Posisi Oksiput Posterior pada Janin saat Trimester Akhir Kehamilan

Ketahui penyebab dan risikonya, Ma

24 Februari 2020

Posisi Oksiput Posterior Janin saat Trimester Akhir Kehamilan
Unsplash/Janko Ferlič

Memasuki tahap akhir kehamilan pasti membuat Mama semakin tidak sabar bertemu si buah hati. Beragam perubahan pun terjadi yang menandakan semakin berkembangnya janin dalam kandungan.

Mulai dari gejala tidak nyaman yang muncul ketika perut semakin membesar, hingga timbul rasa tendangan atau gerakan si Kecil.

Namun, semakin dekat dengan hari persalinan, ruang gerak bayi dalam kandungan akan lebih sedikit. Hal ini karena massa bayi sudah semakin besar dan siap lahir.

Biasanya, bayi akan berada dalam posisi kepala bawah (vertex) menghadap ke belakang, tetapi ini bukan lah satu-satunya posisi. Bayi juga dapat berada dalam posisi lain, seperti oksiput posterior atau bayi telentang.

Berikut Popmama.com jelaskan lebih lanjut mengenai arti posisi oksiput posterior, penyebab dan risiko komplikasinya. Dilansir dari laman MomJunction.   

1. Posisi oksiput posterior pada janin

1. Posisi oksiput posterior janin
Momjunction.com

Posisi oksiput posterior (OP) ini ditandai dengan kepala bawah dari bayi yang menghadap sisi perut Mama. Dengan kata lain, bayi dalam posisi telentang dengan kepala di bagian bawah dalam jalan lahir. Ada dua jenis posisi oksiput posterior, yaitu:

  • Oksiput posterior kanan, dalam posisi ini punggung bayi menghadap ke sisi kanan Mama dengan bagian kepala belakang menghadap sisi belakang tubuh Mama.
  • Oksiput posterior kiri, pada posisi ini punggung bayi menghadap ke sisi kiri Mama dengan bagian belakang kepala menghadap sisi belakang tubuh Mama.

Mama perlu melakukan pengecekan secara rutin jika bayi dalam posisi oksiput posterior ini.

Caranya, bisa melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) karena posisi bayi seperti ini dapat menyebabkan risiko saat persalinan nanti.

2. Penyebab posisi oksiput posterior pada janin

2. Penyebab posisi oksiput posterior janin
Unsplash/Beka Tasmagambet

Ada beberapa faktor yang memungkinan terjadinya posisi oksiput posterior pada janin, yaitu, bentuk panggul, perempuan yang memiliki bentuk panggul menyerupai hati dan rongga panggul yang sempit.

Kemudian, keadaan kyphosis tubuh Mama atau lengkungan tulang belakang yang berlebihan sehingga bayi kemadalam posisi oksiput posterior. Kehamilan ganda atau janin yang kembar juga mungkin dapat menjadi alasan terjadinya posisi ini.

Selain itu, ada juga beberapa faktor risiko yang mungkin dapat meningkatkan peluang terjainya posisi oksiput posterior, misalnya usia Mama lebih dari 35 tahun, obesitas, usia kehamilan lebih dari 41 minggu, dan pernah melahirkan dengan posisi oksiput posterior yang sama sebelumnya.

Editors' Picks

3. Efek posisi oksiput posterior

3. Efek posisi oksiput posterior
Unsplash/Jonathan Borba

Bayi dengan posisi oksiput posterior ini kemungkinan akan berubah posisinya ke dalam posisi oksiput anterior sehingga janin siap dilahirkan. Posisi oskiput anterior ini merupakan posisi janin yang palin aman dan ideal untuk persalinan.

Namun, jika bayi tetap dalam posisi oksiput posterior, proses melahirkan cenderung lebih lama. Mama juga mungkin akan perlu bantuan vakum, forsep, atau bahkan operasi caesar.

Beberapa risiko juga dapat dialami jika bayi dalam posisi oksiput posterior. Misalnya, kemungkinan terjadinya pendarahan postpartum dan infeksi karena penggunaan vakum atau forsep selama persalinan.

Mama bisa saja kehilangan darah lebih dari 500ml karena penggunaan vakum atau forsep dapat menyebabkan robekan perineum.

Selain itu, seringnya induksi dalan memulai persalinan juga mungkin mengalami kegagalan sehingga bosa menyebabkan infeksi intra-amniotik. Kondisi peradangan dalam selaput janin karena adanya infeksi bakteri.

Bayi yang dilahirkan dalam posisi oksiput posterior ini juga kemungkinan memiliki skor APGAR, nilai kondisi kesehatan setelah kelahiran yang lebih rendah.

4. Mengatasi sakit bersalin dengan posisi OP

4. Mengatasi sakit bersalin posisi OP
Scarymommy.com

Selama masa persalinan dengan posisi ini, Mama mungkin akan merasa lelah yang berkepanjangan sehingga rasa sakit cenderung muncul lebih lama. Biasanya, Mama akan mendapatkan epidural atau bius lokal yang dapat menawar rasa sakit ketika persalinan dilakukan dengan operasi Caesar.

Jika Mama tetap berusaha melakukan persalinan normal saat bayi dalam posisi oksiput posterior in, coba lah untuk bersandar ke bagian depan selama persalinan untuk meringankan sakit punggung.

Kemudian, gunakan kompres dingin atau panas dan lakukan pijatan di bagian punggung bawah sehingga tubuh lebih nyaman.

5. Mencegah janin dalam posisi OP

5. Mencegah janin dalam posisi OP
Unsplash/Taisiia Stupak

Namun, Mama sebenarnya bisa mencegah bayi dalam posisi oksiput posterior sehingga janin dalam posisi yang tepat dalam proses persalinan nanti. Caranya, denga menghindari posisi berbaring dan duduk dengan pinggul miring.

Berbaring atau tidur lah dengan posisi ke arah sisi kiri, jaga kaki kiri tetap lurus, dan kaki kanan pada 90 derajat. Pertahankan posisi ini dengan bantuan bantal hamil sehingga Mama tetap nyaman.

Mama juga bisa melakukan olahraga ringan agar bayi tidak dalam posisi oksiput posterior. Lakukan latihan yang melibatkan goyang panggul, berjalan, atau berenang.

Mama dapat melakukan goyang panggul selama 2-5 kali sehari dengan gerakan memutar. Berlutut dan mencondongkan tubuh ke bagian depan sebanyak yang Mama bisa dengan nyaman.

Itu lah beberapa hal yang perlu Mama ketahui tentang posisi oskiput posterior pada janin. Perhatikan terus perkembangan si Kecil pada trimester akhir ini. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.