Jangan Panik! Ini 5 Cara untuk Mengembalikan Posisi Bayi Sungsang

Cara-cara yang tampak sederhana tapi efektif kembalikan posisi bayi sungsang

15 Agustus 2020

Jangan Panik Ini 5 Cara Mengembalikan Posisi Bayi Sungsang
freepik.com/feelgood18

Ketika mendekati waktunya persalinan, secara alami bayi mama akan mencari jalannya sendiri menuju ke jalan lahir. Untuk persalinan normal, posisi kepala bayi haruslah di bawah sehingga saat lahir nanti menghadap ke arah vagina dan persalinan pun menjadi lebih mudah. 

Namun, sebagian bayi ternyata berada dalam posisi yang terbalik. Kaki atau pantatnya menghadap ke arah vagina atau yang kerapkali disebut dengan sungsang. Biasanya hal ini akan diketahui ketika dokter atau bidan memeriksa posisi bayi mendekati akhir kehamilan.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mendorong posisi bayi berbalik, termasuk mengatur posisi tidur.

Berikut ini Popmama.com membagikan lima cara mengembalikan posisi bayi sungsang, dilansir dari The Health Site:

1. Tidur menghadap ke kiri

1. Tidur menghadap ke kiri
Freepik/Wavebreakmedia

Posisi tidur sangatlah penting diperhatikan selama kehamilan, terutama karena Mama akan berada dalam posisi beristirahat selama lebih dari tujuh jam berturut-turut di malam hari.

Posisi tidur berpengaruh banyak terhadap pergerakan dan kemampuan bayi memposisikan diri. Selama trimester terakhir kehamilan, pastikan Mama tidur miring ke kiri.

Dengan tidur miring ke kiri, ini akan mendorong gerakan bayi di dalam rahim dan membantu bayi masuk ke posisi alaminya. Bukan hanya saat tidur saja Mama perlu memposisikan diri ke kiri, melainkan juga saat duduk bersandar di sofa atau bean bag.

Editors' Picks

2. Tidur dengan menjepit bantal

2. Tidur menjepit bantal
Freepik/lifeforstock

Dilansir dari Healthline, Rue Khosa, seorang praktisi perawat keluarga bersertifikat, mengatakan untuk mempertahankan posisi dan postur agar panggul terbuka lebar, Mama dianjurkan untuk tidur miring dengan menjepit bantal di antara lutut dan pergelangan kaki.

Ini dilakukan agar semakin banyak ruang yang dimiliki bayi sehingga mereka semakin mudah menemukan jalan menuju ke vagina.

3. Rutin berjalan kaki

3. Rutin berjalan kaki
Freepik/yanalya

Berjalan kaki merupakan olahraga ringan dan sederhana yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Rutin berjalan kaki dua kali sehari di trimester terakhir, selama 20-25 menit, akan meningkatkan peluang bayi yang sungsang kembali ke posisi normal.

Dengan berjalan kaki, kepala bayi yang merupakan bagian terbesar dan terberat dari seluruh anggota tubuh, akan mengikuti gravitasi. Kepalanya akan tertarik ke bawah dan mengarah ke bagian bawah panggul mama.

4. Merangkak

4. Merangkak
Freepik/yanalya

Ya, Mama nggak salah baca kok. Merangkak seperti bayi sekitar 10 menit per hari akan membantu bayi bergerak di dalam rahim mama dan mengubah posisinya.

Tekut lutut dan tahan tubuh bagian atas dengan telapak tangan bertumpu pada lantai. Jagalah agar punggung tetap lurus. 

5. Senam lantai

5. Senam lantai
freepik.com/prostooleh

Beberapa senam lantai seperti back bridge akan membantu gerakan bayi dan memposisikan bayi dengan cara yang benar. Saat melakukan back bridge, berbaringlah telentang dengan telapak kaki dan telapak tangan menyentuh lantai. Angkat panggul hingga hanya leher, bahu, dan kaki yang menyentuh lantai. Bernapaslah perlahan dan turun ke posisi awal dengan lembut. 

Latihlah gerakan ini selama beberapat menit setiap hari sampai menjelang tanggal persalinan. Para ahli meyakini bahwa back bridge adalah senam lantai yang efektif untuk membantu mengubah bayi dari posisi sungsang atau melintang ke posisi alami. 

Itulah lima cara untuk mengembalikan posisi bayi sungsang. Jika posisi bayi mama tidak kunjung normal setelah melakukan cara-cara di atas, konsultasikan lagi dengan dokter tentang konsekuensi dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk membantu bayi mama kembali ke posisi alami di dalam rahim.

Latihan dan teknik yang disebutkan di atas hanya membantu sepertiga bayi sungsang atau transversal berubah ke posisi normal. Terkadang intervensi operasi diperlukan juga dalam kasus seperti ini.

Semoga informasi ini dapat membantu ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.