Risiko Berlebihan dan Aturan Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil

Perhatikan kesehatan kehamilan sebelum naik dan turun tangga, Ma

21 September 2019

Risiko Berlebihan Aturan Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil
Unsplash/Lindsay Henwood

Meski di tempat umum sudah disediakan lift dan eskalator, tapi ada juga beberapa tempat yang tidak memiliki keduanya dan hanya ada tangga biasa. Jika Mama dihadapkan dengan situasi saat sedang hamil, amankah naik turun tanggan dilakukan?

Sebenarnya naik dan turun tangga aman-aman saja, kok. Yang terpenting adalah Mama melakukannya dengan sangat hati-hati.

Perhatikan juga apakah ada riwayat kesehatan yang Mama miliki, yang membuat pergerakan Mama justru sebaiknya dibatasi. Jika ada, lebih baik cari cara lain supaya Mama tidak perlu naik turun tangga berlebihan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkum informasi tentang aturan aman naik turun tangga saat hamil:

1. Apakah aman naik turun tangga saat hamil?

1. Apakah aman naik turun tangga saat hamil
Unsplash/Anna Dziubinska

Dilansir Parenting First Cry, selama Mama sangat berhati-hati, naik turun tangga aman dilakukan selama kehamilan. Namun demikian, perlu diketahui bahwa kekhawatiran terbesar tentang naik turun tangga salah satunya sadalah tergelincir dan jatuh saat berjalan naik atau turun tangga.

Jika hal demikian sampai terjadi, pada trimester pertama trauma fisik berisiko dapat menyebabkan keguguran, sedangkan pada trimester akhir kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Namun risiko ini biasanya lebih rentan terjadi pada trimester ketiga, sebab di trimester pertama dan kedua umumnya ibu hamil masih bisa mempertahankan keseimbangan yang lebih baik.

2. Manfaat naik turun tangga saat hamil

2. Manfaat naik turun tangga saat hamil
Pexels/Zun Zun

Naik turun tangga sebenarnya bisa menjadi salah satu aktivitas fisik yang juga bermanfaat bagi ibu hamil, lho. Tetapi terutama jika dilakukan saat Mama masih mampu dan kehamilan dalam kondisi sehat, ya.

Beberapa manfaat naik turun tangga selama kehamilan di antaranya:

  • Menurunkan risiko preeklampsia

Menurut beberapa penelitian yang telah diterbitkan, perempuan yang tetap aktif selama kehamilan, termasuk dengan naik turun tangga, memiliki risiko lebih rendah mengalami preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi yang mengancam jiwa di mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, pembengkakan di tangan dan kaki, dan masalah ginjal.

  • Menurunkan risiko diabetes gestational

Naik turun tangga selama trimester pertama dapat mengurangi kemungkinan diabetes gestasional, yang merupakan kondisi di mana kadar gula darah terlalu tinggi dan tubuh tidak dapat memproses jumlah yang meningkat tersebut.

  • Mengurangi sakit punggung dan sembelit

Aktivitas fisik seperti joging, berjalan atau menaiki tangga selama kehamilan dapat mengurangi terjadinya sakit punggung dan sembelit. Ini juga membantu mengurangi pembengkakan dan kembung. Bahkan diyakini naik turun tangga dapat membantu meningkatkan kemampuan saat persalinan.

Editors' Picks

3. Kapan sebaiknya menghindari naik turun tangga saat hamil

3. Kapan sebaik menghindari naik turun tangga saat hamil
Unsplash/Ruffa Jane Reyes

Naik turun tangga memang memberikan manfaat bagi kesehatan saat hamil, karena dianggap sebagai salah satu cara efektif supaya tubuh tetap aktif bergerak.

Namun ada beberapa keadaan, terutama di trimester pertama kehamilan, yang justru membuat sebaiknya Mama menghindari naik turun tangga. Salah satunya ada riwayat keguguran sebelumnya.

Mama perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas fisik jika sebelumnya pernah memiliki riwayat keguguran, sebab bisa saja keguguran berulang terjadi, Ma. Berlebihan naik turun tangga selama awal kehamilan dapat memberi tekanan pada janin dan memicu risiko keguguran.

Perhatikan juga jika Mama sering mengalami pendarahan atau kram, sering pusing, hamil dengan janin kembar, memiliki tekanan darah tinggi atau rendah atau jika memang secara khusus dokter menganjurkan Mama untuk bedrest.

4. Risiko yang mungkin terjadi saat tidak hati-hati saat naik turun tangga

4. Risiko mungkin terjadi saat tidak hati-hati saat naik turun tangga
Freepik

Khusus di trimester kedua dan ketiga, naik turun tangga bisa menjadi aktivitas yang tidak aman juga bagi ibu hamil. Terutama jika dilakukan dengan tidak berhati-hati.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi jika Mama tidak hati-hati saat naik turun tangga di antaranya seperti tersandung, yang tentunya dapat menyebabkan Mama terjatuh dan cedera pada janin dalam kandungan.

Adanya tekanan di bagian belakang tubuh juga dapat membuat Mama sulit seimbang dan menjadi pusing.

Selain itu, jika Mama punya masalah dengan kaki yang bengkak selama kehamilan, terlalu sering naik turun tangga juga dapat memberikan tekanan tambahan pada kaki dan membuat pembengkakan semakin parah.

Apabila Mama memiliki masalah dengan pernapasan, naik turun tangga di trimester ketiga juga dapat berdampak pada janin karena pasokan oksigen berkurang.

5. Aturan aman naik turun tangga saat hamil

5. Aturan aman naik turun tangga saat hamil
Unsplash/Evelyn Paris

Berikut adalah beberapa aturan aman yang perlu diperhatikan saat naik turun tangga supaya Mama lebih aman:

  • Berjalan perlahan dan tidak buru-buru

Hindari terburu-buru saat naik dan turun tangga ya, Ma. Ini bisa membuat Mama lebih berisiko hilang keseimbangan dan jatuh. Saat situasi di sekitar tangga sedang ramai, hindari dulu juga karena Mama rentan tersenggol dan jatuh juga.

  • Gunakan pegangan tangan

Jika memang tersedia, pastikan Mama menggunakan pegangan tangga untuk membantu menyeimbangkan tubuh. Hindari memaksakan diri membawa tas berat, minta bantuan jika memang diperlukan.

  • Hindari naik turun tangga dalam kondisi basah

Jika tangga dalam kondisi basah atau berminyak, sebaiknya hindari dan cari alternatif lain. Tangga yang basah memperbesar risiko Mama terpeleset dan membahayakan diri sendiri serta janin.

  • Perhatikan penggunaan pakaian

Apabila sekiranya Mama akan pergi ke tempat yang banyak tanggan, hindari mengenakan bawahan yang terlalu panjang karena beisiko membuat Mama tersandung dan tidak seimbang juga.

Jadi pada intinya selama kehamilan dalam kondisi sehat dan kondisi tangga tidak bermasalah, naik turun tangga boleh dilakukan dan bahkan bermanfaat. Tetapi tetap perhatikan kondisi Mama, ya. Hindari memaksakan diri naik turun tangga jika dokter melarang dan jika Mama punya riwayat masalah kesehatan selama hamil.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!