Diskusikan 5 Hal Ini Saat Menggunakan Jasa Birth Photography

Adakah keinginan menggunakan jasa birth photography untuk mendokmentasikan kelahiran Si Kecil?

22 Juni 2018

Diskusikan 5 Hal Ini Saat Menggunakan Jasa Birth Photography
Unplash/Stacey Rozells

Setiap keluarga pasti setuju nih kalau melahirkan memang sebuah momen yang spesial. Untuk itu melahirkan menjadi salah satu momen yang perlu untuk didokumentasikan. Tujuannya agar kelak bisa dikenang saat Si Kecil sudah tumbuh dewasa.

Mendokumentasikan masa-masa kelahiran Si Kecil memang sudah menjadi tren tersendiri ya, Ma. Apalagi kalau hasilnya memuaskan dan bagus pasti langsung diunggah ke sosial media.

Tak jarang untuk menghasilkan foto yang bagus, beberapa pasangan memiliki menyewa jasa birth photography. Namun, setelah mendapatkan orang yang tepat perlu ada diskusi kembali sebelum hari persalinan tiba.

Untuk Mama yang belum mengetahui apa saja yang perlu didiskusikan bersama jasa birth photography. Berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com.

1. Berikan pilihan referensi

1. Berikan pilihan referensi
Freepik

Sebelum bertemu dengan fotografer atau videographer, Mama bersama pasangan perlu berdiskusi terlebih dahulu mengenai dokumentasi selama persalinan nanti. Berikan referensi foto yang Mama inginkan, begitu juga dengan pasangan. Satukan pendapat dan referensi foto yang diinginkan agar tidak membingungkan ya.

Pilihlah referensi foto mulai dari nuansa foto, warna hingga momen yang diinginkan untuk diambil. Jika jasa birth photography yang dipilih sudah profesional seharusnya penjelasan Mama dan pasangan selama proses diskusi bisa cepat dimengerti. Apalagi kalau sudah sering menangani momen-momen kelahiran seperti ini.

2. Buat kesepakatan bersama

2. Buat kesepakatan bersama
Unsplash/rawpixel

Setelah menemukan jasa birth photography yang sesuai dengan Mama dan pasangan, ada baiknya untuk berdiskusi lebih lanjut ya. Berdiskusi perlu dilakukan agar hasil foto dan video bisa saling memuaskan kedua pihak.

Saat Mama dan pasangan memang sepakat untuk memakai jasa birth photography dalam mendokumentasikan proses persalinan, lakukanlah kesepatan di awal ketika sedang berdiskusi. Salah satu hal yang perlu disepakati adalah lingkup pemotretan saat proses kelahiran Si Kecil berlangsung.

Berikan batasan-batasan bagian momen mana saja yang boleh difoto. Terkadang ada momen Mama ingin sendiri, salah satunya saat masa kontraksi. Ada baiknya fotografer bisa mengerti akan privasi yang Mama inginkan ini.

Kemudian Mama dan pasangan bisa membuat kesepakatan di awal mengenai tidak semua foto kelahiran boleh diunggah di akun sosial medianya. Meskipun foto dan video yang dihasilkan memang hasil karyanya, Mama bersama pasangan bisa mendiskusikan hal ini. Demi privasi Mama dan terjaga seperti ini perlu adanya kesepakatan ya.

Editors' Picks

3. Mengambil gambar secara detail

3. Mengambil gambar secara detail
Unsplash/rawpixel

Sebuah foto atau momen ketika diambil lebih detail pasti akan lebih berkesan ya, Ma.

Perlu diingat nih, proses kelahiran Si Kecil tidak bisa diulang karena memang harus berjalan dengan semestinya. Setiap momen bisa berharga dan bagus saat diabadikan lho. Untuk itu, jangan sampai ada detail momen yang sampai terlewatkan,

Saat memutuskan untuk menggunakan jasa birth photography dalam mengabadikan kehadiran Si Kecil, memang seharusnya hasil yang diterima Mama dan pasangan bisa lebih bagus ya. Mulai dari tangan dan kaki mungil Si Kecil, raut wajahnya hingga ekspresi wajah bahagia Mama saat Si Kecil sudah lahir.

Tak hanya itu nih, momen kehadiran keluarga yang datang hingga saat menyuarakan azan ke Si Kecil. Dari detail-detail momen bahagia yang bisa diabadikan ini, dijamin hasil fotonya lebih bagus. Apalagi foto ini bisa dikenang saat Si Kecil sudah tumbuh dewasa.

4. Perhatikan kebijakan rumah sakit

4. Perhatikan kebijakan rumah sakit
Unsplash/Patricia Prudente

Tidak semua rumah sakit belum tentu memperbolehkan merekam dan memotret aktivitas selama persalinan Si Kecil nih, Ma. Apalagi setiap rumah sakit punya kebijakan yang berbeda-beda. Jangan sampai peraturan rumah sakit yang Mama dan pasangan pilih tidak diketahui oleh pihak fotografer atau videografer selama proses persalinan ya.

Jika memang kebijakan rumah sakit tidak memperbolehkan untuk masuk ruang operasi. Mama dan pasangan perlu mencari cara lainnya. Mungkin salah satu cara lain yang bisa digunakan seperti meminta tolong perawat yang ada di dalam ruang operasi.

Mama dan pasangan bisa meminta tolong sebentar saja dalam mendokumentasikan momen selama persalinan di ruang operasi. Nantinya hasil foto dan video tersebut bisa langsung diberikan fotografer. Agar hasil dokumentasi saat sebelum dan sesudah melahirkan tidak ada yang terlewat.

5. Pastikan durasi dan jam kerja

5. Pastikan durasi jam kerja
Unsplash/rawpixel

Mengenai jadwal jasa birth photography yang begitu padat, ada baiknya saat berdiskusi bisa diperjelas kembali jadwal kerja mereka. Berikan durasi waktu yang dibutuhkan selama proses persalinan hingga selesai.

Saat sedang proses diskusi, pastikan langsung jam kerja fotografer atau videografer sesuai dengan keinginan. Apakah fotografer harus ada sebelum operasi mengingat kebijakan rumah sakit serta berapa lama mereka akan tinggal setelah Si Kecil lahir.

Jangan sampai mereka tetap menunggu di rumah sakit padahal sudah tidak ada momen yang perlu diabadikan.

Hal-hal seperti ini harus diperhatikan saat proses diskusi bersama jasa birth photography ya, Ma.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mendokumentasikan Proses Persalinan!

Baca Juga: 7 Tips Mendokumentasikan Persiapan Melahirkan

Topic: