Mudah Memar dan Perdarahan Saat Hamil? Bisa Jadi Sindrom HELLP

Apakah sindrom langka ini bisa memengaruhi kesehatan janin?

21 Desember 2018

Mudah Memar Perdarahan Saat Hamil Bisa Jadi Sindrom HELLP
Freepik/Dragana_Gordic

Salah satu kondisi yang mungkin dialami Mama selama kehamilan adalah sering muncul memar atau lebam berwarna kebiruan di tubuh. Meski tidak dibarengi dengan gejala lainnya, hal ini juga perlu diperhatikan.

Memar pada tubuh saat hamil bisa diakibatkan oleh trombositopenia. Kondisi ini terjadi ketika jumlah trombosit dalam tubuh Mama menurun. Trombosit sendiri merupakan sel darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah.

Selain karena trombositopenia, munculnya memar pada kehamilan jika terlalu sering bisa juga karena penyakit sindrom HELLP. Apa itu?

Nah, berikut informasi lengkapnya dari Popmama.com untuk Mama:

1. Definisi sindrom HELLP

1. Definisi sindrom HELLP
Freepik/Freepic.diller

Sindrom HELLP merupakan salah satu penyakit langka yang bisa dialami oleh ibu hamil. HELLP sendiri merupakan singkatan dari kombinasi gejala yang unik dari penyakit ini.

Hemolisis (H) yakni adanya kerusakan pada sel darah merah, Elevated liver enzymes (EL) yaitu adanya peningkatan produksi enzim pada organ hati, serta Low Platelet (LP) yang berarti rendahnya jumlah platelet atau trombosit.

Jika dikombinasikan, sindrom HELLP bisa diartikan sebagai kondisi di mana tubuh mengalami hemolisis, berbarengan dengan organ hati yang tidak bisa berfungsi dengan baik sehingga terjadi peningkatan enzim, serta ada masalah pada pembekuan darah.

2. Gejala sindrom HELLP

2. Gejala sindrom HELLP
Pexels/Rawpixel.com

Selain munculnya lebam atau memar yang cukup banyak dan sering, sindrom HELLP juga bisa ditandai dengan berbagai gejala dan tanda lain.

Di antaranya yakni sering lelah, sakit kepala, sakit perut di bagian ulu hati, serta adanya rasa mual dan ingin muntah terus-menerus.

Tanda khas lain seperti munculnya bengkak di tangan atau wajah juga perlu Mama perhatikan. Termasuk apabila mendadak muncul perdarahan spontan tanpa penyebab jelas.

Sebagian besar ibu hamil dengan sindrom HELLP memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada biasanya, sehingga kondisi ini juga perlu diperhatikan oleh Mama.

Namun demikian, gejala ini tidak spesifik pasti sama antara satu orang dengan orang lainnya. Oleh sebab itu, jika Mama mengalami salah satu atau beberapa gejala khas lainnya, segera cek ke dokter untuk memastikan penyebabnya ya, Ma.

Editors' Picks

3. Tes diagnosis sindrom HELLP

3. Tes diagnosis sindrom HELLP
Pixabay/Fernandozhiminaicaela

Seperti disebutkan sebelumnya, apabila Mama mengalami beberapa gejala khas tersebut segera cek ke dokter.

Dengan begitu, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan pada Mama untuk menentukan apa penyebabnya. Apakah mungkin Mama mengalami sindrom HELLP atau faktor penyebab lainnya.

Tes yang biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis sindrom HELLP yakni pemeriksaan tekanan darah, tes urine, dan tes darah.

Tes urine dilakukan karena pasien dengan sindrom HELLP biasanya memiliki kadar protein yang tinggi di dalam urinenya.

Sementara itu, tes darah dilakukan untuk memeriksa sel darah merah, enzim hati, dan tingkat trombosit dalam tubuh Mama.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang menemukan apa sebenarnya penyebab dari munculnya sindrom HELLP, Ma.

4. Penanganan pada pasien sindrom HELLP

4. Penanganan pasien sindrom HELLP
Pexels/Pixabay

Apabila dari berbagai pemeriksaan ditemukan Mama mengalami sindrom HELLP, persalinan secara prematur mungkin akan dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi serius.

Namun apabila saat ditemukan usia kehamilan Mama masih di bawah 34 minggu dan belum memungkinkan untuk dilakukan persalinan prematur, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan terlebih dahulu.

Salah satunya adalah istirahat total alias bed rest. Jika perlu, perawatan ini dilakukan di rumah sakit agar kondisi Mama dan juga si Kecil bisa terpantau lebih maksimal.

Apabila jumlah trombosit di dalam darah Mama terlalu rendah dan berisiko menimbulkan perdarahan, transfusi darah khususnya trombosit juga mungkin perlu dilakukan.

Pemberian obat-obatan khusus seperti obat penurun tekanan darah juga bisa dilakukan untuk mencegah tekanan darah terus naik tinggi.

Semua tindakan perawatan diberikan dokter bergantung pada kondisi masing-masing Mama, sehingga penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: 7 Cara Mempermudah Aktivitas Sehari-hari Saat Hamil Besar

Baca juga: Manfaat Self Hypnosis Saat Hamil Tua dan Cara Melakukannya

5. Pengaruh sindrom HELLP terhadap janin

5. Pengaruh sindrom HELLP terhadap janin
Pexels/Rene Asmussen

Sindrom HELLP pada dasarnya dapat memengaruhi kesehatan Mama, sehingga berujung juga pada kondisi janin. Oleh sebab itu, perawatan dan pemantauan secara ketat mungkin akan dilakuka oleh dokter.

Pengaruh secara langsung antara sindrom HELLP dan janin belum ditemukan secara pasti, namun efek negatifnya lebih dipengaruhi oleh menurunnya sistem tubuh Mama sendiri.

Jika perawatan yang diberikan tak kunjung memberikan hasil signifikan bagi tubuh Mama, dokter mungkin kemudian akan memprioritaskan langkah persalinan prematur agar kondisi janin tidak ikut terpengaruh.

Apabila Mama pernah mengalami sindrom HELLP, risiko untuk mengalami komplikasi serupa di kehamilan berikutnya jadi meningkat.

Maka dari itu, jangan tunda untuk segera cek ke dokter jika curiga mengalami sindrom HELLP. Komunikasikan secara terbuka seluruh riwayat kesehatan dan kondisi tubuh Mama selama hamil dengan dokter.