Hamil Tua dan Hampir Melahirkan, Janin Perempuan Ini Tiba-Tiba Hilang!

Menurut medis, ada 3 kemungkinan yang dapat menjadi penyebabnya!

23 Januari 2019

Hamil Tua Hampir Melahirkan, Janin Perempuan Ini Tiba-Tiba Hilang
Pixabay/anemone123

Devi (22) yang tengah hamil 9 bulan histeris ketika mendapati perutnya tiba-tiba kempis pada Jumat (18/1) saat terbangun dari tidur.

Sebelumnya, ia sedang mengandung anak keduanya dan kini ia sedang menanti hari persalinan tiba.
Namun, entah apa yang terjadi janin yang semula ada di rahimnya tiba-tiba hilang begitu saja secara mendadak.

Sang Suami, Candra lantas memberitahu orangtua serta adik Devi mengenai kondisi sang Istri.
Tak berapa lama, kabar ini menyebar dan membuat geger warga sekitar rumah kontrakan mereka di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Warga berbondong-bondong mendatangi rumah Devi dan Candra untuk menyaksikan sendiri kondisi Devi. Adik Devi, Rio (20) pun sama terkejutnya dengan sang Kakak.

"Semalam saya nginap di rumah Mamang (paman), Kemarin siang sebelum saya pamit nginap di rumah mamang semua masih normal, saya masih sempat bertemu dengan Devi dengan perutnya yang besar, saya pamit sama dia karena mau nginap di rumah paman yang sedang sakit," ujarnya.

"Saya rasanya tak percaya, perut Devi yang semula besar tiba-tiba rata, dan saya kasian melihat keadaannya, ia begitu tertekan setelah mengalami hal tersebut," tambahnya lagi.

Meskipun sulit untuk diterima oleh akal sehat, namun kasus yang satu ini memiliki penjelasan medis tersendiri.

Kondisi yang dialami oleh Devi dapat disebabkan oleh kehamilan palsu atau pseudocyesis, hamil kosong atau blighted ovum, serta hamil anggur.

Untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai penjelasan medis tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa faktanya.

1. Kehamilan palsu atau Pseudocyesis

1. Kehamilan palsu atau Pseudocyesis
Pixabay/Contato1034

Kemungkinan pertama dari kasus Devi adalah kehamilan palsu, berikut beberapa fakta mengenai kondisinya:

  • Penyebab

Hingga saat ini kehamilan palsu atau pseudocyesis belum dapat diketahui penyebab pastinya, namun dokter menduga bahwa faktor psikologis mungkin mengelabui tubuh untuk berpikir bahwa kehamilan memang terjadi.

Ketika seorang perempuan merasakan keinginan atau bahkan ketakutan yang kuat akan kehamilan, maka otak perempuan akan salah menginterpretasikan sinyal sebagai kehamilan, dan memicu pelepasan hormon, seperti estrogen dan prolaktin, yang dapat menyebabkan gejala kehamilan yang sebenarnya.

Beberapa peneliti telah menyatakan bahwa kemiskinan, kurangnya pendidikan, pelecehan seksual, atau masalah hubungan mungkin memainkan peran dalam memicu hamil palsu.

  • Gejala

Pseudocyesis hampir menyerupai kehamilan yang sesungguhnya, kecuali kehadiran janin di perut. Secara fisik, gejala yang paling umum adalah perut yang membesar, mirip seperti sedang mengandung bayi.

Selama hamil palsu, pembesaran perut ini bukan disebabkan oleh adanya bayi, melainkan disebabkan oleh penumpukan gas, lemak, kotoran, dan air seni.

Ketidakteraturan siklus menstruasi perempuan adalah gejala fisik kedua yang paling umum. Sekitar setengah dari perempuan yang mengalami hamil palsu melaporkan adanya perasaan bayi bergerak.

Banyak dari mereka juga mengatakan bahwa ada juga perasaan bayi menendang, meskipun pada kenyataannya tidak pernah ada bayi di sana.

Gejala lain yang dapat terjadi pada kehamilan palsu mirip dengan gejala hamil yang sebenarnya, antara lain:

- Morning sickness dan muntah

- Payudara nyeri

- Perubahan payudara (termasuk ukuran dan pigmentasi)

- Laktasi, payudara mengeluarkan air susu

- Berat badan naik

- Pusar mencuat keluar

- Nafsu makan meningkat

- Pembesaran uterus

- Pelunakan serviks

  • Cara mendeteksi

Untuk menentukan apakah seorang perempuan mengalami hamil palsu, biasanya dokter akan mengevaluasi gejalanya, yakni dengan melakukan pemeriksaan panggul dan USG perut.

Dalam kasus kehamilan palsu, tidak akan ada bayi yang terlihat pada USG, dan tidak akan ada detak jantung.

Tes urin kehamilan juga akan selalu negatif, dengan pengecualian adanya kanker langka yang memproduksi hormon yang mirip dengan kehamilan.

  • Pengobatan

Hamil palsu tidak dianggap sebagai masalah fisik, melainkan psikologis, sehingga tidak ada rekomendasi umum untuk mengatasinya dengan obat-obatan.

Tetapi, jika seorang perempuan mengalami gejala seperti menstruasi tidak teratur, maka dokter akan meresepkan obat serta dirawat oleh seorang psikoterapis.

Editors' Picks

2. Hamil kosong atau Blighted Ovum

2. Hamil kosong atau Blighted Ovum
Pixabay/Grayerbaby

Selain kehamilan palsu atau pseudocyesis, hamil kosong atau blighted ovum juga dapat menjadi salah satu penyebab kasus Devi dapat terjadi.

Berikut penjelasannya!

  • Penyebab

Blighted ovum atau hamil kosong biasanya terjadi akibat adanya kelainan kromosom pada fetus yang sedang berkembang.

Tubuh perempuan akan menghentikan kehamilan ketika menyadari adanya kelainan tersebut.

Kelainan kromosom sendiri dapat disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna serta kualitas sel telur dan sperma yang buruk.

  • Gejala

Seseorang yang mengalami blighted ovum pada tahap awal umumnya akan merasa bahwa dirinya sedang mengalami kehamilan normal.

Hal ini dikarenakan blighted ovum memiliki tanda yang sama dengan kehamilan normal, seperti haid yang terlambat, hasil tes kehamilan yang positif, mual, muntah, dan payudara terasa nyeri.

Dalam waktu tertentu, pasien akan mulai merasakan tanda-tanda keguguran, seperti flek atau perdarahan dari vagina, volume darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya, kram pada daerah perut.

Terkadang, hasil tes kehamilan masih tetap positif dalam kondisi ini dikarenakan kadar hormon hCG masih tinggi.

Segera hubungi dokter jika Mama mengalami gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • Pengobatan

Salah satu prosedur penanganan yang dilakukan setelah seseorang didiagnosis blighted ovum adalah dengan membuka serviks kemudian mengangkat kantong kehamilan yang kosong dari dalam rahim.

Prosedur ini dinamakan dilatasi dan kuretase (kuret). Selain melalui prosedur kuret, obat-obatan dapat digunakan sebagai pilihan.

Baik kuret ataupun obat-obatan memiliki efek samping yang sama, yaitu kram perut. Namun, tingkat perdarahan yang terjadi lebih berat pada pasien yang menggunakan obat-obatan dibandingkan kuret.

Selain kedua cara itu, pasien pun dapat memilih untuk membiarkan kandungan gugur secara alami. Biasanya proses ini akan terjadi dengan sendirinya dalam hitungan minggu.

  • Pencegahan

Hindari merokok dan konsumsi minuman beralkohol selama mengandung.

Selain itu, saling menjaga kesehatan Mama dan pasangan juga merupakan salah satu bentuk pencegahan secara umum yang dapat dilakukan bersama.

Rencanakan dan laluilah proses kehamilan bersama-sama, serta saling berikan dukungan satu sama lain.

Baca juga: Calon Mama! Yuk, Kenali Tanda Kehamilan Kosong

Baca juga: Kehamilan Kosong Tak Bisa Dipertahankan, Yuk Hindari dengan 7 Tips Ini

3. Hamil anggur

3. Hamil anggur
Freepik/Ivash

Kemungkinan terakhir adalah hamil anggur. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak beberapa fakta berikut:

  • Penyebab

Hamil anggur adalah kehamilan yang gagal, di mana terjadi kelainan pada proses perkembangan sel telur setelah dibuahi, sehingga gagal tumbuh menjadi seorang bayi.

Pada hamil anggur, sel-sel telur dan plasenta yang tidak mampu berkembang ini akan membentuk sekumpulan kista (gelembung berisi cairan) yang bentuknya menyerupai anggur putih.

  • Gejala

Hamil anggur pada awalnya memunculkan gejala yang sama dengan kehamilan normal. Namun setelah beberapa waktu, gejala-gejala berikut bisa muncul:

- Perdarahan dari vagina, khususnya pada trimester pertama

- Mual dan muntah yang parah

- Keluarnya kista berbentuk anggur dari vagina

- Nyeri pada tulang panggul

Apabila Mama merasakan satu atau lebih gejala di atas, temui dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter kandungan akan menemukan beberapa tanda hamil anggur seperti:

- Rahim yang tampak lebih besar dari usia kandungan yang seharusnya

- Kista ovarium

- Preeklamsia, yakni sebuah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi serta protein di urine pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu

- Anemia

- Nyeri pada tulang panggul

- Hipertiroidisme

  • Jenis hamil anggur

Penyebab hamil anggur adalah ketidakseimbangan kromosom selama kehamilan.

Kondisi ini dapat terjadi jika sel telur yang dibuahi tidak memiliki infromasi genetika atau 1 sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan.

Penyebab inilah yang akan mengelompokkan hamil anggur dalam 2 kategori, yaitu:

- Hamil anggur lengkap

Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang tidak mengandung informasi genetika dibuahi oleh sperma dan tidak berkembang menjadi fetus, melainkan sekumpulan jaringan abnormal yang disebut mola, yang lama-kelamaan dapat memenuhi rahim.

- Hamil anggur parsial

Kondisi ini muncul jika 1 sel telur normal dibuahi oleh 2 sperma. Jaringan plasenta akan berkembang abnormal menjadi mola,  sementara jaringan fetus yang berhasil berkembang akan mengalami kecacatan atau kelainan yang serius.

  • Penanganan

Jika positif didiagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menganjurkan penderita untuk menjalani penanganan secepatnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Operasi pengangkatan jaringan abnormal pada hamil anggur merupakan metode penanganan utama yang umumnya disarankan.

Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:

  • Kuret

Prosedur yang satu ini dilakukan dengan cara membuka serviks terlebih dahulu kemudian mengangkat kantong kehamilan yang kosong dari dalam rahim.

  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. 

Proses ini hanya dilakukan jika penderita tidak ingin memiliki keturunan lagi. Setelah menjalani prosedur pengangkatan, dokter akan mengulangi pemeriksaan kadar hormon HCG.

Penderita yang masih memiliki hormon HCG yang tinggi biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai janin tua yang tiba-tiba hilang secara mendadak.

Ternyata hal tersebut memiliki alasan medisnya, maka dari itu sebelum dan saat masa kehamilan berlangsung ada baiknya jika Mama selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani dengan baik.

Baca juga: Penting! Kenali Sejak Dini Kehamilan Molar alias Kehamilan Anggur

Baca juga: Kenali Pseudocyesis, ‘Hamil Palsu’ yang Bikin Perut Tampak Buncit

Topic: