4 Tanda Mama Memulai Proses Persalinan Selain Mengalami Kontraksi

Ternyata banyak juga lho yang nggak sadar sampai telat berangkat ke tempat persalinan..

15 Februari 2019

4 Tanda Mama Memulai Proses Persalinan Selain Mengalami Kontraksi
Freepik/pressfoto

Mama, pasti kamu tidak mau kan kalau sudah mengalami tanda-tanda akan melahirkan namun saat sampai rumah sakit rasa mulas karena kontraksi hilang. Itu mungkin karena kamu terlalu dini untuk berangkat ke rumah sakit atau terkadang malah ada yang terlambat bersiap-siap dan berisiko melahirkan di mobil.

Jadi bagaimana caranya membedakan antara kontraksi yang dirasakan saat sebelum benar-benar melahirkan dengan kontraksi palsu yang datang secara tidak menentu?

Perhatikan tanda-tanda proses persalinan sudah dimulai dan bukan hanya kontraksi saja, Mama perlu pahami beberapa hal yang telah Popmama.com rangkum berikut ini:

1. Cara membedakan kontraksi palsu dan nyata

1. Cara membedakan kontraksi palsu nyata
Freepik

Kebingungan terbesar ketika menghadapi persalinan adalah kesulitan membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi nyata.

Saat kamu mendekati hari prediksi lahir, kamu mungkin merasakan sesuatu yang mirip dengan keadaan yang menyerupa kontraksi menjelang persalinan.

Itu rasanya seperti kontraksi yang agak tidak nyaman dan bervariasi menurut intensitasnya.

Kadang ada yang sangat jarang datangnya, kadang ada yang cukup sering.

Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi menjelang persalinan memberikan tekanan kontraksi yang sangat kuat. Kontraksi yang nyata sangat menyakitkan.

Kontraksi nyata datang dengan intensitas yang tinggi sehingga, "Anda tidak dapat berjalan atau berbicara melalui mereka," kata Susan Warhus, MD, seorang obgin dan penulis buku Countdown to Baby (Addicus Books).

2. Ciri-ciri kontraksi menjelang persalinan terasa kuat, repetitif, dan persisten

2. Ciri-ciri kontraksi menjelang persalinan terasa kuat, repetitif, persisten
Freepik/freepic.diller

Kamu bisa mencatat setiap kali kontraksi datang. "Ketika kontraksi lima sampai tujuh menit terpisah selama setidaknya satu jam, dengan masing-masing sama kuatnya dengan yang terakhir, kamu sedang menuju proses persalinan," kata Myron Bethel, MD, kepala staf di Good Samaritan Hospital di Los Angeles.

Apakah jika mengalami kontraksi seperti itu berarti saatnya untuk pergi ke rumah sakit atau pusat persalinan?

Belum tentu, Ma!

Semua tergantung pada riwayat kesehatan ibu hamil, kira-kira kamu perlu perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah ini adalah persalinan pertama untuk kamu?
  • Apakah leher rahim sudah melebar?
  • Seberapa jauh kamu tinggal dari fasilitas medis?
  • Apakah mudah untuk menghubungi dokter kamu, jika kamu masih berada di rumah?

Jika ini adalah persalinan pertama, kamu mungkin bisa menunggu sampai kontraksi semakin cepat datang menjadi sekitar lima menit untuk menghubungi dokter.

Tapi pastikan untuk membahas ini karena pendekatan hari prediksi lahir kamu, karena dia mungkin memiliki keadaan yang berbeda-beda. Jika ini bukan persalinan pertama kamu, hubungi dokter kalau kontraksi sudah berjarak 10 sampai 15 menit.

Secara umum, "proses persalinan kedua cenderung lebih cepat dari persalinan yang pertama," kata Ted Peck, MD, spesialis kebidanan berisiko tinggi di Gunderson Lutheran Medical Center, di La Crosse, Wisconsin, sehingga kamu memiliki sedikit waktu untuk bertahan di rumah.

Saat menghubungi dokter, jangan lupa sebutkan kemajuan yang kamu alami sejak kunjungan terakhir. "Katakanlah, misalnya, 'Ketika saya periksa kandungan hari Selasa, saya sudah 5 cm melebar'," Dr. Warhus mengatakan demikian.

Jika kamu disuruh tinggal di rumah sebentar lagi, cobalah untuk rileks. Ini akan membuat otot kamu kendur, dan inilah yang akan membantu kemajuan persalinan dan mengurangi rasa sakit, kata Dr. Peck.

Saat seperti ini, ibu hamil sangat membuatuhkan kehadiran keluarga terutama dukungan dari pasangan.

Editors' Picks

3. Ketuban pecah

3. Ketuban pecah
Freepik/freepic.diller

Sembelit sampai merasa ada tetesan cairan ketuban merupakan tanda utama bahwa selaput ketuban telah pecah dan pertanda persalinan telah dimulai.

Mama mungkin akan merasakan dorongan kepala bayi yang semakin menekan kandung kemih. Dorongan ini bisa menyebabkan kebocoran urin.

Bagaimana membedakan yang keluar itu air urine atau cairan amnion atau cairan ketuban?

"Dengan inkontinensia atau rasa susah menahan air kencing, kalau urine biasanya kebocoran cairannya tidak berlanjut," kata Dr. Bethel.

Apa yang harus dilakukan? Hubungi dokter kandungan Mama kembali.

Bersiaplah untuk mendiskusikan warna cairan yang merembes dari kemaluan mama.

Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini Saat Ketuban Pecah Menjelang Persalinan

4. Proses persalinan bisa terjadi sekitar 24 jam bahkan 48 jam

4. Proses persalinan bisa terjadi sekitar 24 jam bahkan 48 jam
Freepik/onlyyouqj

Kamu tetap bisa berjalan. Terkadang ibu hamil menjelang persalinan akan mengalami diare satu atau dua hari sebelum melahirkan.

"Itulah cara tubuh mengosongkan isi perut sehingga rahim berkontraksi dengan baik," menduga Rochel Lieberman, seorang bidan perawat Brooklyn, New York. "Gangguan pencernaan dan muntah sebelum persalinan juga mungkin terjadi," tutupnya.

Saat mejelang proses persalinan, bayi akan semakin turun ke liang persalinan. Bayi tidak akan menekan diafragma Mama, hasilnya kamu bisa bernapas lebih lega sekarang. Saat kontraksi belum datang kembali, kamu akan merasa lebih lega.

Kemasi segera barang-barang mama menjelang keberangkatan ke rumah bersalin. Jika mengalami ini tandanya persalinan sudah semakin dekat.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;