8 Cara Mencegah Munculnya Stretch Mark Selama Kehamilan

Mungkin bukan sesuatu yang indah, tapi ini satu cerita dari proses kehamilan si Kecil

19 Januari 2020

8 Cara Mencegah Muncul Stretch Mark Selama Kehamilan
Pixabay

Begitu Mama mengetahui sedang hamil, Mama tahu ada hal yang akan berubah seperti ukuran pinggang bertambah sampai stretch mark kecil yang bermunculan. Stretch mark adalah tanda merah atau ungu yang membekas seperti guratan karena kulit telah membentang, lama-kelamaan warnanya menjadi gelap atau kelabu.

Umumnya muncul di area pantat, paha, perut, payudara dan bahkan lengan pada kehamilan trimester ketiga.

Tercatat 90 persen dari semua ibu hamil akan mendapatkannya. Mereka mendapatkan banyak atau sedikit tergantung pada tubuhnya dan bagaimana cara mencegah stretch mark.

Ada satu ton losion di luar sana yang mengklaim dapat membantu mencegah stretch mark, seperti serum khusus ibu hamil, cocoa butter atau minyak kelapa. Apakah itu benar-benar membantu?

Agar kulit tetap terlihat indah selama kehamilan, Mama sebaiknya memahami cara mencegah munculnya stretch mark. Mama bisa simpan cara dan tips simpel berikut ini.

1. Perhatikan kelembapan dan suhu ruangan

1. Perhatikan kelembapan suhu ruangan
mama365.gr

Saat kulit selalu terhidrasi dan lembap, kulit akan cukup lentur dan peregangan kulit bisa terjadi secara natural dan tidak merobeknya. 

Untuk membuat kulit lentur dan lembap, Mama perlu cukup asupan cairan dan perbanyak konsumsi vitamin C. Suhu ruangan tempat mama berada juga memengaruhi kelembapan kulit. Jika berada di ruangan ber-AC atau dingin, kulit cenderung kering, jadi usahakan berada di dalam ruangan dengan suhu yang normal, yaitu 23-24° C.

2. Gunakan losion anti stretch mark

2. Gunakan losion anti stretch mark
pixabay/chezebeate

Beberapa brand kecantikan besar telah memiliki losion anti stretch mark. Mungkin akan tetap ada, tapi proses terjadinya stretch mark bisa diredam bahkan dicegah.

Cobalah produk tersebut terlebih dahulu dan lihat apakah mereka bekerja untuk kulit mama.

Usahakan memakai losion secara teratur agar bisa bekerja dengan baik. Sebab, jika dipakai sesekali saja, hasilnya tidak akan maksimal.

Konsultasikan ke dokter kandungan terlebih dulu agar semuanya aman. Jika dinyatakan aman, Mama harus konsisten memakainya. Di situlah kebanyakan ibu hamil gagal, mereka kadang lupa melakukannya.

3. Tahan kenaikan berat badan agar tidak berlebihan

3. Tahan kenaikan berat badan agar tidak berlebihan
pixabay/DanielReche

Selama kehamilan, Mama pasti mencoba untuk makan sehat agar tetap sehat dan bugar. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko berat badan berlebih. Kenaikan berat badan yang disarankan untuk rata-rata adalah 10-16 kg untuk kehamilan sehat.

Jika berat badan terlalu naik, maka kulit akan lebih meregang. Akibatnya, strect marks semakin banyak terbentuk di tubuh mama, terutama di bagian perut, lengan, dan kaki. 

4. Minum air yang cukup menghidrasi kulit

4. Minum air cukup menghidrasi kulit
bestie.vn

Pastikan Mama minum banyak air mineral, agar tetap terhidrasi untuk membantu dan menjaga kesehatan kulit. 

Minum sedikitnya 8 gelas air mineral dalam satu hari. Usahakan untuk minum lebih banyak dari jumlah ini. Agar tidak mengganggu tidur malam mama, sebaiknya banyak minum di pagi dan siang hari.

Baca juga: Jangan Main-Main, Ini 6 Efek Berbahaya Jika Ibu Hamil Kurang Minum

Editors' Picks

5. Membatasi jumlah kehamilan

5. Membatasi jumlah kehamilan
stayathomemum.com.au

Jika Mama memiliki satu anak atau lebih, maka kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak stretch mark akan meningkat. Kulit yang sudah terentang dan pernah tertarik akan terulang lagi.

6. Perhatikan pertambahan bobot bayi

6. Perhatikan pertambahan bobot bayi
pixabay/bgmfotografia

Mama harus menjaga nutrisi agar janin tumbuh maksimal. Pertambahan berat badan bayi yang normal biasanya bisa diatasi tubuh, pantau perkembangan berat janin sehingga kulit tetap sehat.

Namun, alasan lain yang lebih penting adalah, jika berat badan janin berlebih, ia akan mengalami masalah kesehatan dan mempersulit proses persalinan.

7. Konsumsi vitamin E secara rutin

7. Konsumsi vitamin E secara rutin
pixabay/pnmralex

Pilihlah makanan dan minuman yang kaya akan vitamin E di dalamnya. Makanan yang banyak mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan dan keju. Sedangkan minuman, Mama bisa pilih minum susu kedelai. Selain dari makanan, Mama juga bisa dapatkan dari krim atau losion yang diperkaya vitamin E.

8. Lakukan olahraga teratur

8. Lakukan olahraga teratur
Freepik

Yoga atau olahraga selama hamil bisa melatih kulit untuk melakukan perenggangan secara sederhana. Lakukanlah setiap hari, tidak perlu lama sampai berjam-jam karena yang terpenting Mama bisa melakukan secara teratur.

Kamu tetap berpeluang memiliki stretch mark meski sudah melakukan hal di atas. Tapi itulah cara mencegah stretch mark yang mudah.

Jika Mama cermat dalam memperhatikan setiap perubahan pada tubuh selama hamil, sebenarnya stretch mark bisa dihindari. Larangan bagi ibu hamil adalah menggaruk dengan keras area kulit yang mudah berbekas. Gesekan karena garukan bisa menyebabkan guratan stretch mark.

Tidak ada Mama yang perlu merasa malu dengan bekas stretch mark setelah hamil, mungkin itu bukan sesuatu yang indah di dunia ini, tapi ini mewakili satu cerita dari proses kehamilan si Kecil.

Kamu dapat memilih untuk memiliki pengencangan perut atau perawatan laser untuk menghilangkan stretch mark. Buat janji bertemu dengan dokter kulit untuk melihat apa yang harus dilakukan. Jangan lupa dirawat dan dicegah ya Ma, terutama saat di kehamilan trimester ketiga.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.