TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jangan Anggap Rewel, Ini 6 Arti Tangisan Bayi dan Cara Mengatasinya

Tangisan si Kecil ternyata punya arti yang berbeda, Ma

freepik.com/nataliakuzina

Saat si Kecil menangis, mungkin Mama jadi khawatir dan panik apalagi kalau Mama tidak tahu penyebab tangisan si Kecil. Menangis adalah salah satu dari beberapa kegiatan si Kecil yang baru dilahirkan, sama seperti tidur dan menyusu.

Meskipun menangis adalah hal yang normal bagi si Kecil, tapi kalau Mama tidak tahu beda tanda antara menangis karena lapar atau bosan, Mama bisa jadi bingung untuk menenangkan si Kecil. Lalu pada akhirnya banyak Mama yang menganggap si Kecil sebagai bayi yang rewel.

Berikut ini Popmama.commerangkum informasi mengenai arti tangisan bayi dan cara menenangkannya yang dilansir dari Parents.com.

1. Tangisan lapar

Freepik/etajoefoto

Tangisan ini terdengar seperti menangis tanpa henti dan bernada tinggi, dan terdengar seperti si Kecil putus asa. Jika si Kecil disusui 1-3 jam yang lalu, dan menjulurkan lidahnya dengan bergerak gelisah, ini berarti si Kecil menangis karena lapar.

Mama bisa mencoba memberikan ASI atau susu formula yang biasa ia minum. Namun, jika si Kecil menyusu formula, baiknya Mama berikan si Kecil susu formula lagi paling tidak dua jam setelah ia menyusu supaya si Kecil bisa mencerna susu formula yang sebelumnya dengan maksimal.

2. Tangisan lelah

Freepik/pch.vector

Si Kecil menangis tidak berdaya, tapi bisa berhenti sejenak dan lebih mudah untuk ditenangkan. Mata si Kecil biasanya tertutup dan ia terlihat gelisah, atau matanya terbuka tapi berkaca-kaca dan ia menggosok matanya.

Membedong si Kecil dan menenangkannya hingga ia tertidur sendiri di tempat tidurnya bisa jadi cara untuk menenangkan si Kecil yang menangis karena kelelahan. Membedong si Kecil di malam hari bisa membantunya untuk tidur lebih nyenyak. Namun, pastikan Mama tidak membedongnya terlalu kencang, ya.

3. Tangisan bosan

Freepik/etajoefoto

Tangisan si Kecil tidak sekeras tangisan lain saat ia bosan dan biasanya bisa dialihkan hingga membuatnya tertawa. Namun, jika Mama memberikan stimulasi berlebihan untuk membuatnya tertawa, si Kecil malah bisa menjerit. Dia bisa juga marah dan memukul benda sekitarnya.

Marc Weissbluth, M.D., seorang dokter anak terkenal di Chicago, Amerika Serikat, dan penulis Healthy Sleep Habits, Happy Child, merekomendasikan untuk menunda merespon tangisan bosan si Kecil selama beberapa detik atau satu menit. Ini dilakukan supaya si Kecil belajar menenangkan dirinya sendiri. Jika si Kecil terlalu banyak distimulasi, Mama bisa menenangkannya dengan mengalihkan perhatiannya ke suara yang menenangkan.

4. Tangisan tidak nyaman

Freepik/freepik

Tangisan ini terdengar terpaksa dan cengeng, serta memiliki pola pengulangan singkat. Si Kecil mungkin juga akan memukul dan mengerutkan wajahnya.

Mama bisa cari penyebab si Kecil tidak nyaman, seperti apakah si Kecil kedinginan atau ada sesuatu yang membuatnya gatal.

5. Tangisan kesakitan

Freepik/jcomp

Tangisan ini terdengar menusuk, dengan si Kecil yang menggeliat dan uring-uringan. Jika si Kecil sakit perut akibat gas, ia akan menekuk lutut ke dada dan mendengus kesakitan.

Segera periksa kondisi tubuh bayi atau beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi kesakitan, misalnya gigitan semut. Jika Mama merasa bahwa suatu kondisi akan menyebabkan si Kecil kesakitan, seperti suntik vaksin misalnya, Mama bisa mengompres area bekas suntikan. Mama juga bisa pergi ke dokter untuk memastikan kesakitan si Kecil.

6. Tangisan Kolik

Freepik/atstock-productions

Tangisan ini adalah tangisan panjang yang berlangsung selama tiga jam atau bahkan lebih. Tangisannya bernada tinggi dan seakan tidak bisa ditenangkan.

Mama bisa coba membedong si Kecil dan menenangkannya dengan menimang dan membiarkannya mengisap jempol atau payudara mama, untuk membuatnya merasa nyaman.

Itulah enam arti tangisan bayi yang bisa Mama jadikan petunjuk untuk menenangkan tangisan si Kecil. Semoga Mama dan Papa bisa menenangkan si Kecil dengan mudah ya!

Baca juga:

The Latest