Sering Nyeri Perut Bawah Saat Hamil? Waspadai 7 Hal Ini, Ma

Beberapa kondisi serius seringkali bergejala nyeri perut, lho

30 Januari 2019

Sering Nyeri Perut Bawah Saat Hamil Waspadai 7 Hal Ini, Ma
Pexels/Amber Morse

Saat kehamilan sudah semakin besar, beberapa perubahan kondisi seringkali dialami oleh Mama. Mulai dari sakit kepala, mudah lelah, hingga nyeri punggung.

Salah satu keluhan yang juga sering dikeluhkan adalah munculnya nyeri di bagian perut bagian bawah. Hati-hati ya, Ma. Ini bisa mengindikasikan adanya masalah serius.

Jika Mama terus-menerus mengalaminya dan sudah terasa semakin mengganggu, segera cek ke dokter.

Berikut beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya nyeri di bagian perut bawah dan perlu diwaspadai:

1. Kehamilan ektopik

1. Kehamilan ektopik
Pexels/Rawpixel.com

Kehamilan ektopik atau ectopic pregnancy terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam di tempat lain, bukan di rahim. Padahal seharusnya proses ini terjadi di rahim, Ma.

Nah, karena sel telur tertanam di luar rahim, efeknya pun bisa cukup berbahaya. Salah satunya jika penanaman terjadi di tuba fallopi, yang kemudian bisa memicu perdarahan.

Untuk memastikan lebih lanjut apa sebenarnya yang memicu kondisi ini, segera cek ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan ultrasound alias USG, Ma.

Biasanya, rasa nyeri tak tertahankan yang muncul adalah karena pertumbuhan embrio meregangkan saluran tuba fallopi. Kehamilan ektopik pun menjadi salah satu pemicu nyeri perut, terutama di trimester pertama kehamilan dan merupakan keadaan darurat medis.

2. Radang usus buntu

2. Radang usus buntu
Pexels/Bryan Schneider

Usus buntu berada tepat di bawah usus panjang. Selama kehamilan, organ ini pun sangat mungkin bergeser dan memasuki area panggul.

Jika kondisi ini sampai terjadi, salah satu efeknya adalah nyeri hebat di bagian perut bawah. Tindakan untuk mengatasi hal ini biasanya melibatkan prosedur bedah atau laser kecil.

Seringkali dalam beberapa kasus, dibutuhkan juga penggunaan anestesi ringan. Namun demikian, semua bergantung pada kondisi kehamilan Mama dan memerlukan pemeriksaan detail oleh dokter.

3. Masalah pada kantung empedu

3. Masalah kantung empedu
Freepik/Freepic.diller

Selain usus buntu, organ lain yang juga terletak dekat ovarium dan bisa terpengaruh karena kehamilan adalah kantung empedu.

Organ ini memiliki fungsi penting, salah satunya adalah untuk proses pencernaan lemak. Nah, adanya batu atau infeksi di kantung empedu pun dapat menyebabkan rasa sakit di ovarium kanan atau kiri Mama.

Tak sedikit ibu hamil yang tidak menyadari kondisi ini, sehingga nyeri yang dirasakan dianggap sebagai nyeri normal pada kehamilan. Apabila rasa nyeri semakin konsisten dan frekuensinya makin tinggi, jangan tunda untuk segera cek ke dokter, Ma.

Editors' Picks

4. Infeksi saluran kemih

4. Infeksi saluran kemih
Freepik/Rawpixel.com

Ovarium sangat mungkin mengalami infeksi selama masa kehamilan Mama. Terutama jika Mama mengalami infeksi saluran kemih, yang bakterinya bisa menyebar ke ovarium dan menyebabkan rasa sakit.

Biasanya, infeksi saluran kemih dapat diobati dengan antibiotik. Selain itu, Mama juga sebaiknya tetap beristirahat guna mempercepat proses pemulihan.

Pastikan Mama mengikuti anjuran dokter untuk menghabiskan obat antibiotik yang diberikan agar infeksi dan rasa nyeri bisa disembuhkan. Jangan lupa cek ke dokter lagi untuk memeriksa apakah infeksi sudah hilang.

Baca juga: Gejala, Obat Herbal dan Cara Mengatasi Turun Peranakan

Baca juga: 3 Penyebab Utama Nyeri dan Kesemutan di Kehamilan Trimester Ketiga

5. Ovulasi

5. Ovulasi
Freepik/Jcomp

Saat kehamilan, ovarium seharusnya tidak menghasilkan sel telur seperti biasa. Namun pada sebagian wanita, kondisi ini bisa saja terjadi.

Apabila saat hamil kemudian indung telur tetap memproduksi sel telur, biasanya Mama akan merasakan efek berupa nyeri ringan. Dokter pun biasanya akan meminta Mama dan Papa untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks guna mencegah komplikasi.

Belum diketahui secara pasti apa yang bisa menyebabkan kondisi tak biasa ini bisa terjadi. Namun sebaiknya tetap patuhi gaya hidup sehat untuk meminimalkan risikonya ya, Ma.

Gunakan Popmama Tools: Ovalation Calculator

6. Batu ginjal

6. Batu ginjal
Freepik/Onlyyouqj

Salah satu pemicu nyeri di ovarium atau perut bagian bawah selama kehamilan adalah adanya batu ginjal. Rasa sakitnya bisa menyebar dari ginjal ke ovarium.

Selain rasa nyeri, efek lainnya biasanya Mama juga akan merasakan sensasi panas saat buang air kecil.

Kemudian apabila urine Mama terlihat ada darahnya, kemungkinan besar Mama mengalami batu ginjal. Perbanyak minum air putih guna melarutkan batu tersebut, Ma.

Tapi jangan lupa tetap cek dan berkonsultasi ke dokter, ya.

Baca juga: Fakta Penyakit Ginjal Kronik dan Cara Mencegahnya

7. Keguguran

7. Keguguran
Pixabay/Bgmfotografia

Nyeri di bagian ovarium atau di perut bagian bawah selama kehamilan juga bisa disebabkan oleh terjadinya keguguran. Kondisi ini biasanya terjadi dalam 21 hari pertama kehamilan.

Keguguran sering dikaitkan dengan rasa sakit yang berlebihan di rahim dan rasa sakitnya bahkan bisa bertahan hingga 10 hari.

Oleh sebab itu, jika dalam waktu berhari-hari rasa nyeri di perut terus terjadi, cobalah periksa ke dokter untuk memeriksa apakah ada kemungkinan Mama mengalami keguguran dan membutuhkan perawatan intensif.

Baca juga: Riset: Sering Keguguran, Itu Tandanya Rahim Kekurangan Sel Induk