TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Tentang Pendengaran Bayi Baru Lahir

Pendengaran penting untuk mendukung kemampuan bicara bayi

Pixabay.com

Pendengaran yang normal sangat penting untuk perkembangan bayi. Agar dapat berbicara dengan lancar,bayi harus terlebih dahulu mendengar suara dan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi.

Menemukan masalah sejak dini berpengaruh besar terhadap perkembangan bayi Mama. Namun untuk mengindentifikasi masalah, Mama harus mengamati bayi dan memiliki pemahaman mana yang benar dan tidak.

Popmama.com mengulas beberapa hal yang harus diketahui Mama berkaitan dengan pendengaran bayi baru lahir.

1. Bayi baru lahir akan langsung mengenali suara mama

Freepik/Yanalya

Bayi dapat mendengar suara bahkan sebelum ia dilahirkan. Namun, pendengarannya berkembang sepenuhnya saat ia lahir.

Bayi baru lahir mungkin terkejut ketika mereka mendengar suara keras. Atau tenang ketika mendengar suara yang menenangkan yang mengingatkan mereka akan apa yang didengar selama di rahim Mama.

Hebatnya, bayi akan mengenali suara Mama bahkan dalam beberapa hari pertama kehidupan. Tetapi mereka tidak dapat mendeteksi asal suara atau memutar kepala ke sumber suara sampai sekitar 3 hingga 4 bulan.

2. Di usia 6 bulan, bayi bisa mengoceh untuk menjawab suara mama

pixabay.com

Sesaat setelah bayi lahir, dokter akan melakukan pengecekan apakah ada cacat pendengaran yang serius. Tetapi karena gangguan pendengaran dapat terjadi pada usia berapa pun, dokter anak akan tetap memantau pendengaran bayi pada setiap kunjungan. Misalnya, ketika bayi berusia 3 hingga 4 bulan, dokter anak akan menggunakan bel atau hanya bertepuk tangan, untuk melihat apakah bayi menoleh ke arah suara.

Di sinilah kemampuan berbicara atau berkomunikasi bayi berguna. Dokter anak akan mengetes pendengaran bayi dengan memintanya menirukan suara yang dibuat. Setelah bayi berusia 6 bulan, dokter anak akan mengikuti perkembangan bahasa.

Apabila terdapat cairan telinga selama 3 bulan atau bayi mengalami infeksi telinga yang serius, maka dokter juga akan meminta Mama melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ketika berada di rumah, Mama dapat memantau pendengaran bayi dengan mengamati perkembangan bahasanya. Pertama-tama bayi akan berseru, menjerit, dan mengoceh. Memasuki tahun pertamanya, bayi harus bisa mengatakan satu atau dua kata sederhana. Jika Mama curiga bayi tidak bereaksi secara normal terhadap suara, hubungi dokternya.

3. Bayi menyukai musik sebab melatih otak membedakan bunyi

Pixabay/thedanw

Secara naluriah, Mama menggunakan suara bernada tinggi saat berbicara dengan bayi. pada suara bernada tinggi inilah bayi paling bereaksi selama minggu-minggu pertama setelah lahir. Namun jangan berhenti ya, Ma. Berbicara dengan bayi adalah hal terpenting yang dapat lakukan untuk membantunya memperoleh keterampilan berbahasa selama 2 tahun pertama.

Mama dapat menyetel musik atau suara yang berbeda-beda. Lama kelamaan bayi akan belajar mengenai suara, ini adalah salah satu tahap dalam belajar bicara.

Musik juga dapat merangsang perkembangan bayi dan memiliki efek menenangkan. Menyaksikan bagaimana reaksi bayi terhadap musik adalah cara lain yang menyenangkan untuk mengetahui apakah bayi dapat mendengar dengan baik.

Baca juga: Lagu Pengantar Tidur yang Baik untuk Bayi

4. Bayi dengan gangguan pendengaran bisa ditolong sejak dini

Youtube/Christy Keane

Gangguan pendengaran yang parah ditemukan pada 1 hingga 6 anak dari setiap 1.000 kelahiran. Umumnya dokter akan melakukan pengecekan terhadap pendengaran dan penglihatan sesaat setelah bayi lahir. Jadi begitu ada yang dirasa tidak beres, dokter dapat melakukan beberapa tindakan.

Periksa dengan rumah sakit untuk memastikan pengecekan ini dilakukan. Perawatan dini dengan alat bantu dengar yang dapat digunakan ketika bayi berusia beberapa minggu dan implan koklea akan meningkatkan kemampuan mendengar dan bicara untuk banyak bayi dengan gangguan pendengaran dan bahkan tuli.

Semoga bermanfaat.

Baca juga:

The Latest