Mengukur Besarnya Ukuran Perut Saat Hamil, Penting atau Tidak?

Pernahkah Mama melakukannya?

14 November 2018

Mengukur Besar Ukuran Perut Saat Hamil, Penting atau Tidak
Freepik/Freepic.diller

Setiap ibu hamil tentu akan sangat memerhatikan baby bump alias perut yang semakin membesar.

Pembesaran ini terjadi seiring berjalannya waktu setelah janin bertumbuh semakin besar dan besar. Biasanya ukuran perut Mama akan mulai tampak menonjol di trimester kedua.

Namun sebenarnya perlukah ukuran dari lingkar perut saat hamil diukur? Apa manfaatnya?

Nah, berikut rangkuman informasinya Popmama.com berikan untuk Mama:

1. Cara mengukur perut saat hamil

1. Cara mengukur perut saat hamil
Freepik/Rawpixel.com

Mulai memasuki usia kehamilan sekitar 16 minggu, baby bump akan mulai tampak terbentuk. Terutama saat Mama sedang berdiri atau duduk.

Pada waktu ini, saat Mama memeriksakan diri ke dokter atau bidan, biasanya akan dicek ukuran dari tonjolan tersebut.

Dari pemeriksaan tersebut bisa diperkirakan ukuran dan posisi janin di dalam kandungan.

Menurut pakar kandungan dan kebidanan The Portland Hospital, London, Teresa Walsh, selain dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG), pemeriksaan ukuran janin juga bisa dilakukan melalui ukuran perut Mama.

Dalam pemeriksaan fisik ini, tumbuh kembang janin bisa mulai dipantau oleh bidan.

Pengukuran perut biasanya dilakukan mulai dari bagian fundus (atas) ke arah bawah. Perut Mama akan sedikit ditekan untuk memastikan pengukuran.

2. Membaca hasil pemeriksaan

2. Membaca hasil pemeriksaan
Freepik/Onlyyouqj

Saat bidan atau dokter menyebutkan bahwa ukuran perut Mama terlalu kecil, ini bisa mulai menjadi perhatian Mama.

Ukuran tonjolan perut yang terlalu kecil atau tidak sesuai dengan usia kehamilan sepatutnya bisa menjadi salah satu tanda ada masalah dengan plasenta.

Diskusikan dengan dokter apakah hal ini kemungkinan disebabkan oleh pola makan Mama yang kurang sesuai atau karena masalah lain.

Untuk memastikan hal tersebut, pemeriksaan lebih lanjut pun akan sangat mungkin diperlukan. Salah satunya dengan USG.

Dengan pemeriksaan USG, bisa ditemukan secara detail apa sebenarnya faktor yang menyebabkan tonjolan perut Mama lebih kecil dari yang diperkirakan.

Editors' Picks

3. Penyebab kecilnya ukuran tonjolan perut

3. Penyebab kecil ukuran tonjolan perut
Freepik/Pressfoto

Belum dipastikan secara detail apa saja hal-hal yang bisa menyebabkan kecilnya ukuran tonjolan perut.

Namun seringkali hal ini dikaitkan dengan masalah pada plasenta, serta masalah pada gaya hidup Mama yang tidak sehat.

Misalnya Mama punya kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol selama masa kehamilan.

Teresa menjelaskan bahwa minum minuman beralkohol dan merokok adalah kebiasaan buruk yang bisa membuat tumbuh kembang janin terhambat. Efeknya, janin jadi berukuran kecil.

“Ini juga bisa menjadi tanda bahwa plasenta tidak bekerja dengan efisien,” ujar Teresa.

4. Efek ukuran tonjolan perut tidak sesuai

4. Efek ukuran tonjolan perut tidak sesuai
Pixabay/Hioahelsefag

Saat pengukuran tonjolan perut ternyata tidak sesuai dengan usia kehamilan atau ukuran rata-rata, Mama tidak perlu khawatir berlebihan.

Jika memang penyebabnya adalah pola makan atau gaya hidup, Mama bisa secepat mungkin mengubahnya menjadi lebih sehat.

Perbaiki pola makan dan segera hentikan kebiasaan buruk termasuk merokok dan minum minuman beralkohol.

Teresa menambahkan, pada sebagian kasus seperti para ibu hamil bisa mengejar waktu untuk menambah berat badan janin. Namun ada juga yang tidak bisa.

“Beberapa bayi akan tetap terlahir dengan sehat dan memiliki berat badan kecil. Tapi ada pula yang harus dilahirkan lebih awal dan mendapat perawatan khusus untuk menambah berat badan,” ungkap Teresa.

5. Cara menambah berat badan janin

5. Cara menambah berat badan janin
Pixabay/FoodieFactor

Untuk bisa membantu proses pertambahan berat badan janin dalam kandungan, nutrisi tepat menjadi kunci penting, Ma.

Segala sesuatu yang Mama makan akan sangat memengaruhi tumbuh kembang janin, termasuk menambah berat badannya.

Siapkan menu gizi seimbang dengan sayuran, buah, karbohidrat, protein serta produk susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin.

Menurut American Pregnancy Association, pada trimester ketiga Mama membutuhkan tambahan asupan 300 kalori untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin.

Hindari menambah kalori secara berlebihan dari kue-kue manis, soda dan junk food ya, Ma. Asupan ini tidak bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi janin.

Lemak sehat juga bisa menjadi pilihan asupan Mama di trimester ketiga. Beberapa pilihannya yakni alpukat, kacang, minyak zaitun dan ikan.

Jangan lupa tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh juga dengan cukup minum air putih ya, Ma!