TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Seperti Apa Rasa ASI? Temukan Jawabannya di Sini!

ASI sudah jelas punya banyak manfaat untuk ibu dan bayi. Tapi, apakah rasanya semanis khasiatnya?

healthynewbornnetwork.org

ASI merupakan asupan yang sangat penting diberikan pada bayi. Setidaknya Mama harus memberikan si Kecil ASI minimal sampai usianya menginjak enam bulan, namun akan lebih baik lagi bila Mama bisa terus memberikan ASI sampai ia berusia dua tahun.

Sebagai nutrisi pokok untuk kecil, ASI sudah jelas punya berbagai banyak manfaat untuk kesehatan mama dan bayi.

Akan tetapi, bagaimana rasa ASI? Apakah rasanya sama enaknya dengan kandungan nutrisinya?

Yuk, simak jawaban yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Bagaimana Rasa ASI Sebenarnya?

Pexels/Yan Krukov

Pada umumnya, rasa ASI mirip dengan rasa susu biasa. Tetapi, banyak juga yang mengatakan bahwa rasa minuman ini menyerupai susu almond, namun dengan rasa yang lebih manis.

Mengutip dari berbagai sumber, beberapa anak yang masih mengingat rasa ASI mendeskripsikan bahwa nutrisi ini mirip dengan susu biasa dengan tambahan gula di dalamnya.

Rasa manis pada ASI dipengaruhi oleh adanya kandungan laktosa yang merupakan salah satu bahan utama dalam ASI.

Dengan tingginya konsentrasi laktosa, itu pula yang menjadikan rasa ASI lebih manis.

Rasa ASI itu juga diperkaya oleh teksturnya yang cenderung kental. Kekentalan ASI dipengaruhi oleh kandungan lemak di dalamnya.

Ketika baru diperah, ASI yang pertama keluar cenderung memiliki tekstur lebih encer, namun, semakin lama teksturnya akan lebih mengental. Hal itu kerap diketahui dengan sebutan hindmilk dan foremilk.

Sebagai tambahan informasi, rasa ASI kerap dipengaruhi oleh makanan yang Mama konsumsi. Maka itu, pada beberapa kasus ada rasa ASI yang cenderung asin.

Apa saja yang memengaruhi rasa ASI

Pexels/Pixabay

Makanan yang Mama konsumsi setiap harinya dapat memengaruhi rasa ASI.

Untuk itu, Mama disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, terutama ketika bayi belum mengonsumi MPASI.

Akan tetapi, selain faktor pola makan, ternyata ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi rasa ASI, Ma. Apa saja?

1. Faktor hormon

Perubahan hormon dalam tubuh, misalnya menstruasi dan mulainya kehamilan pada saat menyusui juga bisa memengaruhi rasa ASI. 

Meski begitu Mama tidak perlu khawatir. Walau rasanya akan sedikit berubah, kandungan nutrisi ASI akan tetap aman selama Mama dalam kondisi sehat dan tidak mengalami kehamilan yang berisiko.

2. Berolahraga

Olahraga yang terlalu keras bisa membuat rasa ASI berubah, lho, Ma. Perubahan ini terjadi akibat adanya penumpukan asam laktat di dalam tubuh. 

Untuk itu, Mama disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas yang ringan saja. Dan pastikan untuk selalu membersihkan payudara setelah selesai berolahraga.

3. Rokok dan minuman beralkohol

Selain tak sehat bagi Mama dan si Kecil, merokok dan minum alkohol selama menyusui dapat mengubah rasa dan aroma ASI mama.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Mama dianjurkan untuk berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol saat masa menyusui. 

4. Obat-obatan

Obat antibiotik seperti metronidazol yang Mama konsumsi semasa menyusui dapat mengubah rasa ASI menjadi pahit. Bila itu terjadi, biasanya bayi akan enggan menyusu sehingga ujungnya akan menjadi lebih rewel.

5. Infeksi payudara

Infeksi payudara atau mastitis dapat merubah ASI menjadi asin dan lebih tajam. Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir karena Mama tetap bisa menyusui si Kecil. 

6. Produk perawatan kulit

Penggunaan produk perawatan kulit pada area payudara seperti, lotion, parfum, sabun, dan salep juga merupakan faktor selanjutnya.

Oleh karena itu, pastikan Mama membersihkan puting terlebih dahulu agar bebas dari berbagai produk perawatan kulit sebelum menyusui.

Itulah berbagai hal yang dapat memengaruhi rasa ASI, Ma. Beberapa faktor di atas cenderung masih tergolong aman, Ma sehingga Mama tidak perlu memberhentikan kegiatan menyusui. 

Namun, bila Mama mengalami masalah payudara yang mengganggu ketika menyusui, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter ya.

Baca juga:

The Latest