Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Salak juga mengandung kalium (potasium) yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Kalium membantu mengatur tekanan darah agar tetap stabil dan mendukung kerja otot jantung dalam memompa darah yang volumenya meningkat saat hamil.
Selain itu, kalium juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi saraf. Kecukupan kalium bisa membantu ibu hamil mengurangi risiko kram otot yang sering terjadi di kaki saat malam hari.
Itulah beberapa kandungan salak untuk kesehatan ibu hamil. Jadi, jangan takut makan salak ya, Ma. Asalkan kulit arinya ikut dimakan dan porsinya tidak berlebihan, buah ini sangat menyehatkan.
Berapa banyak salak yang aman dimakan dalam sehari? | Cukup 3-4 buah sehari sudah cukup sebagai camilan. Mengonsumsi terlalu banyak buah yang mengandung tanin (seperti salak) dikhawatirkan tetap bisa memengaruhi pencernaan jika perut ibu hamil sensitif. |
Apakah salak aman untuk ibu hamil dengan maag? | Hati-hati memilih jenis salak. Hindari salak yang terlalu muda atau rasanya sangat sepat dan asam, karena bisa memicu kenaikan asam lambung. Pilih salak pondoh yang matang sempurna dan manis. |
Benarkah salak bagus untuk otak janin? | Salak sering disebut "buah memori" (memory fruit) karena kandungan kalium dan pektinnya yang tinggi. Nutrisi ini secara tidak langsung mendukung perkembangan kognitif dan aliran darah yang lancar ke otak, baik untuk ibu hamil maupun janin. |