Cara Mengatasi Janin Kelebihan Berat Badan, Cegah Komplikasi

Tips-tips ini mudah dilakukan tapi punya dampak besar mengatasi kelebihan berat badan janin

6 September 2021

Cara Mengatasi Janin Kelebihan Berat Badan, Cegah Komplikasi
Unsplash/Andrew Seaman

Setiap mama tentunya menginginkan pertumbuhan janin yang sehat dari hari ke hari. Salah satu indikator pertumbuhan janin yang sehat adalah peningkatan berat badan. Walaupun peningkatan berat badan janin adalah hal yang diharapkan, tetapi janin yang kelebihan berat badan juga berbahaya lho, Ma.

Kelebihan berat badan pada janin dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang fatal, mulai dari masalah pernapasan, penyakit kuning, hingga diabetes bawaan lahir. Oleh karenanya, di masa kehamilan mama perlu mengelola berat badan janin agar tidak mengalami kelebihan. Berikut ini Popmama.com punya beberapa cara mengatasi janin kelebihan berat badan:
 

1. Mengelola gula darah di masa kehamilan

1. Mengelola gula darah masa kehamilan
Freepik/gpointstudio

Salah satu penyebab janin kelebihan berat badan adalah sang Mama yang mengidap diabetes, baik itu diabetes yang terjadi sebelum atau pun baru muncul pada saat kehamilan. Apabila diabetes yang diidap sang Mama tidak terkendali, maka janin yang dikandung pun berisiko memiliki berat badan berlebih dan komplikasi kesehatan lainnya di masa depan.

Karena itulah, penting untuk mengelola gula darah di masa kehamilan. Salah satunya adalah dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, dan mengganti konsumsi karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks.

2. Mempertahankan berat badan yang ideal

2. Mempertahankan berat badan ideal
Freepik/user18526052

Selaras dengan mengelola gula darah, ibu hamil perlu mempertahankan berat badan yang ideal. Anggapan yang beredar di masyarakat bahwa ibu hamil harus banyak makan karena 'makan untuk berdua', harus dipahami secara benar. Bukan makan dengan sembarangan, melainkan makan yang sehat. 

Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, berat badan mama maupun janin tidak akan kelebihan maupun kekurangan. Mempertahankan berat badan yang ideal ini dapat menghindarkan diri dari risiko obesitas selama kehamilan, persalinan prematur, dan komplikasi persalinan yang dapat membahayakan Mama maupun janin yang dikandung.

Editors' Picks

3. Makan dalam porsi kecil

3. Makan dalam porsi kecil
Pixabay/wichai bopatay

Ketika janin mengalami kelebihan berat badan, Mama perlu mengubah cara makan. Alih-alih makan sekaligus dalam jumlah besar, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi frekuensinya sering. Cara makan ini akan menghindarkan Mama dari rasa lapar berlebih sehingga berujung kalap makan. 

Tak hanya itu, cara makan ini harus didukung dengan pemilihan makanan yang tepat. Pilihlah makanan yang sehat dan cukup mengenyangkan, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, protein, dan serat. Makanlah setiap tiga jam sekali dengan cara ini, serta hindari makanan yang mengandung gula tinggi dan gorengan.

4. Perhatikan jumlah kalori yang masuk

4. Perhatikan jumlah kalori masuk
Freepik

Saat hamil, banyak orang beranggapan inilah saatnya makan lebih banyak karena Mama tak hanya makan untuk diri sendiri, melainkan juga perlu memberi asupan janin dalam kandungan. Padahal jika jumlah kalori yang masuk berlebih, berat badan mama maupun janin bisa naik drastis dan tentu saja hal ini tidak diharapkan bukan? 

Pada trimester pertama, Mama tidak memerlukan kalori tambahan. Menginjak trimester kedua, Mama membutuhkan kurang lebih 340 kalori tambahan per harinya. Memasuki trimester ketiga, barulah Mama membutuhkan sekitar 450 kalori tambahan per hari. Tambahan kalori ini bisa didapatkan dari makanan-makanan yang sehat, seperti sereal, buah, sayur, kacang-kacangan, protein sehat, dan hindari kalori kosong seperti keripik, cake, junk food, dan sebagainya. 

5. Cukupi kebutuhan minum air putih

5. Cukupi kebutuhan minum air putih
Freepik/Yanalya

Hal sepele yang seringkali dilupakan padahal penting adalah mencukupi kebutuhan minum air putih setiap harinya. Padahal dengan minum air putih yang cukup, Mama bisa menahan diri dari godaan camilan berkalori kosong yang berkontribusi terhadap peningkatan berat badan janin.

Terkadang kita merasa lapar, padahal sesungguhnya rasa lapar tersebut hanyalah sinyal bahwa tubuh kita kekurangan cairan. Ketika salah mengartikannya sebagai kelaparan, maka Mama cenderung akan makan lebih banyak. 

Dengan cukup minum air putih setiap harinya, Mama juga akan terhindar dari dehidrasi dan konstipasi.

6. Olahraga ringan

6. Olahraga ringan
Pexels/Daniel Reche

Untuk mengatasi janin yang kelebihan berat badan, kuncinya adalah dengan membuat tubuh mama lebih aktif bergerak. Tak perlu berolahraga ekstrem di gym, Ma. Mama bisa membentuk kebiasaan aktif, seperti jogging atau berjalan kaki sekitar 30 menit per hari.

Dengan rutin jogging atau berjalan kaki setiap hari, Mama bukan hanya dapat mengatasi kenaikan berat badan, melainkan juga mengalami lebih sedikit rasa sakit dan nyeri di masa kehamilan. Alternatif olahraga yang menyenangkan, ringan, sehat, dan aman nih, Ma.

Itulah beberapa cara mengatasi janin kelebihan berat badan yang bisa Mama lakukan. Lakukan kebiasaan-kebiasaan ini diiringi dengan saran dari dokter ya, Ma. Niscaya Mama dapat melewati kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat.

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.