Jelang Persalinan, Nagita Slavina Naik Motor saat Hamil Tua

Jika ingin mengendarai motor saat hamil memang harus ekstra hati-hati ya, Ma!

2 November 2021

Jelang Persalinan, Nagita Slavina Naik Motor saat Hamil Tua
Youtube.com/Rans Entertainment

Pasangan artis Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sedang menanti-nantikan kehadiran anak kedua mereka yang diprediksi lahir di akhir bulan November.

Meski sedang hamil besar, Nagita baru-baru ini memiliki keinginan yang tak biasa sebagai seorang ibu hamil. Melalui daily vlog di kanal YouTube Rans Entertainment, Nagita meminta izin kepada Raffi untuk mengendarai motor sendiri. 

"Sayang aku pengin dong sekali-sekali boncengin kamu boleh nggak?" kata Nagita saat mengutarakan keinginannya kepada Raffi.

Meski sempat meragukan keinginan istrinya, akhirnya Raffi mengizinkan Nagita untuk membawa motor keliling area sekitar rumah. Saat Nagita mengendarai motor sendiri, Raffi tampak khawatir dengan istrinya.

“Awas nanti nyusruk. Stop...stop...stop!” kata Raffi tampak khawatir sambil berlari mengejar istrinya. Wah, memang ada-ada saja ya kelakuan Nagita Slavina selama hamil.

Nah, mungkin Mama penasaran nih, kira-kira boleh tidak ya ibu hamil mengendarai motor sendiri? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman Popmama.com berikut ini. 

Apakah Boleh Mengendarai Sepeda Motor saat Hamil?

Apakah Boleh Mengendarai Sepeda Motor saat Hamil
Freepik/aleksandarlittlewolf

Mengendarai sepeda motor pada dasarnya tidak berbahaya bagi kehamilan, namun dengan catatan kondisi Mama dan janin di kandungan memang dalam keadaan sehat. Perlu diingat juga bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi yang sangat berisiko. 

Dua bahaya utama berada di jalan, yakni lalu lintas yang semrawut dan jalan yang rusak. Jika Mama merasa ragu dan khawatir dengan bahaya ini, maka sebaiknya hindari mengendarai sepeda motor saat sedang hamil.

Editors' Picks

Apakah Boleh Mengendarai Motor saat Kehamilan Trimester Ketiga?

Apakah Boleh Mengendarai Motor saat Kehamilan Trimester Ketiga
Pixabay/Khusen Rustamov

Mengendarai motor seletah trimester kedua kehamilan dianggap cukup aman karena janin sudah mulai tumbuh dan berkembang. Selain itu, Mama juga mungkin sudah merasa lebih nyaman dengan kondisi kehamilan karena telah melewati masa morning sickness.

Tetapi, lebih baik konsultasikan pada dokter kandungan terlebih dahulu untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, terutama saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Selain itu, pastikan Mama dan janin dalam kandungan memang sehat dan tidak sedang mengalami keluhan.

Risiko yang Dapat Terjadi saat Ibu Hamil Mengendarai Motor

Risiko Dapat Terjadi saat Ibu Hamil Mengendarai Motor
Freepik/karlyukav
Ilustrasi

Mama mungkin merasa cemas saat mengendarai sepeda motor karena takut menimbulkan guncangan yang bisa berdampak buruk bagi janin.

Namun, Mama tidak perlu khawatir karena janin di dalam kandungan terlindungi oleh cairan ketuban yang menjaga dirinya, serta adanya perlindungan dari otot rahim, perut, dan panggul.

Risiko yang paling berbahaya ketika ibu hamil mengendarai sepeda motor, yakni mengalami kecelakaan lalu lintas, seperti tergelincir atau tabrakan. Selain bisa membahayakan nyawa ibu hamil, kecelakaan saat mengendarai motor juga juga dapat menimbulkan komplikasi kehamilan yang fatal, seperti solusio plasenta dan ruptur rahim.

Bisakah Jalan Bergelombang Membahayakan Janin di Dalam Kandungan?

Bisakah Jalan Bergelombang Membahayakan Janin Dalam Kandungan
Unsplash/troy williams

Walau guncangan ringan tidak begitu membahayakan janin, namun Mama tetap harus berhati-hati jika ingin berkendara dengan sepeda motor, terutama saat melalui jalan yang rusak dan bergelombang.

Menurut penelitian yang dilansir dari Journal of Biomechanics, melewati jalan yang bergelombang dengan kecepatan tinggi ketika kepala bayi mengarah ke bawah (trimester ketiga) dapat menyebabkan cedera ringan pada otak janin, menyebabkan detak jantung janin yang tidak normal, sakit perut, kontraksi rahim, peningkatan aktivitas rahim, dan komplikasi kesehatan lainnya.

Getaran dari kendaraan saat melalui jalan yang bergelombang dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan tarikan pada rahim dan memberi tekanan pada cairan ketuban yang melindungi janin.

Jadi, para peneliti pun menganjurkan untuk menurunkan kecepatan kendaraan setidaknya 25km/jam.

Tips Mengendarai Motor yang Aman saat Hamil

Tips Mengendarai Motor Aman saat Hamil
Freepik/Kamran Aydinov

Demi keamanan saat berkendara dengan sepeda motor saat sedang hamil, Mama bisa melakukan beberapa tips yang perlu dilakukan. Berikut beberapa tips aman mengendarai motor saat hamil, antara lain: 

  • Selalu gunakan helm
  • Hindari berkendara di jalan yang rusak, banyak polisi tidur, dan kondisi jalan yang bergelombang
  • Hindari mengendarai motor ke jalan dengan lalu lintas tinggi dan hindari berkendara di jam sibuk
  • Jangan mengendarai motor terlalu lama atau jarak yang terlalu jauh
  • Pastikan Mama dapat menjaga keseimbangan
  • Gunakan pakaian atau jaket yang sesuai dengan cuaca saat bepergian
  • Jangan berkendara jika Mama merasa pusing atau tidak enak badan
  • Hindari berkendara saat hujan karena jalan licin meningkatkan risiko tergelincir
  • Hindari mengendarai saat matahari sedang panas terik karena Mama akan lebih mudah merasa pusing dan dehidrasi
  • Minta bantuan orang lain saat menyalakan motor, terutama jika menggunakan kick-starter
  • Usahakan untuk tidak bepergian pada malam hari

Nah, itulah informasi seputar mengendarai motor saat sedang hamil. Sebelum Mama memutuskan untuk menggunakan moda transportasi apa pun, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter kandungan untuk menghindari komplikasi kehamilan atau masalah kondisi medis lainnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.