Mengenaskan! Ibu Hamil Diketahui Meninggal Setelah Mengonsumsi Kerang

Gejala pertama yang ia rasakan adalah diare berat pada masa kehamilan

6 November 2018

Mengenaskan Ibu Hamil Diketahui Meninggal Setelah Mengonsumsi Kerang
khaosod.th

Baru-baru ini dilaporkan, seorang perempuan di Thailand yang tengah hamil tujuh bulan meninggal setelah mengonsumsi kerang yang tampaknya kurang matang.

Pada saat mengonsumsi kerang tersebut, ia sedang berada seorang diri di dalam kamar. Tetangga apartemennya menyatakan bahwa perempuan tersebut telah membeli kerang untuk makan.

Namun, tak lama setelah ia memakannya, ibu hamil tersebut mulai mengalami sakit perut dan diare berat. 

Gejala-gejalanya juga sangat buruk sehingga perempuan yang tidak diketahui namanya tersebut tidak bisa bekerja. 

Pada akhirnya, di hari Senin, 1 Oktober ia pergi ke dokter dan mengajukan permohonan cuti sakit. Namun, beberapa hari kemudian, tetangganya tidak lagi melihat ibu hamil tersebut keluar kamar.

Untuk mengusir rasa penasaran, seorang anak tetangga mencoba mencari tahu keberadaan perempuan tersebut melalui jendela kamarnya.

Tak disangka, perempuan hamil itu kini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Mayatnya ditemukan pada tanggal 3 Oktober di hari Rabu.

Polisi dan pihak berwenang tidak menemukan luka di tubuhnya. Pada saat meninggal, ia ditemukan mengenakan gaun putih di kamarnya.

Media lokal belum merilis penyebab kematian, tetapi diduga bahwa ibu hamil tersebut meninggal karena diare berat akibat keracunan makanan.

Asinan kerang yang sempat dibeli oleh perempuan hamil tersebut adalah makanan populer di Thailand.

Kerang tersebut dapat dikonsumsi secara matang ataupun setengah matang, tergantung pada selera konsumen. 

Makanan yang satu ini adalah lauk populer di pedesaan Thailand dan biasanya dimakan dengan saus buatan sendiri atau dicampurkan dengan salad.

Teerapong Chareewit, seorang Associate Professor dari Departemen Obstetri dan Ginekologi di Chulalongkorn University memperingatkan semua publik, bukan hanya ibu hamil, untuk ekstra berhati-hati ketika mengonsumsi kerang.

Untuk mencegah terjadinya kasus tersebut pada ibu hamil lainnya, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta yang perlu diketahui!

1. Risiko mengonsumsi makanan mentah

1. Risiko mengonsumsi makanan mentah
gourmettraveller.com.au

Perlu ditegaskan kembali bahwa ibu hamil wajib menghindari makanan mentah.

Pasalnya, sumber makanan mentah tidak dapat dipastikan higienitasnya sehingga memungkinkan ibu hamil terkena diare berat.

Selain itu, makanan mentah juga dapat menyebabkan risiko lain, diantaranya:

  • Ikan mentah khususnya kerang-kerangan mengandung banyak bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi. Beberapa patogen dapat tinggal pada tubuh ibu hail sehingga Mama akan mengalami dehidrasi dan lemas, sedangkan sisanya dapat menginfeksi janin dalam kandungan sehingga dapat menimbulkan masalah pada kesehatannya atau bahkan kematian.
  • Salah satu bakteri yang rentan diidap oleh ibu hamil adalah Listeria. Bakteri yang satu ini biasanya ditemukan di tanah, air kotor atau tanaman. Namun listeria juga dapat ditemukan pada ikan mentah. Meskipun ibu hamil tampak baik-baik saja, listeria mampu menginfeksi janin melalui plasenta. Infeksi listeria pada bayi yang belum lahir dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, kelahiran mati dan masalah kesehatan yang parah.
  • Daging mentah dan setengah matang juga mengandung banyak patogen di permukaannya dan kadang-kadang di dalam seratnya. Memakan daging yang tidak dimasak dapat berisiko infeksi dari patogen yang dapat melintasi plasenta dan menuju bayi yang belum lahir. Beberapa konsekuensi serius yang dapat terjadi pada bayi adalah efek neurologis mati atau negatif, seperti keterbelakangan mental.
  • Telur yang belum dimasak juga mungkin mengandung salmonella. Bakteri jenis ini dapat membuat ibu hamil muntah, diare, dan demam. Selain itu, pada beberapa kasus salmonella juga bisa menyebabkan kram rahim, yang dapat berkembang menjadi kelahiran prematur atau lahir mati.

Editors' Picks

2. Jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil

2. Jenis makanan dilarang ibu hamil
graciouslittlethings.com

Setelah mengetahui kasus di atas, makanan mentah sudah seharusnya dikeluarkan dari daftar makanan ibu hamil. 

Berikut beberapa makanan yang dilarang:

  • Produk makanan yang terbuat dari telur mentah, seperti mayones, saus hollandaise, es krim, telur rebus, dan telur orak arik.
  • Jika berbelanja di supermarket, periksa label bahan untuk memastikan bahwa mereka menggunakan telur yang dipasteurisasi.
  • Segala bentuk daging, seperti unggas, daging sapi, ikan dan kerang, termasuk sushi. Pastikan bahwa semua daging mentah sudah matang sepenuhnya dan cukup bersih untuk dimakan.
  • Kecambah mentah, kecuali dimasak benar-benar matang. 
  • Produk makanan yang tidak dipasteurisasi, seperti susu, keju, telur atau jus. Makanan-makanan ini memiliki bakteri yang terbukti dapat membahayakan janin.
  • Junk food, keju yang matang melalui jamur, pate, dan salmon asap.
  • Buah dan sayuran harus dibersihkan secara menyeluruh untuk menghilangkan partikel tanah dan kotoran.
  • Hindari daging ikan besar seperti hiu, ikan todak, tenggiri dan tuna, karena mereka dapat mengandung merkuri dalam jumlah besar. 
  • Ikan berlemak dan ikan kecil baik untuk dimakan, tetapi batasi untuk memakannya dua kali seminggu.

3. Cara mengatasi diare saat hamil

3. Cara mengatasi diare saat hamil
americanpregnancy.org

Meskipun membuat Mama tak nyaman pada masa kehamilan berlangsung, namun Mama tidak boleh panik saat mengalami diare.

Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi diare saat hamil:

  • Minum banyak cairan untuk menjaga diri terhidrasi
  • Jika masih sanggup makan, makanlah sebisa Mama.
  • Jika Mama tidak bisa makan, minumlah minuman yang kaya elektrolit untuk menggantikan air dan mineral yang hilang akibat diare.
  • Hindari minum susu segar, makanan dan minuman berkafein, makanan yang kaya lemak, makanan yang sulit dicerna dan makanan laut.
  • Ketika ibu hamil menderita diare, Mama tidak perlu membombardir tubuh Mama dengan obat-obatan. Pasalnya, saat diare Mama akan mengeluarkan feses, racun, dan patogen lainnya dari tubuh. Beberapa obat tersebut memang dapat membantu menghentikan ekskresi secara instan namun patogen tetap dapat terperangkap di dalam tubuh sehingga memperlambat pemulihan gejala.
  • Jika diare telah didiagnosis disebabkan oleh infeksi, segera konsultasikan dengan dokter. Ingatlah untuk minum obat sesuai yang ditentukan. 
  • Jika Mama diberi antibiotik, jangan lupa untuk menghabiskan semuanya.
  • Hal terakhir dan yang paling penting adalah jangan panik! Semuanya akan baik-baik saja, cobalah untuk bersantai sebanyak yang Mama bisa ya.

Stay healthy, Ma!