Metode Menghilangkan Bulu di Masa Kehamilan, Mana yang Aman?

Bikin risih dan ganggu penampilan, tapi jangan dihilangkan dengan cara sembarangan

31 Mei 2021

Metode Menghilangkan Bulu Masa Kehamilan, Mana Aman
Freepik/maksymiv_yura

Bagi sebagian ibu hamil, hormon kehamilan membuat kulit terlihat makin glowing. Begitu pula kuku dan rambut yang semakin kuat dan bersinar. Tetapi hormon kehamilan juga membawa pertumbuhan bulu-bulu yang cukup mengganggu di berbagai area tubuh. Wah, rasanya ingin deh menghilangkannya agar tidak mengganggu kenyamanan. 

Lalu, bagaimana ya cara menghilangkan bulu di berbagai area tubuh yang aman bagi ibu hamil? Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa metode menghilangkan bulu yang aman selama kehamilan, dilansir dari What to Expect:

1. Mencabut bulu dan threading

1. Mencabut bulu threading
Pexels/Andrea Piacquadio

Untuk bulu-bulu kecil, seperti alis, bulu di dagu, atau bulu di bibir atas, mencabut atau threading menggunakan benang adalah cara yang aman bagi ibu hamil. Kedua metode ini tidak memerlukan bahan kimia atau prosedur medis yang menyakitkan sehingga relatif aman dilakukan selama kehamilan. Meskipun Mama bisa melakukannya sendiri, sebaiknya threading dilakukan oleh seorang profesional agar tidak melukai. 

Editors' Picks

2. Mencukur

2. Mencukur
Freepik/User33769719

Untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan di area yang lebih luas, Mama bisa mencukurnya. Di masa kehamilan, bulu-bulu lebih cepat dan lebih banyak tumbuh, jadi Mama harus lebih sering mencukurnya. Tak perlu khawatir, Ma, sering bercukur tidak akan membuat bulu yang tumbuh menjadi kasar. Itu hanyalah mitos. 

Mencukur area pribadi saat hamil mungkin lebih sulit dilakukan. Terutama selama bulan-bulan berikutnya ketika perut mama semakin besar dan Mama tidak dapat benar-benar melihat area sekitar kelamin. Tetapi jika Mama berhati-hati dan sabar, Mama bisa mencukurnya dengan baik kok. 

3. Waxing dan sugaring

3. Waxing sugaring
Freepik/rawpixel.com

Waxing adalah metode menghilangkan bulu di badan dengan cara mengangkatnya menggunakan campuran cairan lengket (biasanya menggunakan gula yang dipanaskan hingga menjadi lengket atau yang disebut dengan sugaring). Metode waxingdan sugaringdipercaya dapat mengangkat bulu-bulu yang tidak diinginkan lebih efektif dan lebih lama bertumbuhnya ketimbang metode-metode lain. Apabila saat hamil kulit mama tidak terlalu sensitif, waxing dan sugaring relatif aman dicoba.

Metode ini tidak boleh digunakan untuk mencabut bulu di hidung, telinga, puting susu, permukaan kulit yang bervarises, tahi lalat atau kulit, pada kulit yang teriritasi, pecah-pecah atau terbakar sinar matahari. Hindari melakukan waxing dan sugaring di area tubuh yang terkena melasma kehamilan.

4. Krim dan losion

4. Krim losion
Freepik/rawpixel.com

Krim, gel, losion, aerosol, dan roll on penghilang bulu mungkin tampak sebagai cara termudah untuk menumpas bulu-bulu di area tubuh. Tetapi Mama harus benar-benar jeli memilih mana produk yang aman selama kehamilan. Pasalnya, produk-produk ini biasanya mengandung bahan aktif bubuk barium sulfida dan kalsium tioglikolat yang membuat bulu-bulu bisa 'larut' menjadi massa yang mudah diseka dari permukaan kulit. 

Bahan-bahan kimia yang umumnya digunakan dalam produk-produk ini menimbulkan bau menyengat yang cukup mengganggu indra penciuman ibu hamil yang lebih peka. Dalam berbagai kasus, tak jarang menyebabkan reaksi alergi. Meskipun belum ada bukti yang membuktikan bahwa krim penghilang bulu berbahaya bagi perkembangan bayi, sebaiknya dihindari sampai Mama melahirkan.

5. Laser dan elektrolosis

5. Laser elektrolosis
Freepik/Wavebreakmedia

Laser hair removal menggunakan sinar laser untuk merusak folikel rambut dan menargetkan pigmen rambut untuk menghentikan pertumbuhannya. Dengan elektrolisis, probe logam dimasukkan ke dalam batang tempat rambut tumbuh, mengalirkan arus listrik melalui kulit untuk menghancurkan folikel.

Hingga kini, masih belum ada penelitian tepercaya yang telah dilakukan untuk memastikan apakah metode menghilangkan bulu dan rambut menggunakan laser atau elektrolisis aman untuk ibu hamil. Jadi, yang terbaik adalah menunggu metode ini sampai setelah melahirkan.

Apabila Mama merasa pertumbuhan bulu-bulu tersebut mengganggu kenyamanan, pilih metode menghilangkan bulu selama kehamilan teraman yang bisa dilakukan. Konsultasikan dengan dokter kandungan tentang metode yang akan Mama pilih. Tetapi jika Mama merasa tidak terlalu terganggu, tak masalah. Bulu-bulu itu hanya akan tumbuh tak terkendali selama masa kehamilan. Semuanya akan kembali normal enam bulan setelah melahirkan.

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.