TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Pertanyaan Umum Seputar Cegukan pada Bayi

Walau tidak berbahaya, cegukan terus-menerus bisa jadi tanda penyakit lain yang perlu diperhatikan

freepik.com/freepik

Apakah bayi mama mengalami cegukan setelah disusui? Tak perlu panik dulu. Cegukan memang sering terjadi pada bayi, terutama yang masih berusia di bawah satu tahun.

Tak hanya saat ia sudah lahir, sebenarnya bayi pun bisa mengalami cegukan sejak di dalam rahim. Biasanya hal ini terjadi pada minggu ke-21 dan ini sering membuat Mama khawatir.

"Ini mengganggu orangtua, tapi tidak terlalu mengganggu bayi," kata Lynnette Mazur, profesor pediatri di University of Texas Health Science Center di Houston.

Jadi, apakah cegukan termasuk normal dialami bayi? Bagaimana cara menanganinya jika ini terjadi terus-menerus? 

Berikut ini pertanyaan umum mengenai bayi cegukan yang sudah Popmama.com rangkum dari Babycenter.com khusus untuk Mama. Yuk, simak sama-sama penjelasannya.

1. Mengapa bayi bisa cegukan? Apakah ini normal terjadi pada si Kecil?

Unsplash/Hollie Santos

Cegukan terjadi ketika diafragma (otot di bagian bawah tulang rusuk) teriritasi atau terstimulasi.

Otot berkontraksi tanpa sadar (kejang) sehingga menyebabkan udara tersedot ke tenggorokan. Saat udara masuk, pita suara dengan cepat menutup sebagai respons, sehingga menghasilkan suara"hik!"

Para ahli tidak yakin mengapa bayi yang baru lahir cenderung sering cegukan, tetapi satu hipotesis mengungkapkan bahwa cegukan dapat membantu bayi mengeluarkan udara berlebih dari perut mereka.

Meskipun tidak ada kesepakatan tentang apa yang menyebabkan cegukan pada bayi, tetapi kemungkinannya meliputi:

  • Makan terlalu banyak (ASI, susu formula, atau makanan lain)
  • Makan terlalu cepat
  • Menelan terlalu banyak udara

2. Apakah cegukan pada bayi bisa hilang sendiri? Bagaimana cara yang tepat untuk menghilangkan cegukan pada bayi?

Freepik.com/user18526052

Sebenarnya, ada banyak teori tentang cara mengatasi cegukan pada bayi. Meskipun tidak banyak bukti ilmiah tentang cara mana yang paling berhasil.

Berikut beberapa tips yang berguna yang bisa Mama praktikkan: 

  • Tunggu sampai cegukan berhenti: Meskipun ini sedikit mengganggu, terkadang hanya itu yang bisa Mama lakukan. Cegukan biasanya akan hilang setelah beberapa menit.
     
  • Beri si Kecil empeng: Mengisap dapat membantu bayi mengendurkan diafragma. Profesor Lynnette Mazur mengatakan, "Ini tidak akan terlalu menyakitkan dan mungkin membantu walau tidak yakin ini yang terbaik."
     
  • Sendawakan si Kecil: Untuk mengurangi jumlah udara di perutnya, saat menyusui ambil waktu untuk membuat si Kecil bersendawa. Ini bisa Mama lakukan saat si Kecil berganti payudara. Jika si Kecil diberi susu formula, berikan jeda setiap beberapa mililiter untuk bersendawa.
     
  • Gosok punggung dan/atau perut bayi: Ini dapat membantu bayi mengendurkan diafragmanya untuk menghilangkan cegukan.
     
  • Susui si Kecil: Bayi dengan refluks terkadang banyak cegukan. Menyusui dengan waktu singkat dan sering menggendong si Kecil dengan posisi tegak setelahya bisa menghilangkan cegukan.

Hindari untuk menghilangkan cegukan dengan mengagetkan bayi, menekan bola matanya, mendorong ubun-ubunnya, atau menarik lidahnya.

Ini memang kepercayaan dan budaya di beberapa daerah, tetapi ini tidak menolong si Kecil. Ini justru bisa melukainya, Ma.

Selain itu, hindari untuk memberikan air mineral. Bayi di bawah 6 bulan hanya boleh minum ASI atau susu formula.

3. Bagaimana cara aman untuk mencegah cegukan terjadi pada si Kecil?

Freepik.com/javi_indy

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah cegukan terjadi pada si Kecil. Tetapi Mama bisa mencoba beberapa strategi berikut ini:

  • Sendawakan si Kecil selagi menyusui.
     
  • Jaga agar si Kecil tetap tegak saat disusui. Ini akan membantu udara naik sehingga dia bisa bersendawa.
     
  • Beri makan si Kecil segera setelah ia menunjukkan tanda-tanda lapar. Jika Mama menunda hingga si Kecil kesal, ini bisa membuatnya menelan lebih banyak udara.
     
  • Gunakan ukuran dot yang pas, dengan lubang yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Sebab, jika terlalu besar, susu formula atau ASI mungkin mengalir terlalu cepat. Sedangkan jika terlalu kecil, ia mungkin menelan udara saat tidak mendapatkan cukup ASI.
     
  • Pastikan si Kecil dapat menghisap dengan baik saat disusui. Konsultasikan kondisi ini pada ahli laktasi.
     
  • Jangan menyusui si Kecil secara berlebihan. Mengisi perutnya secara berlebihan dapat menyebabkan timbulnya gas.

4. Berapa lama cegukan pada bayi bisa berlangsung? Apakah hanya dalam beberapa menit atau bisa berlangsung lebih lama?

Pixabay/fotorech

Berapa lama durasi cegukan yang normal dialami bayi tentu menjadi pertanyaan untuk Mama.

Menurut ahli, biasanya bayi akan mengalami cegukan hanya dalam beberapa menit saja. Jadi, Mama tidak perlu merasa khawatir ketika si Kecil mengalaminya.

Tenangkan diri Mama agar tidak berpikir berlebihan ketika bayi mengalami cegukan dan bersabarlah hingga cegukannya hilang.

5. Apakah cegukan adalah hal buruk untuk si Kecil? Apakah cegukan dapat berdampak buruk pada bayi?

Freepik

Tenang, Ma. Untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya adalah tidak. Sebagian besar cegukan pada bayi tidak berbahaya, dan sebagian besar akan hilang begitu si Kecil memasuki usia satu tahun.

Tetapi yang perlu Mama ketahui adalah jika si Kecil terlalu sering cegukan, ini bisa menjadi tanda penyakit refluks gastroesofageal pada bayi.

Selain itu, cegukan yang berlangsung sangat lama bisa menjadi tanda kondisi medis mendasar yang lebih serius. Namun, hal ini termasuk jarang terjadi.

Segera bawa si Kecil ke dokter jika ia mengalami beberapa gejala berikut:

  • Sering cegukan
  • Banyak muntah
  • Batuk
  • Jadi sangat rewel
  • Mengalami cegukan lebih dari 48 jam
  • Sering cegukan setelah usia 1 tahun

Itulah tadi beberapa pertanyaan umum seputar cegukan pada bayi. Semoga membuat Mama lebih tenang, ya!

Baca juga:

The Latest