Tulang Ekor Sering Sakit saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ketika tulang ekor terasa sakit, Mama merasa tidak nyaman saat duduk

15 Januari 2021

Tulang Ekor Sering Sakit saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya
Freepik/user15694850

Saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga, maka Mama kerap merasakan berbagai keluhan. Salah satunya adalah sakit pada tulang ekor. Kondisi ini memang sering dikeluhkan oleh ibu hamil karena mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketika tulang ekor terasa sakit, Mama akan merasa tidak nyaman saat duduk maupun berbaring. 

Penyebab sakit tulang ekor tersebut beragam. Salah satunya adalah ukuran janin yang semakin membesar sehingga menekan tulang ekor mama. Itulah sebabnya Mama merasakan sakit dan merasa tidak nyaman beraktivitas, terutama menjelang persalinan. 

Lalu, apa penyebab tulang ekor sakit saat hamil yang lainnya? Bagaimana cara mengatasinya agar Mama tetap nyaman beraktivitas seperti biasa? Berikut jawabannya yang telah dirangkum oleh Popmama.com.

1. Ibu hamil mengalami perubahan hormon

1. Ibu hamil mengalami perubahan hormon
Pixabay/Igor Link

Perubahan hormon saat hamil juga menjadi salah satu penyebab tulang ekor terasa sakit. Sebab, ketika hamil, tubuh mama memproduksi lebih banyak hormon relaksin. Hormon tersebut berfungsi untuk melenturkan jaringan antar sendi. 

Ketika hormon ligamen bekerja, maka tulang panggul mama merenggang dan tulang ekor pun bergerak. Tentu saja kondisi ini membuat tulang ekor terasa sakit. Tapi, kondisi ini tidak berbahaya karena hormon ligamen bermanfaat untuk memudahkan proses persalinan. 

Perubahan hormon juga menyebabkan Mama mengalami konstipasi atau sulit buang air besar (BAB). Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab tulang ekor menjadi sakit. 

2. Penekanan saraf tulang ekor

2. Penekanan saraf tulang ekor
Freepik/tirachardz

Seperti dijelaskan sebelumnya, ukuran janin yang semakin membesar menyebabkan penekanan pada saraf sciatica. Saraf tersebut merupakan percabangan saraf dari tulang belakang hingga ekstremitas bawah. Ketika terjadi penekanan pada saraf sciatica, maka secara otomatis tulang ekor dan bagian panggul terasa sakit. 

Tak hanya itu, tulang ekor yang terasa sakit juga bisa menjadi tanda Mama mengalami kontraksi. Kondisi ini akan sering dirasakan terutama jika sudah mendekati waktu persalinan. 

Nah, agar Mama kembali nyaman beraktivits, berikut ini cara mengatasi tulang ekor yang sakit saat hamil:

Editors' Picks

1. Ibu hamil harus rutin olahraga dan peregangan

1. Ibu hamil harus rutin olahraga peregangan
Freepik/Yanalya

Walaupun tulang ekor terasa sakit merupakan kondisi yang normal, bukan berarti Mama harus mengabaikannya. Rasa sakit yang terus menerus dirasakan tentu saja bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengatasi rasa sakit tersebut, Mama bisa rutin berolahraga dan melakukan peregangan ringan. Olahraga dan peregangan membantu  melenturkan otot-otot di sekitar panggul, termasuk tulang ekor. Namun, Mama disarankan untuk memilih olahraga yang aman seperti yoga prenatal. 

Gerakan yoga prenatal yang dapat dilakukan sendiri di antaranya posisikan tubuh seperti merangkak dengan tangan berada di bawah bahu, tarik napas dan biarkan perut turun. Lakukan gerakan itu minimal 10 kali dalam sehari. Apabila Mama ragu untuk melakukannya sendiri, maka Mama bisa ditemani oleh instruktur yoga yang berpengalaman. 

2. Duduk menggunakan ganjalan bantal

2. Duduk menggunakan ganjalan bantal
Freepik/lifeforstock

Apabila Mama harus duduk dalam waktu lama ketika hamil, maka berikan ganjalan menggunakan bantal pada kursi. Posisikan bantal tepat di bagian panggul agar Mama tidak merasakan sakit ketika terjadi tekanan di tulang ekor. 

Meskipun begitu, jangan lupa untuk melakukan gerakan ringan, mengganti posisi duduk, atau jalan-jalan sejenak. Tujuannya adalah melenturkan otot-otot di sekitar panggul sekaligus mengurangi nyeri di tulang ekor. 

3. Rutin kompres air hangat

3. Rutin kompres air hangat
Pixabay/ Free-Photos

Cara lainnya untuk mengatasi nyeri tulang ekor adalah mengompres area panggul menggunakan air hangat. Cara ini dapat meredakan nyeri secara perlahan. 

Pastikan air yang digunakan bersuhu kira-kira 37 sampai 38 derajat Celcius. Masukkan air hangat ke dalam botol kaca atau rendam handuk ke dalam air hangat, lalu tempelkan pada area panggul yang terasa sakit. Mama bisa melakukan cara ini setiap hari untuk meredakan nyeri di tulang ekor. 

4. Gunakan maternity belt atau celana longgar

4. Gunakan maternity belt atau celana longgar
Freepik/Bearfotos

Mama juga dapat menggunakan ikat pinggang khusus ibu hamil atau sering disebut maternity belt untuk membantu mengatasi rasa nyeri di tulang ekor. Penggunaan maternity belt dapat mengurangi tekanan pada tulang ekor dan melenturkan otot-otot sekitar panggul.

Kemudian, hindari menggunakan celana ketat ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Sebab, celana ketat dapat meningkatkan tekanan pada tulang ekor. Oleh karena itu, Mama disarankan menggunakan celana longgar dengan bahan yang lembut.

Apabila Mama terus merasakan rasa nyeri di tulang ekor, tak ada salahnya untuk mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol. Namun, pastikan obat telah dikonsultasikan ke dokter agar tidak membahayakan kondisi kesehatan mama dan janin dalam kandungan. 

Demikian informasi mengenai penyebab tulang ekor sakit saat hamil dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.