat tinggi, dan bahan-bahan lain yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Minuman energi juga tidak diatur oleh FDA karena termasuk dalam kategori suplemen makanan. Suplemen tidak diatur dan mungkin mengandung bahan yang tidak tercantum dalam label."

Editors' Picks

Bahaya Kafein dalam Minuman Isotonik

Bahaya Kafein dalam Minuman Isotonik
Pexels/Breakingpic

Kafein adalah salah satu bahan utama dalam minuman isotonik dan minuman berenergi lain. Kandungan ini dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis. 

Kelebihan kafein dapat menyebabkan kejang, psikosis, dan aritmia jantung. Overdosis kafein meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini dapat memengaruhi sistem saraf, gugup, hingga sulit tidur.

Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per harinya. Takaran ini setara dengan satu cangkir kopi 12 ons.

Pemanis Buatan yang Tak Bergizi

Pemanis Buatan Tak Bergizi
freepik.com/poringdown

Di dalam minuman isotonik, biasanya ditambahkan pemanis buatan rendah gizi. Pemanis non-nutritif ini rendah kalori, dalam artian memberikan rasa manis tanpa menambahkan kalori dan gula.

Meskipun rendah kalori, tetapi penggunaan pemanis buatan non-nutritif ini tidak aman pada kehamilan. Oleh karena itu sebagian besar jenis pemanis ini harus dihindari.
 

Bahaya Taurin dalam Minuman Isotonik

Bahaya Taurin dalam Minuman Isotonik
Pixabay/sbtlneet

Beberapa minuman berenergi dan isotonik juga mengandung taurin. Taurin adalah asam amino essensial yang mengandung sulfur dan secara alami ditemukan dalam makanan hewani yang mendukung perkembangan nenurologis, serta mengatur jumlah air dan mineral dalam darah. 

Karena otak dan retina bayi belum berkembang sepenuhnya ketika di dalam kandungan, taurin dikhawatirkan dapat menimbulkan efek selama kehamilan. \

Apalagi jika dikombinasikan dengan bahan-bahan lain dalam minuman isotonik. Karena itu, Mama dianjurkan untuk menghindarinya selama kehamilan.

Kadar Vitamin B yang Berlebih

Kadar Vitamin B Berlebih
Unsplash/Thomas Lipke

Vitamin B diyakini dapat meningkatkan energi dengan mengubah energi dari makronutrien menjadi adenosin trifosfat (ATP), suatu bentuk energi yang digunakan tubuh kita.

Tetapi, permasalahannya adalah kadar vitamin dan zat aditif lainnya dalam minuman energi sering melebihi jumlah asupan harian yang direkomendasikan. 

Vitamin B memang larut dalam air. Jika konsumsinya berlebihan, biasanya tidak bermasalah karena akan dikeluarkan melalui urine.

Tetapi, pada ibu hamil harus lebih waspada lagi saat mengonsumsi minuman isotonik yang mengandung vitamin B karena dapat menyebabkan peningkatan detak jantung hingga neuropati sensorik yang berbahaya bagi kehamilan.

Itulah tingkat keamanan ibu hamil minum minuman isotonik. Minuman berenergi dan minuman isotonik harus dihindari ketika hamil. Sebab, mengandung campuran bahan yang bervariasi dan keamanannya untuk ibu hamil biasanya belum diteliti lebih lanjut.

Karena kita tidak dapat menentukan efeknya secara pasti pada ibu atau bayi yang akan lahir, sebaiknya Mama tidak mengonsumsinya selama masa kehamilan hingga menyusui.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.