Ini Penyebab dan Cara Menangani Masalah Puting Lecet saat Menyusui

Selama menyusui, Mama kerap mengalami masalah ini! Yuk, cari solusinya!

8 Juli 2020

Ini Penyebab Cara Menangani Masalah Puting Lecet saat Menyusui
Freepik/yanalya

Kesuksesan dalam pemberian ASI merupakan hal yang diinginkan semua Mama yang baru melahirkan. Namun, para ibu menyusui kerap mengalami berbagai masalah dan keluhan, salah satunya adalah puting lecet.

Dalam kondisi yang parah, puting lecet dapat menimbulkan rasa gatal, sakit, nyeri, bengkak, berdarah, hingga keluarnya lendir atau nanah pada daerah puting payudara.

Kondisi ini bisa berlangsung lebih dari beberapa hari bahkan hitungan minggu, dan terasa sangat menyakitkan.

Berikut informasi mengenai puting lecet saat menyusui yang telah Popmama.com rangkum:

Editors' Picks

Apa yang Menyebabkan Puting Susu Lecet?

Apa Menyebabkan Puting Susu Lecet
Freepik/bearfotos

Lecet pada puting susu dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari posisi menyusui hingga  pelekatan yang kurang tepat. Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan lecet pada puting bertambah parah, seperti berikut.

1. Isapan dangkal si Kecil

Kondisi ini terjadi ketika bayi hanya mengisap bagian puting payudara mama saat menyusu. Akibatnya, Si Kecil akan lebih kuat mengisap puting susu mama, sehingga menyebabkan rasa sakit selama beberapa hari atau minggu pertama menyusui.

Tanda-tandanya bisa terlihat jika terdapat bekas garis pada bagian tengah puting. Bila hal ini dibiarkan, bisa memperparah kondisi puting yang lecet. Konsultasi pada ahli laktasi dapat membantu Mama mengetahui bagaimana posisi menyusui atau pelekatan yang tepat, sehingga bayi bisa mendapatkan isapan yang lebih baik.

2. Penggunaan pompa ASI

Penggunaan pompa ASI yang tidak benar juga bisa melukai puting susu mama. Kondisi ini terjadi jika ukuran corong pompa ASI terlalu kecil atau kurang pas dengan ukuran puting susu mama, atau daya isap pompa ASI yang terlalu kencang.

Mintalah dokter laktasi untuk membantu Mama dalam mengatur penggunaan pompa ASI yang benar. Carilah ukuran corong pompa yang sesuai dengan ukuran payudara mama.

3. Infeksi

Kondisi ini terjadi saat bayi sedang mengalami sariawan atau infeksi jamur di mulut, lalu ia menempelkan mulutnya pada puting mama saat menyusu. Akibatnya, infeksi bisa saja menyebar pada puting susu, dan menyebabkan rasa gatal, kemerahan, permukaan puting terlihat mengkilap, hingga nyeri selama atau setelah menyusui. Jika hal ini terjadi, mintalah petugas kesehatan untuk menanganinya.

4. Bayi mengalami tongue-tie

Sebagian dari Mama mungkin pernah mendengar istilah ini. Lidah dasi atau lidah terikat pada bayi merupakan kondisi di mana selaput yang menghubungkan dasar mulut dengan bagian bawah lidah terlalu pendek atau merenggang terlalu panjang ke bagian depan lidahnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah pada saat menyusui, termasuk sakit pada puting. Mama perlu memeriksakan kondisi lidah si Kecil pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

5. Saluran susu tersumbat

Kondisi ini terjadi ketika terdapat lapisan tipis tumbuh di atas permukaan saluran susu, sehingga menyebabkan susu terperangkap dan tersumbat. Lapisan kulit tersebut biasanya berwarna kuning atau putih yang menyebabkan rasa sakit dan lecet pada puting.

Dokter laktasi mungkin dapat menanganinya dengan cara mengupas lapisan kulit tipis di area tersebut. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

Cara Mengatasi Puting yang Lecet

Cara Mengatasi Puting Lecet
Babycenter.com

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Mama lakukan saat mengalami puting lecet, seperti berikut:

  1. Coba oleskan sekitar dua tetes ASI mama ke area kulit puting yang lecet. Gosokkan dengan lembut.
  2. Seringlah untuk mengganti bra atau breast pad yang Mama pakai jika sudah terasa basah untuk menghindari pertumbuhan infeksi bakteri dan jamur. Jagalah kebersihan dan kondisi payudara agar tidak terlalu lembap atau kering.  
  3. Lakukan posisi dan pelekatan yang tepat saat menyusui Si Kecil.
  4. Dahulukan untuk menyusui dengan payudara yang tidak mengalami lecet. Setelah itu, baru pindahkan Si Kecil agar menyusu pada puting yang lecet. Bagaimana pun, puting yang lecet tetap harus terisap untuk menghindari terjadinya penyumbatan ASI. Penyumbatan bisa memperparah kondisi lecet pada puting.  
  5. Gunakan krim atau salep yang direkomendasikan oleh dokter untuk menangani puting lecet yang Mama alami.
  6. Jika puting lecet sudah mengalami gejala yang parah, konsultasikan ke dokter laktasi segera untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi puting lecet saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.